Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (11): Selamat Datang Auckland

Lani – Kona, Hawaii

 

SELAMAT DATANG DI AUCKLAND (kota terbesar di New Zealand)

Selesai makan siang, kami segera kembali ke hotel, mengambil koper, menunggu sky bus jemputan yang mengantar kembali ke airport, hari ini kami terbang kembali ke Auckland. Mendarat di Auckland tengah malam. Sudah dijemput shuttle van, bersama penumpang lainnya, kami diantar satu persatu ke tempat penginapan/hotel masing-masing. Kami baru sampai di ALL SEASON hotel jam 1:00 pagi, gila! Check-in, kamar kami di lantai 17, begitu kopor masuk kamar, kami langsung tepar kecapaian hahaha…….

Ada cerita lucu ketika akan meninggalkan Australia. Di  immigrasi, petugas yang memeriksa paspor dan boarding pass ku orang Cina. Ketika paspor dibuka, sambil menunjuk kefoto dipasporku  berkomentar: you have big smile, very beautiful! Aku tidak jawab dengan kata-kata, akan tetapi aku balas dengan big smiles……

Kemudian dia tanya, do you live in the USA or New Zealand? Aku jawab : USA. Kemudian dia melihat boarding passku, dan ditunjukkan ke aku: hadooooh, mati! Ternyata boarding pass ku tertukar dengan punya my partner, cialat!

Untungnya my partner berdiri di sebelahku dengan petugas immigrasi berbeda tentu saja, karena untuk warganegara/penduduk New Zealand jalurnya dipisahkan dengan warga negara asing lainnya. Dia baru sadar, kalau boarding pass tertukar, akhirnya semua jadi tertawa. Kami saling tukar boarding pass. Pasporku dicap tidak ada problem, tidak seperti ketika baru datang.

Tanggal 16 February 2012 : pagi ini bangun agak terlambat sudah jam 9:00 pagi. Selesai mandi, kami segera keluar mencari sarapan karena perut sudah keroncongan. Tujuan kami ke VULCAN CAFÉ, kami memesan pancake, beef pie, tak ketinggalan tentunya kopi.

(1) beef pie dan pancake dengan irisan pisang, apel dan anggur

Perjalanan di hari pertama di Auckland menuju WHARF WHARVES di tempat ini banyak didapatkan restoran dan café, kami mampir ke salah satu café dan memesan blue berry lemon cake…..ada cerita lucu, aku tidak begitu menyukai dessert karena manis……tapi kali ini aku mencicipi agak banyak, my partner menyindir…..I thought that you don’t like dessert…..but this time you try a bit more than usual……terus dia ketawa, aku tanya mengapa ketawa, apa yang lucu?

Dijawab: well, I wish that you don’t like it. So, I can have it all, because so yummy! Hahahahha…

(3) Blueberry lemon cake and my latte

(4 – 9A) Beberapa foto yang aku ambil di Wharf Wharves: lalu lalang boats, kapal layar, jembatan, dsb

Kami lanjutkan menyelusuri jalanan pusat kota Auckland, masuk, keluar toko, akhirnya kami masuk ke gedung Imax maksud hati ingin melihat film akan tetapi tidak ada pertunjukkan siang itu hingga jam 5:00 sore, jadi kami batalkan, kami turun ke lantai satu menuju food court untuk makan siang, aneka gerai makanan berjejer rapi di sini, aku kembali mencoba pie yang berbeda, kali ini pilihanku pada chicken tikka masala pie, beberapa macam sushi, my partner memilih smoked salmon bagel sandwich, dan kami tutup dengan berries crepe.

(10 – 11) pie an crepe

Sebelum sampai ke gedung Imax, kami sempat mengunjungi salah satu cathedral di kota Auckland:

(11A – 11B) Cathedral

Di gedung Imax ini terdapat menara pencakar langit tertinggi di New Zealand, 142 m. Menara ini terbuka untuk umum, kalau ingin naik harus bayar beli ticket di lantai bawah, seharga NZ $ 28.00 untuk orang dewasa, di menara ini ada restoran, dan tentunya sangat tepat untuk melihat pemandangan seantero Auckland. Selain itu menara ini ada tempat yang  digunakan untuk terjun, aku tidak tahu berapa harga karcis bila ingin terjun dari atas menara.

Beberapa foto menara yang kami ambil dari berbagai sudut yang berbeda:

(12 – 17)

Foto-foto yang kami ambil di dalam menara di lantai bawah:

(17A – C) nampak di sebelah kiri miniature menara

Dari menara Imax perjalanan kami lanjutkan menuju ALBERT PARK taman di pusat kota, untuk menuju ke taman ini kami harus menaiki tangga, atau bisa lewat jalan setapak. Banyak pepohonan yang sangat rimbun, bunga bermekaran di tengah taman, banyak orang yang bersantai tiduran, membaca, atau sekedar bermandi sinar matahari. Ada pohon yang menurutku berbeda/aneh, karena dari batang utama bercabang-cabang banyak sekali, silahkan dilihat fotonya. Kami sempatkan duduk di bangku beristirahat, sambil mengobrol menikmati keindahan taman, cericit burung, dan angin yang bertiup sepoi-sepoi.

(18) pohon dengan banyak cabang seperti octopus

Beberapa foto yang kami ambil di Albert park :

(19 – 22) plang petunjuk taman, kolam & air mancur, ibu & anak piknik

Setelah menikmati Albert park, kami mengunjungi winter garden, The Auckland  Domain.

Tempatnya tidak begitu besar, akan tetapi koleksinya lumayan lengkap. Ini hasil foto-foto selama berkeliling di winter garden.

(23 – 38) berbagai jenis bunga: seperti bunga mawar, tiger lily, jengger ayam, lotus, kantung semar, hibiscus, anggrek, kenikir, dsb, dsb.

Setelah puas menikmati Auckland Domian winter green house, kami  kembali ke hotel hari sudah beranjak sore, keluar lagi untuk mencari makan malam, my partner masih merindukan makanan Jepang, akhirnya kami memilih restoran Jepang yang dikelola oleh sepasang suami istri dan anaknya perempuan. Restoran ini tidak besar mungkin hanya muat untuk 25 orang saja, termasuk kursi yang ditata di luar restoran.

Aku memesan udon dan tempura, sedang my partner mengikuti saranku untuk memesan 3 kombinasi sushi, udang, salmon dan chicken. Dikatakan sangat enak dan mengucapkan terima kasih atas saranku itu.

Udara di luar cukup dingin malam ini, oleh karenanya setelah selesai makan ketika diajak jalan-jalan aku menolak, memilih balik ke hotel.

(39 – 39A) kombinasi sushi udang, salmon dan ayam plus tempura udon pesananku

Tanggal 17 February 2012 : ini adalah hari terakhir kami berada di Auckland-New Zealand, aku sangat sedih karena besok harus terbang kembali ke Hawaii, my partner kembali ke Christchurch.

Pagi ini kami menikmati sarapan di Melba café. Selesai menikmati sarapan, kami membeli ticket untuk one day bus tour seharga NZ $ 40.00, diberikan brosur dituliskan tempat-tempat yang akan dilewati, dan jam berapa bus akan melewati lokasi itu lagi untuk menjemput peserta tour. Bus nya sangat nyaman, dan banyak turis dari manca negara mengikuti tour ini, selama bus berjalan ada narasinya, yang menceritakan tempat-tempat yang dilewati, perjalanan mulai dari harbor menuju keluar pusat kota Auckland, pemandangannya sangat indah, di kejauhan nampak RANGITOTO island, pulau bekas volcano yang tidak aktif lagi, tidak ada penduduk di pulau ini, akan tetapi banyak turis mampir ke pulau ini hanya untuk hiking. Ada pulau satu lagi namanya WAIHEKE, pulau ini berpenduduk, mereka bekerja ke kota jadi tiap hari naik ferry pulang pergi dari tempat tinggal menuju ke Auckland, di pulau ini terkenal dengan winery dan crafts.

(40) sarapan di Melba café, pancake dan roasted cereal pesananku

Kami mampir ke aquarium, dan kebun binatang. Aquariumnya tidak sebesar seperti dikota MONTEREY- California.

Sebelum memasuki area aquarium, kami difoto dulu, seperti biasanya setelah selesai berkeliling aquarium kalau tertarik foto itu bisa dibeli, akan tetapi kami tidak tertarik untuk membelinya dan tidak ada paksaan harus membeli.

Begitu masuk, langsung ada kolam ikan besar di depan kami dengan isinya berbagai ragam macam ikan. Yang menarik ketika jam memberi makan untuk ikan stingray ikan gepeng bersayap lebar yang telah membunuh ahli buaya orang Australia, lupa namanya. Ditulang ekornya sangat tajam seperti gergaji dengan dua mata, bergerigi, yang ditunjukkan oleh pawangnya, kami boleh memegang, sambil melontarkan pertanyaan.

(41) grup penguin

Kemudian kami menaiki kereta untuk melihat burung penguin dari dekat, dioramanya persis seperti di habitat aslinya, bahkan di satu tempat keretanya seakan memutar mengikuti dinding diorama yang dibentuk seperti di kutub Selatan, mungkin bagi sebagian orang bisa membuat kepala pusing. Perjalanan ini kurang lebih 30 menit. Sialnya ketika akan keluar dari kereta kancing baju hangatku masuk di bawah lobang kursi, kecantol dan tidak bisa dikeluarkan. Aku ditolong oleh petugas untuk melepaskannya, ternyata tidak bisa dan aku minta untuk dipotong saja benang yang menghubungkan kancing baju hangatku. Hal ini menjadikan tontonan penumpang berikutnya, my partner sudah keluar duluan, keheranan menungguku. Begitu aku keluar, aku katakan: I had a little problem, and I let them to cut it off the button on my sweater.

(41A – C) beberapa penguin

Kami lanjutkan untuk melihat kuda laut, dan bermacam aquarium berisikan ikan yang berbeda-beda berjejer di ruangan, keluar dari sana ada toko souvenir kami sekedar melihat-lihat saja.

Kami keluar dari gedung aquarium, menunggu bus di luar, 5 menit kemudian bus datang, kami naik dan perjalanan kami lanjutkan ke kebun binatang.

Penumpang  bus tour ini mendapatkan diskon setiap kali mampir, melihat tempat-tempat yang dilewati oleh bus tour. Hal umum ada kerjasama antara transportasi dan tempat-tempat wisata.

Kebun binatang cukup luas, binatangnya lengkap, mulai dari harimau Sumatera, orangutan, dan beberapa jenis keluarga monyet, termasuk siamang, ada salah satu jenis monyet entah apa namanya lupa melihat papan nama, suaranya sangat keras memekakkan telinga, tiap kali mengeluarkan suara kelenjar di lehernya membengkak bak balon ditiup, singa, wallaby sejenis kangguru tapi badannya lebih kecil, panda merah tubuhnya kecil tidak sebesar panda yang berbulu hitam dan putih yang asalnya dari Cina, aneka jenis burung, jerapah, kuda nil, badak bercula dua, eel, tentu saja burung nasional New Zealand, KIWI.

Ternyata burung ini termasuk burung malam, dan sangat pemalu, kandangnya dibikin gelap, dengan taburan bintang di atap kandang, serta lampu penerangan yang dibuat redup, remang-remang, serta bunyi serangga, hal ini disengaja agar para Kiwi mau keluar menampakkan dirinya. Walau begitu sang Kiwi tidak jua menampakkan dirinya, sampai aku melihat salah satu pegawai kebun binatang, dimana Kiwinya?

Dijawab mereka bersembunyi di balik pepohonan, kemudian dia masuk ke dalam kandang berusaha mengusik si Kiwi agar keluar menampakkan dirinya, akhirnya aku bisa melihat walau sekelebatan, kira-kira badannya sebesar ayam kampung dengan bulu kecoklatan, patuknya yang panjang, akan tetapi karena tempatnya gelap dan si Kiwi larinya cepat sekali tidak begitu jelas. Kecewa juga karena tidak bisa melihat dengan jelas, kekecewaanku aku sampaikan ke my partner, yang dijawab: well, you’re lucky you can see one at least even only a second. More Kiwi (sebutan untuk orang New Zealand) never see Kiwi the bird in the wild either….

(42) sebagai obat kecewa, tidak melihat burung Kiwi aku foto telurnya…..kira-kira 2 1/2 kali besar telur ayam kampung

Mungkin dia berusaha mengurangi rasa kecewa hatiku….Beberapa foto yang diambil di dalam kebun binatang:

(43 – 50A) berbagai binatang di kebun binatang

Kami mengisi perut makan siang di café di dalam kebun binatang, pilihan menu tidak banyak, karena perut lapar jadi apa yang ada kami nikmati, Panini sandwich isi BBQ chicken, dan banana bread. Sama sekali tidak memuaskan tapi apa boleh buat? Tidak ada menu pilihan lain.

(51) BBQ chicken, banana bread, secangkir susu coklat hangat.

Di dalam bus ada 2 pasangan orang Indonesia, dengan satu anak perempuan usia 8 tahunan, aku langsung bisa tahu karena mereka ngobrol dalam bahasa Indonesia.

Ada pengalaman menyebalkan, tapi sangat melegakan akhirnya. Di dalam bus tour, pesertanya dari berbagai negara. Ada 5 orang dari Jerman, mereka ribut sendiri, berbicara dalam bahasa Jerman dengan suara keras, padahal di brosur sudah tertulis selama bus berjalan tidak boleh berbicara keras, karena akan mengganggu peserta lain untuk mendengar narasi yang menerangkan tempat-tempat yang dikunjungi, jalan,  yang dilewati dalam perjalanan. Aku tahu penumpang lain merasa terganggu dengan ulah para turis asal Jerman itu.

Akhirnya satu wanita tua asal New Zealand angkat bicara, nadanya keras, seperti guru di depan kelas menyemprot muridnya yang ramai bak pasar malam wakakakak…….

Wanita tua ini mengatakan : can you just be quiet, we can’t hear anything because of you’re talking too loud.

Ajaib, rombongan turis dari Jerman itu langsung mak-clakep (tutup mulut) mereka tidak berani bicara lagi selama di dalam bus.

Dalam hati, aku mengatakan mmm, tahu rasa dapat pelajaran dari seorang wanita tua. Makanya di tempat umum harus tahu tatakrama, jangan sak enak udele dewe= membawa kemauan sendiri (dalam hati aku sempat mengumpat: emang ini bis embahmu?).

Mengenai hal ini mas DJ bisa berbagi dengan kami, apakah memang begitu adatnya, orang Jerman kalau berbicara ramai, dengan suara keras? Walau aku percaya tidak semua orang Jerman seperti mereka.

Foto-foto yang diambil di depan pintu masuk kebun binatang:

(52) di depan pintu gerbang kebun binatang nampak bermekaran bunga kenikir….pentulis nampang sejenak……

Keluar dari kebun binatang, kami menunggu bus, duduk di bangku di depan pintu masuk. Di samping kami duduk seorang pria, tinggi, ganteng lagi hehehe……mata ini jadi ijo kalau lihat yang ganteng, bening, menarik,  jadi bukan hanya kang Anuuuu dan Pam-Pam saja yang matanya jadi kedap-kedip, kelap-kelip, kalau melihat yang bening dan kemplink hehehe…….

Akhirnya saking tidak tahan, aku membuka pembicaraan dulu, aku tanya darimana asalnya, dan berapa lama di Auckland? Dia asalnya dari BRAZIL tinggal di Rio de Janeiro, dan mampir di Auckland hanya 2 hari, kemudian melanjutkan perjalanan ke Australia, disusul ke Bali. Begitu dia menyebut Bali, langsung tanpa komando aku katakan aku asalnya dari Indonesia dilanjut nyerocos, memberikan saran, semua informasi yang bisa aku berikan.

Kemudian datang anaknya laki-laki gagah seperti bapaknya. Bapaknya menjelaskan tentang pembicaraan di antara kami. Mereka akan menginap di daerah Ubud.

Tak lama kemudian bus datang, kami segera naik dan melanjutkan perjalanan menuju ke rose garden, tidak ada yang turun untuk melihat, kemudian dilanjut ke museum.

Banyak yang turun untuk mengunjunginya, kami juga turun. Gedung museum nampak megah, berlantai tiga, tiap lantai isinya berbeda-beda.

Sebelum memasuki museum, tas harus dititipkan, di tempat penitipan membayar NZ $ 1.00, uang dikembalikan ketika mengambil tas yang dititipkan.

Lantai satu tentang suku Maori, dan suku-suku di wilayah Pasifik, lantai dua mengenai terbentuknya pulau New Zealand dan volcanoes, lantai ketiga mengenai sejarah perang, karena waktu yang tidak cukup kami tidak melihat isi lantai tiga.

(53 – 54) gedung museum berlantai tiga

 

Bersambung……..

 

87 Comments to "Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (11): Selamat Datang Auckland"

  1. Lani  30 May, 2012 at 13:48

    GIE : jd yg bikin gemezzzzzzz……….itu Kiwi burung????? apa Kiwi manusia????? wahahahah………klu Kiwi burung mmg menggemaskan gendut2……mlakune megal-megol………

  2. Lani  30 May, 2012 at 13:47

    KORNEL : nah, plg tdk sdh aku tampilkan……..walau hanya setengah badan, tangan, lengan……..hahahah……..

    aku nelpon, ninggalin message pas memorial day weekend………dan udah japri udah dibaca?

  3. Lani  30 May, 2012 at 13:46

    KANG ANUUU : klu udah keluar kandang ya ndak malu lagi hehehe…..ngomong opo to iki? kang, burung apa yg mlungker? mlengkung? wakakakak………

  4. ugie  30 May, 2012 at 11:00

    wah ….. wah … mlongo maneh .. nggowoh wis .
    Indahhhh banget .. tambah indah dg KIWI yg jenis ke 3 ( patnernya itu tuhhh .. ) yg fotone mung seupritt ..hihi penasaran .

    paling gemes liat pinguin ..lucu .

  5. Kornelya  30 May, 2012 at 06:20

    Welleh, subo Lani beraninya cuma nunjuk kepalan flungku sang patner. Ini seperti acaranya Koes Hendratmo dulu “Hei Siapa Dia”, silahkan nebak.hahaha

  6. anoew  30 May, 2012 at 05:44

    Aaaah ternyata kowe juga suka yang bening dan kempling juga tho Lan? Manamanamana kok gk ada gambare?

  7. anoew  30 May, 2012 at 05:38

    Ternyata burung ini termasuk burung malam, dan sangat pemalu, kandangnya dibikin gelap,

    Weeh, burung pemalu? Kalau bangun keluar kandangnya apa iya masih malu? Atau jangan-jangan, di dalam kandangnya dia gk pernah tidur? Bangun-tidur-bangun-tidur-mlungker-mlengkung.

  8. Lani  30 May, 2012 at 01:39

    MAWAR : jawabannya ada 3 KIWI : buah, burung dan manusia asal NZ mrk menyebut diri mrk Kiwi jg…….nah, aku cm pegang dua, krn yg Kiwi burung cm dikandang ndak bs dipegang……..malah lari buanteeeeeeer banget hahaha…….coba klu burungnya dipegang njur ndekem……hahahha

  9. Lani  30 May, 2012 at 01:37

    PAM-PAM : menjawab pertanyaanmu dessert yg mana yg enak/lbh enak?????? semuanya adanya cm enak dan enaaaaaaaaak bangeti kkkkkk

  10. Lani  30 May, 2012 at 01:37

    LINDA : jawabannya ada yg empuk, kenyal, dan keras jg wakakakak……..ambyar2 klu kang Anuuuuuuu ikutan baca…….!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.