Mengubah Sikap vs Mengubah Hati Anak

Leonny

 

(Ilustrasi: http://lauriekendrick.wordpress.com)

Video (Part 1) – Mengubah Sikap vs. Mengubah Hati Anak

Sebagai orangtua, kita sering menghadapi situasi dimana anak kita bersikap atau berkata-kata dengan cara yang ‘tidak benar’. Mungkin ia berkata kasar terhadap kita atau temannya, mungkin ia bersikeras tidak mau berbagi dengan kakaknya, atau rebutan mainan. Dan kita sepertinya sering harus menjadi ‘wasit’ yang memberikan keputusan / tindakan.

Bagaimanakah kita meresponi sikap anak dan situasi seperti ini?

Dalam 3 video seri ini, saya akan bawakan topik parenting ini, yaitu: bagaimanakah sebaiknya kita responi sikap anak, dan bagaimana ternyata ‘merubah sikap anak’ itu tidak cukup karena kita perlu melihat lebih dalam lagi, yaitu sikap HATInya.

 

…………..

Video (Part 2) – Mengubah Sikap vs. Mengubah Hati Anak

Pada umumnya, sebagai orangtua kita memberikan respon kepada situasi (seperti anak yang rebutan mainan, atau anak yang tidak mau berbagi dengan adiknya) dengan cara pendekatan ‘keadilan’. Contoh: yang mendapatkan mainan duluan, dialah yang main duluan, dan anak kedua harus menunggu gilirannya.

Tapi ternyata, cara ini hanya menyelesaikan masalah di ‘permukaan’, karena kita hanya merespon sikap dan situasi, padahal sikap, kata-kata dan prilaku anak itu semua bersumber dari hatinya yang pada dasarnya hanya mementingkan diri sendiri.

 

……….

Video (Part 3 – FINAL) – Mengubah Sikap vs. Mengubah Hati Anak

Apakah sebenarnya sikap hati anak kita yang menyebabkan dia mau menang sendiri atau berkata-kata dengan kasar? Mari kita bantu anak kita untuk lebih mengerti tentang sikap hatinya dan keberadaan dirinya yang pada dasarnya tidak peduli terhadap orang lain. Mari kita melihat situasi secara lebih dalam lagi, bukan sekedar membereskan masalah di permukaan, tetapi membereskan apa yang ada di dalam hati sang anak juga.

 

15 Comments to "Mengubah Sikap vs Mengubah Hati Anak"

  1. Leonny  30 May, 2012 at 01:14

    @Alvina: thank you sudah pernah mampir ke blog ku … iya, contentnya lebih berisi tulisan2 parenting dan hal inspirasional lainnya … Tidak hanya toddler sebenarnya, tapi para orgtua anak2 secara umum (anak saya yg paling besar berumur 8thn )

    Nah, tentang Singapore Blog Awards ini, thn ini ternyata masuk lagi dlm finalis Best Family Blog, masih dalam tahap Voting sampai 30 Juni, jadi semua publik bisa support dengan Voting, 1x sehari

    Thn2 lalu memang jadi finalis juga, tapi belum2 pernah menang …

    Kalau teman2 Baltyra bisa bantu support, tentu di welcome sekali juga … senang bisa jadi satu2nya orang Indonesia di Best Family Blog disana (ada lagi org Indonesia di Best Photography Blog, namanya Hendra Lauw) … vote dari publik itu akan kontribusi 30% dari skor total (70% skor dari para judges nanti)

    sekedar tambahan info yah:

    Utk vote, perlu register dan login (free account), silakan masuk ke
    http://sgblogawards.omy.sg/2012/category/?cat=family

    Di bagian kiri atas ada ‘REGISTER NOW’.
    Angka yang di masukkan (spt waktu diminta ‘FIN no.’ itu bisa sembarang nomor, juga utk nomor handphone), karena ini sebenarnya akan di gunakan kalau voter ternyata menang hadiah (perlu utk verifikasi)

    Ya, kali2 menang yah tahun ini dan bawa nama baik juga utk blogger Indonesia disana …

    Terima kasih ya

  2. Alvina VB  29 May, 2012 at 21:25

    Bahasan yg menarik…saya sudah pernah mampir lihat blognya, sangat bagus dan inspiratif……ini bagus buat org tua yg punya anak toddler kayanya ya…..btw, OOT….blog kamu menang gak thn lalu/2 thn yg lalu kl ndak salah masuk finalist bloggers di Singapore kan ya…..

  3. Handoko Widagdo  29 May, 2012 at 10:45

    Setuju dengan Mas Sumonggo. Tidak sekedar membenahi yang di permukaan.

  4. Leonny  29 May, 2012 at 10:30

    @Bagong: Benar banget … perubahan dari dalam yang akhirnya menghasilkan perubahan di luarnya …

    @Dewi: sama2 .. thank you ya sudah tinggalkan komentar =)

    @sumonggo: terima kasih … iya, itu benar2 intisari dari pesan di video …

  5. Sumonggo  29 May, 2012 at 06:25

    Terimakasih Leonny, “bukan sekedar membereskan masalah di permukaan”

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.