Kutipan

Anwari Doel Arnowo

 

Ada seseorang bernama Homer Simpson yang mengatakan kepada seseorang bernama Marge, mungkin istrinya sendiri: “But Marge, what if we choose the wrong religion? Each week we just make God madder and madder”Akan tetapi Marge, bagaimana kalau kita memilih agama yang salah? Setiap minggu kan kita akan membuat Tuah marah dan makin marah. Ah masa sih Tuhan menjadi marah?? Kata-kata ini saya kutip dari salah satu bagian program Brilliant Quotes di dalam komputer.

Si Pak Homer ini membuat saya terkejut saja.

Bagaimana pula salah memilih agama? Salah menurut siapa dan apanya yang sesungguhnya salah? Apakah salah kalau diibaratkan seperti orang menikah, lalu boleh cerai? Atau salah masuk ke dalam salah satu partai politik? Boleh keluar, kan? Agama itu susah dinilai benar salahnya karena tidak ada lawyer yang canggih, jaksa bahkan hakimnya sekalipun. Bukanlah mudah untuk memberi tanggapan kepada Quote yang disebut dengan brilliant itu!!

Tetapi memang huruf Q itu benar benar minoritas. Coba saksikan Kamus Inggris Indonesia dan sebaliknya. Di bagian yang bahasa Inggris, kata-kata yang diawali dengan huruf Q itu hanya ada di 3 halaman saja. Sedang yang di bagian yang bahasa Indonesia malah tidak ada satu halaman sekalipun, karena hanya ada satu halaman saja berisi 6 buah kata: semuanya berasal dari bahasa Arab, salah satunya Qur’an. Jadi tidak ada satu buah katapun di dalam bahasa Indonesia yang menggunakan huruf awal Q. Kelihatannya Quote dari  Pak Homer Simpson ini mengalami “nasib” yang tidak akan diperhatikan oleh khalayak ramai. Mendiskusikan sesuatu yang tidak bisa didiskusikan, itu terlihat percuma, menghabiskan tenaga dan waktu saja.

Akan tetapi ada Quote / Kutipan yang enak dicerna oleh batin saya: “Sovereignity is not given, it is taken”  =  Kedaulatan itu bukan diberikan tetapi harus diambil paksa. Ini adalah kutipan kata-kata mutiara dari Mustafa Kemal Ataturk. Ambil paksa ini juga adalah istilah yang digunakan dalam nasihat seorang manusia usia lanjut kepada seorang yang masih muda belia, yang berkata: “Anda tidak bisa menunggu Alih Teknologi, kecuali anda mencurinya”. Wah ekstrim juga kakek ini, tetapi ada sedikit kelainan di dalam kalimatnya, yakni sebaiknya tidak menggunakan kata mencuri. Carilah kata yang lain, pasti akan kita jumpai padanan kata mencuri dalam hal seperti ini.

Dari yang dikemukakan di atas, maka setiap orang pasti harus mengambil kesimpulan bahwa sebaiknya tidak mengobral kata-kata secara sembrono. Wah ternyata peringat-ingat seperti ini berlaku bagi diri saya sendiri, karena saya banyak menggunakan kata-kata,  bahkan mengobralnya untuk menulis apapun jua yang mengendap di dalam pikiran saya. Kalau ada kata-kata yang saya gunakan bagi isi tulisan saya, sekarang itu sebagai sebuah atau lebih berupa risiko karya tulis. Siapapun akan mengalami seperti yang saya alami. Begitu berhati-hatinya saya dalam memilih dan memilah kata-kata untuk sebuah tulisan, bisa tertunda selesainya sebuah tulisan sampai batas waktu yang mungkin akan lama.

 

Anwari Doel Arnowo

25 Mei, 2012

 

7 Comments to "Kutipan"

  1. Bagong Julianto  2 June, 2012 at 10:52

    Pak Doel>>>

    “……..maka setiap orang pasti harus mengambil kesimpulan bahwa sebaiknya tidak mengobral kata-kata secara sembrono”……….

    Setuju!
    “Ngobral kata-kata”, saja sudah beresiko ngawur (=salah), konon lagi secara sembrono (=beresiko salah lagi)…

  2. Dewi Aichi  31 May, 2012 at 05:19

    Pak Anwari ini bener bener mengagumkan setiap tulisannya….coba perhatikan paragraf 2 dan 3, tak semua penulis terlintas akan hal itu. Dan tentu saja, isi daripada tulisan Pak Anwari yang ingin disampaikan kepada pembaca…sangatlah dalam…..sangat bijak….dan penyampaiannya mudah dipahami untuk saya..

  3. Kornelya  30 May, 2012 at 06:09

    Pak Anwari, terima kasih untuk ulasannya yg bijak. Seorang yang mau maju , dalam hal tulis menulis sekalipun, harus berani belajar dari kesalahan dan mengakuinya. Salam.

  4. J C  29 May, 2012 at 21:38

    “Anda tidak bisa menunggu Alih Teknologi, kecuali anda mencurinya”

    Ada benarnya juga ini. Sekarang China ‘dituduh’ tukang mbajak, tukang malsu, tukang niru, dsb. Adakah yang ingat sejarah dulu penemu camera siapa? Sekarang siapa yang menguasai 2 ‘agama’ besar camera? Dulu penemu mobil, sepeda motor, piano, siapa? Sekarang siapa pembuat mobil dan sepeda motor serta piano terbesar dunia?

    Ada urutannya, pertama Jepang niru, mbajak, ngopi teknologi dari barat, tahap berikutnya Korea, sekarang China…next?

  5. Linda Cheang  29 May, 2012 at 15:25

    lha, kalo menulis saja enggak mau ambil resiko, mau kapan bisa nulisnya?

  6. Silvia  29 May, 2012 at 11:49

    Terima kasih buat pesannya Bapak Anwari.

  7. Handoko Widagdo  29 May, 2012 at 07:55

    terima kasih untuk nasihat yang bijak Cak Doel. Memang kita harus hati-hati dalam berkata-kata dan menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.