Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Tradisi dan Tata Cara Kematian Tionghoa (2)

Tuesday, 29 May 2012

Viewed 4240 times, 3 times today | 51 Comments |

Josh Chen – Global Citizen

 

 

Share This Post

Posted by Tuesday, 29 May 2012 on 07:01.

Categories: Budaya. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

51 Responses to “Tradisi dan Tata Cara Kematian Tionghoa (2)”

Pages: « 6 5 4 [3] 2 1 »

  1. 30
    Handoko Widagdo Says:

    Bagi saya, cara penguburan sangat tergantung dari apa yang diyakini oleh swargi. Namun juga bisa ditentukan oleh keluarganya. Misalnya, nenek saya sudah menyatakan masuk Kristen, tetapi karena anak-anaknya masih banyak yang konhucu, maka kami sepakat untuk mengubur nenek dengan upacara konghucu. Demikain pula dengan budhe saya. Sehari-hari dia tidak terlalu peduli dengan agama. Namun beliau ikut perkumpulan wanita Gereja Kristen Jawa. Beliau tinggal bersama cucu mantunya yang muslim. Maka, beliau dikubur dengan cara Islam tetapi pakai peti mati ala China dan ada doa pemberangkatan jenazah dari teman-temannya GKJ.

  2. 29
    Tammy Says:

    Loh ada bunyinya? Yg di dalam masih bisa goyang toh?

  3. 28
    Lani Says:

    23 AKI BUTO : nah, kali ini aku sepaham dgn komentarmu………baru merasa mak-plong……..

  4. 27
    J C Says:

    Tammy: lha itu boss kretek dari Jawa Timur, petinya berbunyi EM…

  5. 26
    Tammy Says:

    JC: ratusan juta itu kalo dibeliin kucing dpt berapa ya!

  6. 25
    J C Says:

    Mas Iwan: ketika Mama meninggal dan waktu Papa meninggal upacaranya sedikit berbeda karena perbedaan keyakinan yang mereka anut. Bagi kami anak-anaknya tidak ada masalah sama sekali, ikut saja bagaimana baiknya…

  7. 24
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Menyenangkan melihat dan merasakan kepergian orang yang kita kasihi. Saya sudah 3 kali mengalami langsung. Ayah, ibu dan ayah mertua.

    Selalu ingin memberi yang terbaik bagi mereka yang pergi dengan adat dan budaya yang melekat. Saya suka tata cara seperti ini. Mahal atau murah sangat relatif. Rasa cinta melebihi segala-galanya.

  8. 23
    J C Says:

    Kang Chandra: matur nuwun sudah mampir dan berkomentar ya…

    Lani: iya, semua orang bebas berpendapat… dan yang pasti apapun cara yang dipilih keluarga yang ditinggalkan tentunya sudah dipertimbangkan dan diperhitungkan dengan seksama dari berbagai aspek. Momen pas dikau merawat ‘K’ sungguh saat-saat yang sulit. Aku masih ingat semua ceritamu dan foto-foto kalian ketika itu…

    Kornelya: prosesi seperti ini bisa dibilang masih ‘standard’ dibandingkan dengan yang kemampuan finansialnya ‘up in the sky’.

    Kang Anoew: justru menurut pendapatku, ‘kisah surga neraka’ tidak perlu dibahas, seperti di salah satu artikel pak Anwari, tidak ada yang dari surga atau neraka kembali ke dunia terus bercerita dilengkapi dokumentasi…

    Phie: waktu Mama meninggal 2003 dan Papa tahun 2008, aku semua yang menekan tombol kremasi. Memang rasanya ada sebagian jiwa yang lepas, hati luluh lantak seperti yang Phie tulis…but life goes on…move forward…

  9. 22
    phie Says:

    JC, klo papa-mamaku dulu crita emang terbela ini bagus bgt dan kesannya mewah ya cuma skrg udh jarang bgt, lha wong harganya mahal bgt ya.
    aku kmrn pulang udh tutup peti, cuma liat prosesnya dr video dan foto yg adik2ku ambil. yg paling ga tega waktu pintu oven kremasi mau ditutup, rasanya hati ini luluh lantak…tnyata sampai pd waktunya perpisahan ini. ga bisa bayangin perasaan adikku yg pencet tombolnya. ga nyangka seminggu seblmnya msh ngobrol di telpon sama papa itu telpon terakhirnya. di peti papa dipakaikan jas yg dipake menghadiri wisuda adikku dan dasinya yg dipake wkt wisudaku, mamaku ngambilnya seketemunya di lemari tp kok ya pas gitu. dipakaikan jg jam tangan kesayangannya. liat fotonya di dlm peti papa terbaring tersenyum, ya lega liatnya. bsknya ngambil abu yg di dlm kantung merah, ya ampuunnn….ini toh sisa jasad papaku hanya sekantung kecil. semua pesan2 almarhum udh dilaksanakan dgn baik, semua lega. rest in peace

  10. 21
    anoew Says:

    Sarat pengetahuan dan komplit sekali penyajiannya. Luar biasa.. Trims Kang Josh, saya jadi mengerti proses pemakaman / setelah kematian a la Tionghwa, lengkap dengan seluk beluknya, tidak melulu seluk-seluk tentang syurga setelah kematian.

Pages: « 6 5 4 [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)