Wednesday, 30 May 2012
Silvia Utama
Rasanya teman-teman Baltyra yang sudah lama menjadi bagian Baltyra sudah tahu saya dan keluarga ini suka sekali dengan yang namanya dim sum.
Nah tempat dim sum yang kali ini saya mau ceritakan namanya adalah Luk Yu Tea House. Pertama didirikan di tahun 1933 (orang tua saya belum ada yang lahir tuh. Hihihi) di Wing Kut Street, tapi tahun 1976 (saya sudah hadir menyemarakkan bumi selama beberapa tahun) di Stanley Street.
Nama Luk Yu ini diambil dari nama pujangga yang hidup di jaman Disnasti Tang yang menuliskan sejarah dan kebudayaan teh Cina.
Tempat ini selain terkenal oleh dim sum (saya suka bapaonya yang tears ringan dan empuk tapi saya tidak sentuh sedikitpun isinya. Karena bukan saja isinya daging babi, tapi bagian lemaknya banyak sekali dipakai. Serem buat saya sih. Hihihi. Pangsit gorengnya juga renyah sekali, egg tartnya juara—meleleh di mulut, pastel goreng isi kacang merahnya juga saya suka. Kulit pastelnya garing sekali dan isiannya manisnya pas tidak sampai bikin eneg), sweet and sour pork, prawn toast, crisp chicken baked with salt, almond pig’s lung soup.
Juga menjadi lokasi dibunuhnya salah satu jutawan Hong Kong pada tanggal 30 November 2002. Kejadiannya seperti film mafia Hong Kong saja dimana sang pembunuh bayaran yang berasal dari Cina Daratan dengan kalemnya selesai makan pagi di Luk Yu dan membayar bon, dia mendekati sang jutawan, Harry Lam dan menembak kepala Harry Lam dari jarak dekat.
O, ya jangan buang-buang duit pesen ha kau di sini. Ha kaunya tidak enak sama sekali. Yang patut juga dicoba adalah pilihan tehnya.
Suami dan saya ke sini itu kalau kangen dengan suasana dim sum jadoel. Soalnya memang di sini begitu menjejakkan kaki serasa dibawa ke jaman baheula. Dim sum ditawarkan seperti yang terlihat di foto yang saya sertakan di tulisan ini. Sebaiknya kalau datang kesini pas jam makan pagi atau makan siang, datanglah dengan seseorang yang bisa berbahasa Kanton atau Mandarin.
Ruangan di lantai satu sih biasa buat para langganan mereka. Tapi duduk di lantai dua dan tiga tea house ini, OK koq. Servis di tea house ini tergantung nasib teman-teman saat itu*smile. Bisa standard, bisa dapat yang hihihi…..”ngegemesin”.
Kalau datang untuk makan malam sih biasa yang datang turis-turis. Karena baru malam, menu dalam bahasa Inggris otomatis keluar.
Luk Yu Tea House
24-26 Stanley Street
Tel +852 2523 5654
Dim sum sekitar HK$25-55 (dari jam 7pg-5.30 sore)
Makanan lain sekitar HK$110-280
June 4th, 2012 at 16:26
Suananya mmg ngangenin Ugie. Kalau cangkir sih bisa didapat koq dinky negara. Kalau ke Spura,, Mysia, Taiwan, HK& China pasti bs nemu.
June 3rd, 2012 at 00:12
suasananya …. hmmm . trussaya suka banget liat cangkir tehnya
June 2nd, 2012 at 20:58
Mas Bagong, makanin khas Sekayu apa dong Mas? Mungkin bisa tulis juga kalau ada waktu…….Terima kasih sdh mampir ya.
June 2nd, 2012 at 20:56
Linda: apa sama apa Lin? Maklumlah sudah oma-oma. Hihihi……
June 2nd, 2012 at 12:00
SU>>>
Dim sum enak semuanya!
Nggak banyak pilihan di Palembang, babar blas nggak ada di Sekayu…..
Suwunnnn..
June 1st, 2012 at 22:05
apa relevansinya, Mak
June 1st, 2012 at 19:41
Hihihi…iya juga ya..