Linda Cheang
Sebenarnya aku sedang mempersiapkan beberapa tulisan kayak cerita bersambung, tapi karena mendadak otak lagi buntu, dan eh, ya, koq, saya malah diminta Mama, untuk mengolah Buncis yang keburu dibeli tetapi sempat ditelantarkan, maka dengan bahan-bahan makanan yang ada (tepatnya : teronggok) di kulkas, dan bumbu-bumbu yang sudah ada di dapur, inilah masakan hasil karya saya.
Buncis Cah Tahu-Telur Orak-Arik
Bahan :
- 250 gr Buncis. Di sini kebetulan Buncisnya organik yang empuk digigit.
- 2 butir telur ayam
- 2 siung bawang putih ukuran sedang
- 250 gram daging ayam suwir dicincang halus
- 4 buah tahu dipotong kotak-kotak kecil, di sini saya pakai Tahu Tauhid Kuning made in Lembang
- 4 sendok makan kaldu ayam, Boleh pakai kaldu blok, tapi yang saya gunakan di sini kaldu ayam langsung hasil godogan tulang-tulang ayam
- 1 sendok teh gula pasir sebagai pengganti vetsin
- 1 ½ Sendok makan Saus Tiram
- 1½ – 2 sendok makan kecap manis untuk perona masakan
- 1 sendok makan kecap asin Cap Ikan Merah atau kecap asin apa saja
- 1 sendok makan kecap Inggris untuk penguat aroma masakan
- 2 sendok makan minyak goreng
- 2 sendok makan minyak wijen sebagai finishing touch
- besaran unit satuan di atas adalah dikira-kira saja, karena saya tidak menakar dengan persis
- daging ayam suwir akan lebih mudah dicincang/dipotong-potong halus dalam kondisi membeku.
Cara membuat :
- Buncis dicuci bersih di bawah air mengalir, dipotong pangkalnya sambil ditarik “tali” bagian sisinya. Diiris tipis diagonal.
- Cincang halus bawang putih atau boleh dimemarkan dengan muntu (Sunda : mutu) sampai halus.
- Olesi permukaan dalam wajan lebih dulu dengan minyak goreng sampai seluruhnya terolesi, agar nanti bahan makanan tidak menempel, lalu panaskan dengan api sedang. Kecuali kalau wajannya sudah ada lapisan anti lengket, boleh tak pakai minyak goreng, tapi kalau lapisan anti lengketnya terkelupas, harap tanggung sendiri ya.
- Setelah minyak goreng panas, masukkan bawang putih cincang/halus, tumis sampai mengeluarkan aroma harum.
- Masukkan 2 butir telur ayam, dan buat orak-arik sampai matang
- Setelah telur orak-arik jadi, masukkan daging ayam cincang bersama potongan tahu, aduk-aduk sampai seluruh daging ayam matang.
- Masukkan seluruh kaldu ayamnya. Lalu aduk-aduk lagi sampai seluruh daging ayam dan tahu matang benar.
- Tutup wajan sejenak sekira 3 menit, di atas api sedang.
- Setelah memastikan daging ayam sudah matang, masukkan saus tiram, kecap asin, kecap Inggris, aduk agar merata.
- Masukkan gula pasir dan aduk sampai merata.
- Masukkan kecap manis untuk memberi rona pada masakan, aduk sampai rona masakan rmerata
- Terakhir, finishing touch-nya, teteskan minyak wijen dan aduk masakan sampai benar-benar merata. Masakan akan mengeluarkan aroma sedap yang akan mengguggah selera makan Anda.
- Sajikan pada piring saji dan masakan siap disantap.

Menurut Mama saya yang memang jagoannya masak, Buncis Cah olahan saya itu terasa enak. Tapi kalau buat saya sendiri, masih perlu tambahan sedikit tetesan kecap asin lagi, baru terasa mak nyuss :D
Selamat mencoba!
Salam masak-masak,
Linda Cheang
Akhir Mei 2012

Posted by
Linda Cheang
Friday, 1 June 2012 on 09:53.
Categories: Recipe.
Follow the comments to this article via the RSS 2.0.
June 2nd, 2012 at 22:12
SU : tossssssssss! kita tunggu jawaban langsung dr ybs………
June 2nd, 2012 at 21:02
Lan, aku juga ga tau makanya sampai lari2 kejar JC……..
June 2nd, 2012 at 13:38
Linda>>>>
Nggak suka vetsin juga….. kalau di rumah….
Kalau lagi njajan di luar…. hajar bleh…..
Suwunnnn…
June 2nd, 2012 at 03:11
Te’ Linda terima kasih resepnya, mudah dipraktekkan , aku absen inventori kecapku ternyata minus kecap inggris. Ngga apa-apa yg penting jadi. Salam.
June 1st, 2012 at 22:32
LINDA : ndak ikutan ribut pegimana????? krn msh bs baca…….lagian teman2 yg lain pd tau………mosok yg di Kona kg boleh tau?????? hehehe
June 1st, 2012 at 22:31
nggak ikut ribut, yeeeee. yang bikin ribut, mesti tanggung jawab, tuh!

June 1st, 2012 at 22:29
SU, AKI BUTO, PAM-PAM : ini pd meributkan…….yg bs bkn Linda kecantol hatinya……..sambil tingak-tinguk…….minta pencerahan…….dan klarifikasi………ditunggu…………
June 1st, 2012 at 22:20
Itsmi betul sekali. Kualitas kamera dan pencahayaan, menentukan warna makanan yang direkam dalam gambar. Tidka heran untuk iklan makanan, perlu juga ahli khusus food dresser selain fotografer jempolan…
Kalau gambar di atas, kan, hanya pakai kamera HP, di retouch pula…
June 1st, 2012 at 22:12
Makanan itu juga harus menggairahkan mata, jadi warna itu penting.
sedangkan foto makanannya berwarna pucat…
June 1st, 2012 at 21:58
ini JC bener-bener merusak artikel! Dari yang mulanya murni mau berbagi resep masakan, eh, digiring ke penyesatan. Sudah gitu pake JC kabur, lagi.