Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (12): Museum

Lani – Kona, Hawaii

 

Beberapa foto di dalam museum:

(1 – 5)

(6 – 8) mirip dengan kerajinan suku Asmat di Irian Jaya

(9) miniature perahu layar

(10)

(11)

Keluar dari gedung museum, bus sudah menunggu. Kami segera naik bus,  tour selesai jam 4:30 sore.

Tour  sehari dengan 10 tempat yang dikunjungi, akan tetapi kami tidak mampir/melihat semuanya, karena waktunya tidak cukup.

Sesampainya di hotel langsung mandi, keluar lagi jalan-jalan di kota, sambil mencari restoran untuk makan malam, angin kencang, dingin, mendung, nampak akan turun hujan. Akhirnya hujan turun dengan derasnya, akan tetapi saat itu kami sudah ada di dalam restoran jadi tidak basah kuyup.

Malam terakhir kami menikmati makan malam di MOONSON POON Trading House restaurant.

Kami tertarik dengan menunya yang beraneka ragam dari daerah Asia Tenggara, Indonesia, Singapore, Malaysia, India, dan China.

Makanan Indonesia antara lain bakmi goreng, sate, gado-gado, laksa, nasi goreng seafood.

(12) menu pesanan kami, nasi tumpeng yang dibentuk tumpeng, di bagian kiri nasi goreng seafood, dengan acar, di sebelah kanan kari ikan ala India.

Dekorasi restoran juga mewakili dari negara masing-masing, dari Indonesia diwakili dengan payung dari Bali, dari Cina lampion berwarna merah, kepala patung Buddha mewakili India, Singapore diwakili dengan patung singa, dan boneka-boneka sedang menari mewakili Malaysia.

Aku pesan nasi goreng ayam campur seafood, my partner pesan curry ikan ala India. Ternyata rasanya (ora karu-karuan = mengecewakan), nasi gorengnya berwarna coklat tua kehitaman, rasanya sama sekali tidak enak, ada taburan beberapa krupuk udang ukuran mini,  daging ayamnya hanya disuwir-suwir kemudian dicampurkan begitu saja, bumbunya tidak meresap, cuminya seperti karet, acar ketimun campur wortel juga sama sekali tidak terasa asamnya, sepertinya asal dipotong-potong tanpa bumbu. Pesanan my partner lumayan, walau dikatakan bumbu karinya kurang menggigit, mengingat my partner suka spicy food.

Karena alergi sama alcohol, untuk minumnya aku memesan THE COLLONIAL aslinya dicampur minuman ber-alcohol tapi aku minta virgin style, jadi tanpa alcohol, rasanya asam karena banyak dicampur dengan  perasan jeruk nipis dan daun mint, mirip MOJITO.

Ketika ke toilet aku sempat melongok dapurnya, karena dapurnya di depan meja tamu. Dapur  terbuka jadi bisa terlihat kegiatan masak memasak. Aku maklum karena tak satupun tukang masaknya berwajah mirip dengan orang Indonesia, mereka  orang India, Srilanka dan ada juga orang kulit putih.

Langsung pikiranku tertuju pada warung PONDOL….jauuuuuh lebih TOP! Aku berpikir coba kalau juragan Pondol mengambil alih untuk menu masakan Indonesia, pasti restoran ini lebih ramai, karena masakannya betul-betul melekat dan asli pada lidah orang Indonesia. Hayo juragan Pondol, apakah ada rencana untuk mengambil alih untuk menu Indonesianya? Melebarkan sayapnya ke negara Kiwi? Aku support paling depan.

Tanggal 18 February 2012 : Hari ini aku merasa sedih karena liburan harus berakhir. Bangun jam 5:30 pagi, check-out dari hotel, menunggu shuttle van yang membawa kami ke Auckland airport. Di dalam mobil kami tidak banyak bicara, yang ada pikiran ini galau karena pertemuan harus diakhiri, aku terbang kembali ke Hawaii, my partner balik ke Christchurch.

Beberapa penumpang di shuttle van terbang dengan tujuan Hawaii bahkan ada yang tinggal di Kona.

Ada kejadian menarik, sopir van seorang wanita kelihatan kekar, dia merangkap jadi kurir menaikkan dan menurunkan koper kami.  Nampaknya sopir ini menyukai mendengarkan lagu-lagu dari radio sambil menyetir, mungkin untuk obat ngantuk, karena dia menjemput tamunya pagi-pagi sekali.

Nah, saat itu mengumandang lagu AVE MARIA, seperti biasanya tanpa komando aku langsung ikut menyanyi, my partner melirik sambil tersenyum meledek, aku menanggapi dengan senyum nyengir.

Begitu sampai di airport, salah satu penumpang dengan tujuan Kona memberi komentar: you have such beautiful voice. Are you join choir sing? Jawabanku : thanks, yes, I did, when I was in Indonesia…..

Tidak sekali ini saja aku mendapatkan komentar seperti itu, teman-teman gereja di Kona mengatakan hal yang sama. Keinginan untuk gabung dengan koor di gereja selalu ada, hanya saja waktunya yang tidak memungkinkan karena kesibukan kerja.

Selesai menurunkan koper, kami  masuk ke dalam airport, aku antri untuk check-in, antrian panjang mengular, koper jinjing aku titipkan ke my partner, dia menungguku di lantai dua.

Setelah selesai check-in, aku segera menuju ke lantai dua menemuinya, kemudian kami menuju ke salah satu café, aku pesan blue berry muffin dan latte, dia pesan blue berry muffin dan fruit salad, espresso. Kami menikmati sarapan tanpa bicara, hanya saling pandang, sibuk dengan pikiran masing-masing, hatiku sangat sedih. Rasa kehilangan menyeruak……padahal belum berpisah.

Ini merupakan sarapan terakhir sebelum kami berpisah.

(13) sarapan pagi terakhir sebelum memasuki air NZ terbang kembali ke Kona

Setelah diumumkan panggilan untuk boarding, kami berpamitan, dengan berjanji untuk melanjutkan kontak.

Aku membalikkan badan, dan tidak menoleh lagi ke belakang. Aku tahu kalau membalikkan badanku, bakal tidak tahan menghadapi perpisahan ini.  Yang kutahu dia menuju ke penerbangan domestic yang ditempuh dengan shuttle.

Begitu memasuki pesawat air NZ yang membawaku kembali ke Honolulu, aku mencari nomer tempat duduk, memasukkan koper jinjing di bagasi atas. Kemudian duduk, kesedihan menyergap kembali, rasanya pahit, sepahit jamu brotowali.

Tak lama kemudian pesawat air NZ tinggal landas, membawa segala kenangan yang indah dan kesedihan karena harus berpisah.

Untuk membunuh waktu penerbangan langsung selama hampir 9 jam, aku gunakan untuk melihat film, mendengarkan music, membuang kegalauan pikiranku. Tiap 2 jam sekali aku tinggalkan tempat duduk untuk sekedar berolahraga, jalan di lorong pesawat, serta menggerakkan persendian, disebelah toilet disana tempatnya sepi.

Dalam perjalanan pulang dihidangkan dua kali menu, makan siang dan makan malam. Aku hanya menikmati menu makan siang, makan malam mengandung babi, aku berikan orang yang duduk di sebelahku, pasangan muda asal New Zealand yang akan berlibur ke O’AHU. Yang aku makan buah-buah-an, cookie, banana muffin.

Ada yang ingin aku bagikan, selama berkunjung ke New Zealand dan Australia, ada beberapa perbedaan penggunaan beberapa kata-kata dalam bahasa Inggris.

Aku belajar sesuatu yang berbeda dan baru, contoh-contohnya:

Amerika : rent a car di New Zealand = Australia — hire a car

Amerika : dead end di New Zealand = Australia — no exit

Amerika : very good/wonderful di New Zealand = Australia— bloody good/wonderful.

Bersambung………….

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

70 Comments to "Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (12): Museum"

  1. Lani  3 July, 2012 at 22:55

    JURAGAN PONDOL : dugaanku bener, jd dia Mey2 teman kita dl di SMP…..lama2 pd ngumpul di Baltyra para teman sak-ndeso…….seneng aku.
    aku tau ktk kopdar pasti kamu jd pengobar semangat yo?????

  2. lili  3 July, 2012 at 22:28

    he he he … emang mey bener temen kita smp… lhaaa tambah bala ndeso nih….
    he he he pasti kamu bingung mikir2 yo…
    selamat bergabung untuk Mey bali

  3. Lani  3 July, 2012 at 06:15

    MEY : wadoh, aku lupa ini Mei yg mana ya? krn ada dua Mey cm spellingnya berbeda……baru ngumpul di Pondol? kapan? apa ini temanku dulu ktk SMP ya? yg sekarang menetap di Bali????? ya, jelas klu mudik aku bakal kirim kabar ke juragan Pondol

  4. Mey  2 July, 2012 at 23:13

    Lan, kta bru ketemuan di temp e Lielian pondol. Bgmn kabare? Klo pul indo kabar kabari yo

  5. Lani  11 June, 2012 at 01:55

    MBAK CLARA : wadoh, njur nagih kedatanganku, klu mmg siap grakkkkkkkk pasti aku kabari….jik wae balik soko gereja iki…….panas diluar

  6. Clara  11 June, 2012 at 01:35

    Nyai mblung, durung mengkilat!Agèk arep nggolèk mercon + gambus!!
    Wis yo!!tak tunggu kedatanganmu juga !kapan ???? kutagih janjimu dibawah pohon kelapa!

  7. Lani  10 June, 2012 at 23:01

    MBAK CLARA : esuk2…..udah gedubrak-an…….yg di Kona dan Belanda di oprak2…….jiaaaaan makane aku ndak bs tidur dgn nyenyak…….nah skrng aku yg akan kegereja……..jd rombongan Srimulat dr Indo baru akan mulai berdatangan minggu depan to????? sampai dimana persiapannya? sdh super mengkilat omahe? semuanya digosok….disapu……..buat menerima mereka?

  8. Clara  10 June, 2012 at 13:47

    Nyai Mblung mblung von Kona,+ Penjaga polder van holland klompen ,met pagi, pumpung iso, aku arep bengok2 ning lapakké!!Bèn tambah bubar + amblas !!Lah disuruh bengok2 bèn tambah edyaaaaaaaaan!!Iyo toch ? mentas bengok2 nang lapkké Mbak Nukje penjaga polder !Wis arep tancep nyang grejo sik , bèn ora tambah gemblung !!Rombongan ketoprak sebagian sampai Montpellier hari jumat depan, sebagian sabtu depan ! Sun.duut!!!

  9. Lani  10 June, 2012 at 13:37

    GIE : dr mimpi sapa tau jd kenyataan? jd jgn lupa bermimpi ya……..

  10. ugie  10 June, 2012 at 12:22

    ngimpi wis saben ndino .. dari mimpi bisa jd kenyataan .. aamiin

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *