Wednesday, 6 June 2012
Nunuk Pulandari
Lain lagi cerita musim semi di Scheveningen hari Minggu kemarin. Maksud saya weekend dalam Pinkster vakantie. Seperti biasa setelah sarapan kami bersepakat untuk pergi bersepeda. Kali ini judulnya, lagi-lagi ke Scheveningen. Entah untuk yang ke berapa kalinya kami pergi ke sana. Mungkin teman-teman heran membaca betapa tiada bosannya kami bersepedaan ke Scheveningen dan ke daerah lainnya. Kalau teman-teman ikut bersepedaan bersama kami, pasti akan merasakan hal yang sama dengan kami. Tidak ada bosannya. Bagaimana bisa bosan kalau setiap kali lewat selalu akan bisa melihat sesuatu yang berbeda dalam perjalanan yang ada. Belum lagi kalau kita melewati route lain untuk tujuan yang sama… Kadang sampai bertanya-tanya, seperti:”Berapa lama sih kita nggak lewat sini kok tiba-tiba sudah ada kandang burung baru” . Atau seperti kali ini kami akan melihat Jazz festival..
Hari Minggu kemarin, begitu kami sampai di Den Haag setelah melewati Station Pusat dan mendekati area Pasar Malam Tong-tong, Pasar Malam terbesar di Eropa, nampak hal yang luar biasa. Di depan pintu masuk pasar Malam TIDAK terlihat adanya antrian pengunjung yang mengular seperti tahun-tahun yang lalu. Rupanya cuaca yang cukup panas dan cerah telah mengundang banyak penduduk Belanda untuk pergi mencari ruang terbuka dan memilih dengan mengunjungi pantai yang ada. Tidak hanya pantai Scheveningen yang penuh sesak.. Juga pantai seperti Zandvoort dan Edgmond aan de Zee atau Bergen aan de Zee.
Semua dipenuhi para pencinta pantai. Atau mungkin juga karena adanya pengetatan ikat pinggang sehingga dana untuk membayar karcis masuk Pasar malam Tong-tong sudah terpotong untuk hal yang lainnya. Memang harga karcis masuk Tong-tong untuk banyak orang termasuk cukup mahal. Juga termasuk untuk kantong saya. Lagi pula Pasar Malam Tong Tong, akhir-akhir ini sudah lebih mengarah ke segi komersialisasi. Fungsi dan suasana Pasar Malam seperti yang kita kenal sudah tertinggal jauh dan hampir punah.. Banyaknya stand-stand baru yang besar dan terletak di bagian depan yang lebih didominasi oleh pedagang-pedagang dari negeri Asean lainnya, setidaknya turut mengubah citra Pasar Malam seperti yang kita kenal di Indonesia.
Tapi teman-teman, itu bukan hal yang ingin saya tuliskan di sini. Saya akan bercerita lainnya.
Melaju menyusuri jalan sepeda di sepanjang Koningskade, menuju Scheveningen segera di sebelah kiri, sejajar dengan jalan sepeda, nampak trem yang penuh sesak. Belum di jalan raya yang searah dengan jalan sepeda… Antrian mobil dari berbagai merk yang dipenuhi penumpang mengular meliuk mengikuti jalur jalan yang ada. ..Semua hendak menuju ke pantai Scheveningen.
Wouuuuww, melihat panjangnya file yang terjadi saya membatin:”Beruntung kami bersepeda sehingga tidak perlu berlama dan berpanas ria berada di dalam mobil yang sedang antri”. Melihat meliuknya antrian mobil menuju Scheveningen, kadang saya heran menyaksikan orang tetap memilih bermobil ria menuju ke tempat rekreasi yang jelas-jelas akan dipenuhi oleh manusia. Mengapa orang tidak segera mengambil jalan alternative lainnya begitu melihat antrian yang panjang. Misalnya dengan memarkir mobil di salah satu jalanan yang ada di sekitar obyek rekreasi yang ditujunya dan melanjutkan perjalanan dengan naik trem. Kalau saya perhatikan hanya untuk dua atau tiga halte dari jarak ke Scheveningen nampak masih banyak tempat parkir gratisan yang kosong. Atau kalau tidak ya meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.
Mendekati pantai Scheveningen, nampak di kejauhan lautan manusia yang mulai memenuhi area pantai dan pertokoan/ restaurant yang ada di sekitarnya.
Foto 1. Casino di seberang Hotel Kürhuis
Foto 2. Hotel Kürhuis dan para pengunjungnya; bersama Mbakyu Clara dan mas Indi.
Foto 3. Band wanita memainkan musik berirama Jazz, di depan Kürhuis
Teman-teman dari foto berikut ini semoga tampak betapa penuhnya pantai Scheveningen di hari yang panas dan ceria ini. Mulai dari Casino, lalu di depan hotel Kürhuis, di Boulevard, di pantai Scheveningen dimanapun mata memandang kita akan melihat lautan manusia dalam keramaian.
Foto 4. Pengunjung yang memenuhi boulevard;
foto 5. Sambil berjalan di boulevard kita bisa menyaksikan band memainkan lagu-lagu berirama Jazz
Foto 6. Salah satu band yang memainkan lagi-lagu lama beriama Jazz yang ringan.
Foto 7. Orkestra dari Den Haag
Rombongan orkesta di atas berasal dari Roosendal. Mereka bermain di Scheveningen bergantian dengan orkesta Residence Big Band dari Den Haag. Irama Jazz dengan lagu-lagu seperti, The girl from Ipanema, The foggy day, dan lagu Jazz lainnya yang biasanya sudah begitu bersahabat terdengar di telinga pendengarnya. Yang jelas bukan irama heavy jazz…
Foto 8. Kereta turis melaju mengitari daerah di sekitar Scheveningen;
Foto 9. Hampir semua restaurant di sepanjang boulevard dipenuhi oleh para pengunjungnya
Teman-teman, berjalan membelakangi boulevard dengan para pengunjung yang sedang duduk menikmati pesanannya, anda akan segera melihat pantai Scheveningen yang dipadati pengunjungnya dari mulai Pier menuju ke arah Pelabuhan Scheveningen. Pada hari itu di Scheveningen dan sekitarnya diadakan kegiatan sehubungan dengan perayaan Pinksteren (Pantekosta?) yang bernama: North Sea Regatta Markt 2012. Suatu kegiatan yang penuh keramaian, hiburan dan “gezelligheid “ .
Foto 10. Berlayar bersama di Scheveningen
Pada saat yang bersamaan di atas laut Scheveningen terlihat berbagai perahu sedang berlayar bersama. Suatu kegiatan yang diorganisasi bersamaan dengan kegiatan di hari libur untuk merayakan Pinkster.
Entah sampai dimana orang masih menghubungkan hari Pinkster ini dengan “sejarah” yang berhubungan dengan agama Kristen yang ada. Untuk saya yang masih jelas terlihat adalah kenyataan bahwa orang sangat mendambakan datangnya hari Pinkster yang biasanya disertai dengan tibanya hari-hari libur yang “lama” yang dipenuhi dengan sinarnya sang Matahari.
Pada hari libur di akhir minggu yang lama ini orang masih mengenal bahwa Pinksteren dirayakan sepuluh hari setelah hari Hemelvaart. Kali ini Pinksteren jatuh pada hari Minggu tanggal 27 Mei (pinksterdag yang pertama) en hari Senen tanggal 28 mei (pinksterdag kedua). Pada awalnya Pinksteren memang merupakan suatu pesta yang berhubungan dengan agama Kristen. Dalam perkembangannya di kemudian hari Pinksteren terutama dikenal sebagai suatu hari libur di akhir minggu yang panjang. Pada hari libur akhir minggu panjang ini dimunculkan berbagai kegiatan yang menggambarkan “gezelligheid” (kebersamaan dan kenyamanan) yang diisi dengan berbagai sajian pertunjukan musik dan diadakan berbagai aktivitas yang bersifat menghibur pengunjungnya. Dalam foto-foto berikut terlihat betapa penuhnya pantai Scheveningen akhir minggu Pinksteren lalu.
Foto 11. Pantai yang dipenuhi para pencari sinar matahari
Foto 12. Di laut tampak sedang ada latihan berlayar bersama.
Foto 13. Sampai siang hari orang berdatangan untuk mencoba mencari sejengkal ruang kosong untuk berjemur matahari.
Foto 14. Sampai saat ni belum terlihat yang memamerkan seluruh tubuhnya tanpa sehelai benangpun
Foto 15. Berpakaianpun bisa dilakukan di tempat, di hadapan yang lainnya.
Foto 16. Saling menikmati pemandangan yang ada.
Foto 17. Semakin menjauhi boulevard, semakin banyak ruang kosong untuk berjemur.
Mengingat banyaknya anak-anak ABG yang juga mengunjungi Scheveningen, pihak organisasi juga menyediakan berbagai kegiatan yang disenangi para ABG itu.
Foto 18. Permainan untuk anak-anakpun tersedia
Juga tersedia sebuah tenda dengan ikan Haring yang menjadi favorit penduduk Belanda. Entah berapa ratus ikan Haring telah dikonsumsi oleh para penggemarnya.
Foto 19. Mencicipi haring baru, hmmm..
Juga tampak dalam etalage beberapa contoh menu kesayangan banyak orang di restaurant di sepanjang pantai dan boulevardnya. Teman-teman kalau ada di restaurant ini pasti akan menyantapnya dengan lahap..
Foto 20. Salah satu menu yang bisa diperoleh di Restaurant Simonis (khusus ikan)
Berjalan menyusuri boulevard selain terdengar nada-nada berirama Jazz yang sangat bersahabat di telinga juga nampak beberapa bentuk “patung perunggu” yang menggambarkan kehidupan sehari-hari (jaman dulu) di pantai Scheveningen.
Di ujung boulevard nampak misalnya patung yang menggambarkan seseorang sedang menikmati ikan Haring. Suatu kegiatan sehari-hari yang menjadi ciri khas Scheveningen. Di dekatnya ada patung yang menggambarkan seseorang raksasa sedang menangis. Suatu hal yang sesungguhnya sangat tidak masuk akal. Tetapi justru dengan penyajian patung yang sedang penuh emosi ini tersirat pesan bahwa bukanlah hal yang aneh bahwa seseorang kadang bersedih hati dan menangis. Juga seorang raksasa yang “serba”besar….
Foto 21. Penampilan patung-patung perunggu dengan beberapa tema spt (makan haring)
Foto 22. Jonas en de vis, menggambarkan sebuah fragment dari kitab suci Bijbel.
Tentunya teman-teman bertanya: ”Mengapa anak gadis ini ada di sini”. Ceritanya, saya sedang menunggu konco ngajeng membeli sesuatu. Ketika menunggu si gadis tersenyum ramah pada saya .. Lalu tanbpa disadari kami sudah terlibat percakapan yang cukup menarik. Dia mengatakan bahwa dia sengaja pergi sendirian ke Scheveningen pertama karena rumahnya dekat, dan kedua dia akan membeli “sesuatu” (gelang) untuk ibunya.. Zo maar, hanya untuk mengatakan bahwa dia sangat menyayangi dan mencintai bundanya… Sayang ya saya lupa menanyakan namanya… Wel dia bercerita kalau ibunya dari Thailand dan ayahnya (Belanda) yang memang sudah pernah ke Indonesia…
Foto 23. Seorang gadis yang membeli hadiah untuk ibunya..”Voor zo maar ”: Begitu gadis kecil itu mengatakan dan hanya untuk menunjukkan kasih sayangnya pada sang bunda….
Teman-teman, kalau anda di hari-hari ini kebetulan berada di Belanda pasti tidak akan kekurangan acara untuk mengunjunginya. Selain Jazz Regatta di Scheveningen di hari Pinksteren lalu, di ahir minggu ini di Zoetermeer diadakan pertunjukan musiek Blues. Tentang hal ini akan saya ceritakan lain kali. Sebentar lagi ada North Sea Jazz.
Salam dari Belanda yang mulai dingin lagi… Matahari ngumpet di belakang awan dan angin berhembus dengan dinginnya…Brrrrrr… Ditambah dengan turunnya hujan. Seperti di malam itu, pulang bersepeda rasa dingin tetap masih terasa menembus jacket dan menyengat kulit di dalamnya.. Salam en kus, kus, kus, Nu2k
Pages: « 12 11 10 9 8 [7] 6 5 4 3 2 … 1 »
Pages: « 12 11 10 9 8 [7] 6 5 4 3 2 … 1 »
June 7th, 2012 at 21:59
BU Nunuk…kameranya Lani sedang digadekke, jadi ya ngga bisa moto moto…….bisanya megal megol he he….
BU Nunuk tulisannya selalu meriah…senengggggg…..bu…orang Belanda itu ada yang kulitnya hitam atau sawo matang ngga sih BU? Kalau di Brasil kan aneka warna, semua warna ada, jadi kalau orang Brasil ke luar Brasil, ke Australia, ke Asia, ke Afrika, atau ke Rusia, ke Eropa….ngga bisa diketaui kalau itu orang Brasil, karena ngga ada wajah yang dijadikan patokan..
June 7th, 2012 at 21:56
Yuhuiiiiiiii….dapat kamar yang passssss bener…. Ha ha
June 7th, 2012 at 18:55
Jeng Lani, lain kali sang cameranya jangan lupa di taruh di tas..Ben iso klak klik kluk sewaktu-waktu… Camera merk opo toh jeng, pastiné yo sing paling, super mutahir lan sak grobag duité yoooo… Ngantek regané ngluwihi regané istanane dimas BUTO IJO…. Ha, ha, haaaaa….Gr. Nu2k
June 7th, 2012 at 18:51
Jeng Probooo, yooo monggoooo, kalau mau suk-sukan… Numpak kereta sepur, suk sukkan; Jeng probo boleh turut; Nang Londo, nggoné konco; Ayooo, pra konco podho silo…….Kok nggak jalan ya lagunya jeng…Wis, wis, memang bukan pengarang mbakyunya yang satu ini… Bisanya hanya nyanyi saja… Ha, ha, haaa.. Kus, kus, kus.. Juga untuk mbak Ami dan sang gadis ABGnya yang cantik… Nu2k.
June 7th, 2012 at 18:43
Dimas Bagong, ha, ha, haaaa… Itu salah satu lagu yang paling saya senangi. Yuuuk karaokean sama-sama.. Jeng Probo kita ajak juga… Waaahhhh, pasti ramai…Mulai ya… Satuuu, duaaa, tigaaa…
L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very, very extraordinary .
E is even more than anyone that you can adore
Love is all that I can give to you
Love is more than just a game for two
Two in love can make it
Take my heart and please don’t break it
Love was made for me and you
……
Waduuuuhhhh, jadi renggeng-renggeng nulisnya… Ha, ha, haaa… gr en Selamat beristirahat, nu2k
June 7th, 2012 at 18:36
Mbak Alvina… Oooo aaalllaaahhhh jauhnya… Bagusnya yang bertanggung jawab berani mengundurkan diri kalau memang sudah tidak berhasil dengan pekerjaannya.. Itu yang perlu kita contoh dan hargai… Waaahhhh, kalau di Indonesia???? Iya ya mbak, selama kita tidak mendekati daerah keributan, ya selamat lah… Take care.
Mbak Alvina, kalau sempat ke KBRI, titip salam untuk adik / sahabat saya, ibu Diene. Saya kira sudah hampir berakhir ya masa tugasnya….
Salam en werkt ze, Nu2k
June 7th, 2012 at 15:51
iktu suk-sukan di lapak Mbak Nunuk…..
June 7th, 2012 at 15:42
mBak Nu2k>>>
Sippp!
Ngepit terus….
Biasanya kalau ada The girl from Ipanema, dilanjutkan dengan:
…..L is for the way you Look at me…
O is for the Only one I see…..
Luanjut klangenan ngepitnya….
Suwunnnn
June 7th, 2012 at 14:38
MBAK NUK : klu ndak lupa kamera pasti udah mejenk disini……..biar 3 cowo blingsatan wakakakak…….tau sendiri mbak sapa wae……..
aku ajak teman makan siang di rest Thai milik koncoku……order sate ayam ala thai, dan pad thai wuenaaaaaak dan enak……ditutup dgn bubur mutiara dan es krim goreng……..wareggggggggg
June 7th, 2012 at 12:14
Bu Nunuk,
dan kali ini pem.nya ngotot, tetep mau naikan uang pangkal dan mhw maju dech demo… turun ke jln2 besar. Selanjutnya malah tambah ngilani…krn didukung sama partai dan organisasi yg pro separation, jadi tambah eidan demonya gila2an, wong bawa panci dan peralatan RT, bikin gaduh dan berisik aza……. tong-tong….ting-ting, gembrang gembreng…..haduhhhh bikin turis2 pada kabur dah…. Semoga cepet berlalu masalah satu ini, krn blm ada titik temu antara ketua mhw yg demo dgn pem. Quebec, sedangkan City of Montreal dah mengeluarkan uang puluhan juta dollar utk polisi dan keamanan kota (juga buat bbrp helikopter punya kepolisian yg memantau dari atas). Mentri pendidikannya juga sudah mengundurkan diri…menyerah kalah…gak punya solution utk masalah satu ini.
Saya tinggal di Montreal yg jarang banget ada demo mhw sebetulnya (krn pem. Quebec dah lama korupsi uang rakyat buat separation/ usaha memisahan diri dari Canada yg terkenal aman, tentram dan sering mendengungkan HAM) awalnya adl uang pangkal sekolahan mau dinaikan…jadi diprotest keras sama mhw (yg demo adl mhw dari universitas dan college Perancis, bukan yg Inggris ya…
Kita sich aman2 aja, sepanjang gak deket daerah yg lagi dilewati mhw yg lagi demo tsb.
Ditunggu yo..cerita PASAR KEJUnya……ehmmmm…lekker….