Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
Mengapa Soekarno gemar menemui aktris atau aktor terkenal? Apakah dia memang gemar menonton film-film Hollywood hingga anaknya sakit tak diperhatikan, sampai dokter keluarganya dr. Djuned Pusponegoro marah besar?
Marylin Monroe, Ronald Reagan, Gregory Peck, Jean Simmons, Elvis Presley, Joan Blackman, Gina Lollobrigida, Elizabeth Taylor, Rhonda Flemming semua pernah ditemuinya. Mereka berbincang, kadang berdansa bergurau derai tawa. Apakah ini untuk membalas masa muda Soekarno yang hilang habis digunakan untuk perjuangannya bagi orang lain, bangsanya?
Pages: « 13 … 11 10 9 8 7 6 [5] 4 3 2 1 »
Pages: « 13 … 11 10 9 8 7 6 [5] 4 3 2 1 »
June 8th, 2012 at 17:48
sehebat apapun sukarno n disebut the founding father, tetep saya nggak pernah mengidolakan sukarno. lha kui play boy pecicilan sejak muda kok, selalu memanfaatkan kesempatan menggaet anget2an dengan perempuan, buktinya bagaimana dia menggaet inggit
saya lebih suka tan malaka hehehe.. sori
June 8th, 2012 at 17:07
Itulah Soekarno, senang main dengan anak SMA. kata lain gila kekuasaan karena main dengan wanita yang masih “bodoh” tidak ada enaknya kan…. tingkalaku ini sesuai dengan kemauan dia menjadi presiden seumur hidup….. KEKUASAAN
June 8th, 2012 at 16:45
Itualah Iwan, budaya jawa terhadap penghargaan manusia yang saya ragukan… selama MAS dan DIMAS di hidupkan terus…. dimana SUNGKAN kata initi…..bagaimana manusia bisa maju….????
June 8th, 2012 at 16:20
Itu di Indonesia ya> Kok no polisinya, H 1 CH? Semarang dong? Ya 3 kemungkinan tertuduhnya. 1. Josh Chen, 2. Anung 3. Jon Leung.
June 8th, 2012 at 16:18
Setuju Vie. Musuh saya yang difoto itu tuh. Pedofili tak terbayangkan jahatnya (untuk saya pribadi lho!). Saya lebih suka perempuan yang sudah 30 tahun ke atas. Gimana gitu..enak… Mature, seirama, hangat. Hahahaha… (lirik ke O Itsmi).
June 8th, 2012 at 16:03
Mas Iwan & Itsmi: sy dari kecil emang sudah ga suka sama cewe yang sudah tahu itu pasangan resmi orang lain, eh di embat aja. Demi ini dan demi kian.
Oh apalagi kalau ada cowo dewasa yg mempergunakan posisinya/kekayaannya utk buang sperma ke yang masih termasuk anak2……Ini mah sudah bikin sebel tingkat tinggi. Seperti penajahat kelamin yang ini nih…
June 8th, 2012 at 15:51
Om Itsmi, saya tidak sependapat penuh dengan pernyataan Om bahwa budaya Jawa tidak sesuai globalisasi. Proses sejarah yang panjang dalam masyarakat kita sudah menyeleksi secara natural setiap budaya, mana yang tidak sesuai dan mana yang cocok dengan kemajuan peradaban.
Ada budaya Jawa dan budaya lainnya yang tak sesuai dan ada juga yang baik dan mungkin lebih baik. Intinya kepada penghargaan terhadap manusia dan lingkungan. Bila hal itu dilanggar, maka budaya manapun tidak akan cocok dengan kemajuan jaman.
Kira-kira itu..
June 8th, 2012 at 15:45
Iwan, kita juga harus akui bahwa Jawa dulu budayanya udah tinggi tapi budaya jawa sekarang sudah tidak sesuai lagi dengan dunia global sekarang, jadi kalau indonesia mau maju pemikiran jawa ini harus di hilangkan…. contohnya dalam bahasa jawa ada 3 trap, orang atas, menengah dan bawah…. ini berakibat manusia yang potensial di tekan….
June 8th, 2012 at 15:36
Maksud saya tidak itu… Kebanyakan dari Jawa sudah terkurung dengan kehebatan Jawa sejak dulu. Seperti orang Amerika yang menganggap mereka adalah dunia. Soal itu kan hanya budaya dan sapaan orang dan di tiap kultur pasti ada. Misalnya menyapa seseorand di Jerman dengan /Sie/ dengan hurus /S/ kapital.
June 8th, 2012 at 15:30
Yang jelas kalau presiden dari jawa dengan dunia yang sudah global Indonesia kesulitan… karena berdasarkan MAS, DIMAS, PERAK, mutur mawon, kata lain FEODAL….,.