Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
Mengapa Soekarno gemar menemui aktris atau aktor terkenal? Apakah dia memang gemar menonton film-film Hollywood hingga anaknya sakit tak diperhatikan, sampai dokter keluarganya dr. Djuned Pusponegoro marah besar?
Marylin Monroe, Ronald Reagan, Gregory Peck, Jean Simmons, Elvis Presley, Joan Blackman, Gina Lollobrigida, Elizabeth Taylor, Rhonda Flemming semua pernah ditemuinya. Mereka berbincang, kadang berdansa bergurau derai tawa. Apakah ini untuk membalas masa muda Soekarno yang hilang habis digunakan untuk perjuangannya bagi orang lain, bangsanya?
Pages: « 13 … 11 10 9 8 7 [6] 5 4 3 2 1 »
Pages: « 13 … 11 10 9 8 7 [6] 5 4 3 2 1 »
June 8th, 2012 at 19:41
Bukan mBak Dewi, K itu kepanjangan Kuntulbaris.
June 8th, 2012 at 19:34
Lieber Hennie, terima kasih komentarnya. Biasa aja ah. Ini juga dibuat secara tak sengaja dan buru-buru. Lihat aja isinya tidak berkualitas.
Iya, itu di Indonesia. Sepertinya Ustad Gile itu tuh, yg kawin sama ana-anaknya. Dutinya banyak sekali.
Salam sayang 4-3
June 8th, 2012 at 18:38
Kalau kasus pelecehan seksual dalam gereja Katolik hanya melibatkan banyak di tingkat menengah dalam hirarki gereja. Paus rasanya tidak seperti itu.
Soal Soekarno saya justru lebih banyak tahu tentang sisi gelapnya dia sebagai seorang ayah dan laki-laki. Sisi terangnya saya tak mau tahu, karena memang sudah terang.
Bagaimana dia berkelahi dengan putranya Guntur yang membentak istri mudanya? Bagaimana dia disingkirkan oleh istrinya Bu Fat karena poligaminya. Kalau dibuat film pasti laku, karena memang seperti itu yang ingin dilihat orang. Bukan teori dan perjuangannya Soekarno. Tidak penting.
June 8th, 2012 at 18:36
Lieber Iwan, tulisanmu selalu enak dibaca.
Cerita tentang Soekarno juga selalu menarik bagiku.
Senang membaca kisah mengenai beliau, walaupun ia bukan idolaku.
Btw, itu foto siapa (Silvia komen # 45), di Indonesia ya itu?
Salam sayang 3-4
June 8th, 2012 at 18:22
Iwan, moralnya Paus itu juga bisa di pertanyakan, seperti kasus kasus pelecehan seksual….
yang saya mau tekankan, Soekarno juga manusia biasa dan ada sisi gelapnya dimana jarang saya membacanya, kebanyakan yang tertulis hanya positif positifnya…..
June 8th, 2012 at 18:20
Komen 12: Pak Iwan….waksssss….sejak kapan ada K di tengah tengah nama saya? K itu Kam….. Atau Kam….? Ahhh…..Kamuuuuuu…!
Ya ya….saya di panti jompo…welas asih….jangan semena mena sama orang jompo ya…..
June 8th, 2012 at 18:17
Komen 3: PAM…..umur saya kan jalan di tempat seperti apa kata Silvia he he…coba tanya Jc, dia juga kalau ditanya umurnya 19 tahun….
Komen 4: Silvia…iya kan he he he…..
Komen 7: Meita wkwkwkw…dan bergizi….hmmm
Komen 8: Pak Edy wkwkwk….lha iya…sayang sekali, coba dulu ketemu aku….sejarah akan lain…!
Komen 9: Elnino….bukan Lorrountu…itu mirip banget bahasa portugues kan….anak kecil cedal kan bilangnya Lolo, bahasa Portuguesnya perut itu barriga…mirip kan?
June 8th, 2012 at 18:04
AH, setuju. Saya tidak mengidolakan siapapun selama dia manusia sama seperti saya. Malah saya senang sama setan, karena lebih sedikit lebih mulai dari manusia. Manusia terlalu alim dan mau menurut Tuhan. Setan punya harga diri meski kita tak suka dengan mahluk itu.
June 8th, 2012 at 18:03
Oh iya Om Itsme, kalau mau cari presiden yang bermoral sesuai kitab suci, ya kita cari paus aja jadi presiden. Gampang ‘kan?
June 8th, 2012 at 18:01
Ada beberapa hal yang kita sependapat Om Itsmi soal budaya. Saya tetap menganggap budaya Jawa dan budaya lain ada manfaatnya selama menghargai sesama manusia.