Meitasari S
Tuhan telah mengilhamkan kepada manusia dua hal yang hakiki dalam hidup ini : Keburukan dan kebaikan. Seringkali kita hanya terfokus pada kebaikan saja tanpa mengerti betapa berartinya keburukan itu.
Marah dan benci adalah hal yang dianggap buruk. Secara kasat mata kita bisa menilainya sebagai hal yang buruk. Sebaliknya, cinta seringkali kita anggap sebagai hal yang baik. Namun demikian, sesungguhnya kedua hal ini bisa berubah. Yang baik menjadi buruk, dan yang buruk menjadi baik.
Menurut kitab suci, semua hal yang dijadikan Tuhan itu baik adanya. Marilah kita melihat bagaimana marah dan benci bisa menjadi suatu kebaikan.
Kita ambil contoh : air, angin dan api adalah hal baik. Bahkan kita sangat membutuhkannya bagi kehidupan. Tetapi ketika kita tidak mampu mengelolanya hingga kita mampu memahami kapan kita harus menerapkannya dan kapan kita harus menghindarinya, maka mereka bisa berubah menjadi bencana atau malapetaka.
Senjata api, alcohol dan obat bius adalah hal yg buruk yg perlu kita hindari, tapi ketika kita memahami sifat, habitat dan kegunaannya, mereka justu dapat menolong kita dan bermanfaat .bagi banyak hal.
Senjata api bisa menjadi penolong saat kita berhadapan dengan penjahat, obat bius dapat membantu kita mengatasi rasa sakit atau saat operasi begitu juga halnya dengan alcohol.
Artinya, saat kita memandang suatu benda atau sifat seseorang dan memberikan penilaian bahwa benda atau sifat itu buruk atau jelek, sesungguhnya, kita belum memahami sifat dan manfaaat yang terkandung di dalamnya.
Segala yang terasa dalam jiwa sebenarnya bukan disebabkan hal-hal atau benda-benda yang ada di luar jiwa kita, juga bukan karena sifat yang menyertainya. Hal itu semata-mata karena kemampuan kita mengelola rasa dan jiwa kita.
Kenistaan bukan karena sifat benci dan marah yg ada, semua karena kurangnya pemahaman kita pada sifat-sifat tersebut diatas
Apa jadinya ketika seorang anak yang melakukan kesalahan justru kita puji? Atau kita diam saja ketika orang yang kita sayangi digoda atau dilecehkan orang?
Setelah kita mengetahui manfaat marah, benci dan sederet hal buruk lainya haruskah kita kubur dan kita bunuh hal – hal tersebut dari kamus jiwa kita ?
Bukan orang yang melakukan hal-hal buruk yang harus kita benci, tapi kita harus marah dan benci pada hal – hal buruk itu sendiri.
Susah????
Iya betul, saya juga susah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tapi saya berjuang terus supaya saya bisa mengelola perasaan marah dan benci itu, menempatkannya pada tempat dan waktu yang tepat sehingga perasaan itu sungguh bermanfaat, setidaknya bagi diri saya sendiri.
Semarang 8 Juni 2012
dedicated to embun pagi yg selalu menginspirasiku
June 13th, 2012 at 21:26
Meita, saya ga gitu ngerti apa yg mau saya doakan utk Meita.
Ini saya berbagi cerita doang ya. Siapa tahu ada yg baca dan bisa mengambil manfaatnya.
Saya pernah dengar dari salah satu hamba Tuhan yg sungguh cinta Tuhan. Dia ini cowo dan dia cerita bahwa dia dulu suka masturbasi dan juga pornography. Nah ketika dia lahir baru, dia ngerti ini ga baik dan ingin berubah. Dia minta didoain, minta di tumpang tangani sama hamba2 Tuhan terkenal. Tapi ya tetep saja ga bisa lepas. Sampai puasa segala. Nah pas suatu waktu dia teriak dan tanya kenapa dia koq susah sekali lepas dari kebiasaan ini. Roh Tuhan bicara sama dia yang kalau pakai bahasa saya itu kurang lebih intinya,”Nak, Aku itu nunggu kamu. Kalau kamu memang sudah bener2 tidak meninginin lagi, Aku akan kerja sama dengan kamu.” Nah sejak itu dia ada kekuatan melawan nya.
Saya pernah beberapa kali tanya2 sama org2 yg memiliki hubungan yg sangat intim sama Tuhan dan saya minta di tumpang tangani utk di doakan supaya saya memiliki kepekaan dan memiliki hub yang intim sama Tuhan. Mereka (dalam kesempatan yg berbeda2) jawabnya sama:
a. Kepekaan mendengar suara Tuhan didapat dari meluangkan waktu sama Dia.
b. Hubungan yang intim didapat ketika seseorang memilih utk mengutamakan berada di hadiratNya hanya untuk hadiratNya (kadang godaannya bisa program tv kesukaan, hobi tertentu, internetan, dll)
Kalau kasih mula2 sih memang kudu minta sama Tuhan dan ini sudah saya doakan untuk Meita
Apa yang kita baca, tonton, dengar juga mempengaruhi kehidupan rohani kita. Teman2 kita juga mempengaruhi juga dimana kita beribadah.
Perlu sekali untuk jangan selalu pindah2 gereja. Cari gereja yang hidup. Tapi jelas tidak ada gereja yg sempurna
Kudu mau dimuridkan. Kalau pindah2 ibadah tiap minggu susah utk berakar dan dimuridkan dan tumbuh didalam Tuhan
June 13th, 2012 at 12:32
Linda sayaaaaaaaaaaaaaaanggggggggggggggggg. Aku tahu dirimu sayang padaku kan????? wkwkwkwk….
Nyatanya kita masih berbalas komen lho……
Muahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
June 13th, 2012 at 12:30
eh, salah, deng. bukan malas baca artikel-artikelmu, karena setiap artikel tayang di Baltyra pasti ku baca. Yang bener, asekarang jadi malas ajah komentari artikelnya Meita, huaahuahahahaha….

June 13th, 2012 at 12:28
hhuauauauauaaaaaaaaaaaaa.. dari Linda aku belajar malas ya….wkwkwkwkk thank you Linda…. I have no any objection…wkkwkwkwk
June 13th, 2012 at 12:25
Meita : ya, begitulah. jadi malas aja rasanya baca artikel-artikelmu
