Tuesday, 12 June 2012
Josh Chen – Global Citizen
Liburan bulan Desember 2011 kami isi dengan berkunjung ke Bromo dan Jawa Timur. Saya tidak akan menceritakan detail perjalanan ke Bromo karena sudah buanyak artikel mengenai Bromo dan segala penjelasannya mulai dari kendaraan, penginapan/akomodasi, dan foto-fotonya, dsb, dsb.
Beberapa artikel tentang Bromo sebelumnya:
Semeru – Menggapai Puncak Dewata
Tour de Bromo – Demi Sekantung Eidelweiss
Kali ini saya hanya ingin mengajak para sahabat untuk menikmati Bromo dari sisi lain, bukan dari Gunung Penanjakan untuk menyaksikan matahari terbit, dimana pagi-pagi buta kita dibangunkan dari tidur dan mulai mendaki Penanjakan, atau foto-foto Bromo dari angle yang sudah biasa. Kali ini saya menjelajah padang pasir dan savana di dalam kaldera Bromo.
Kaldera Bromo yang berukuran 9 x 10 km merupakan wisata alam alternatif yang bisa dinikmati dengan ojek, jeep ataupun kuda. Kami sekeluarga mencobanya semua. Di hari pertama tiba di sana, sore harinya kami beriringan dengan ojek menjelajah savana, besoknya dengan jeep tetap mendaki Penanjakan, dalam perjalanan balik ke hotel kami menyempatkan berhenti dan membiarkan anak-anak berkuda berkeliling sekitar pura.
Dan inilah beberapa hasil jepretan Bromo Caldera: Desert & Savanna
Beberapa vegetasi savana:
Hamparan pasir:
Para “penghuni” padang pasir:
The Boys:
July 21st, 2012 at 17:22
Halo Mas JC,
Aku baru ke Bromo Juni lalu. Ternyata kawasan Bromo Tengger Semeru memang masih menyimpan pemandangan yang menakjubkan. Masih sama persis seperti jaman aku jadi guide free lance dulu tahun 80-90an.
Apalagi kalo lewat Malang (Ngadas), tambah buagusss lagi!
June 27th, 2012 at 09:55
mas JC…….aku baru lihat foto2 Bromo mu, waaah kereeen………siip markusip.
June 23rd, 2012 at 22:41
60 AKI BUTO : ini namanya mempekerjakan org spt budak…….jelas banget, dirimu yg gede, duwur, gagah perkasa…….mosok minta aku utk memanggul bek-pekmu????? mmgnya perlu aku kirimi pengilon???? biar tau klu kamu msh tetep buto dibanding aku dan DA?????
June 21st, 2012 at 16:33
mas Iwan: wah, mas Iwan lagi mecungul…hehehe…foto-foto di sini juga sebenarnya tidak direncanakan…
June 21st, 2012 at 16:31
Waduh..saya pernah nih ke “belakang Gunung Bromo” yang jarang dilewati. Sayang tidak foto-foto karena jaman itu jaman film rol jadi menghemat untuk di Malang. Lagi pula kami naik jeep dari Sukapura ke Malang lewat Tumpang. Pemandanganyaaaa…..hmmmm…lebih cantik dari foto ini. Walau kita tahu foto ini sudah cantik sekali memvisualkan sisi lain Bromo.
Bromo memang indah. Bahagia orang yang dikremasi dan abunya dibuang di segoro pasar di sana.
June 16th, 2012 at 14:36
Bung Gandalf….
Barusan Dj. telpon ke toko kamera langganan…dan tanya Canon EOS 500c
Dia tertawa dan memang harganya sekitar € 20.000,-
Tapi dia bilang kalau punya itu kamera, harus beli juga abjektifnya yang 30mm – 300 mm yang untuk Video.
Dj. tanya, harganya berapa….??? ( Dj. pikir tidak semahal kameranya )
Taunya …. Hampir Dj. jatuh dari sofe, saat di bilang hanya € 37.000,-
Hahahahahahahahahaha….!!!
Mimpi saja deh….
Tapi…..
Nothing is impossible to The Lord and to the people who believe in Him .
June 16th, 2012 at 13:09
Hahahahahahaha…..!!!
Bung Gandalf lucu…..!!!
Masa dimas akan kukut…???
Nanti bung Gandalf akan tercengang kalau dimas Josh Chen beli langsung 3 kamera.
1 untuk dia sendiri, 1 untuk bung Gandalf dan 1 lagi untuk Dj.
Kita doakan saja ya…. dia beli 3 Canon EOS C 500
June 16th, 2012 at 13:03
pak Dj: wah kalau di mana bedanya saya kurang tahu, yg saya tahu hanya persamaannya…
- sama-sama tidak terjangkau (buat saya)
- sama-sama diterima kalo ada yg ngasih ke saya
- sama-sama kamera terbaik dari masing-masing merk
eh ralat, ternyata masih ada Canon EOS C500 yg lebih TOPPP lagi (sekitar 30.000 USD)
siapa tahu pak Dj berminat juga…
JC: bisa, bisa…
bisa langsung kukut,
bisa dilikuidasi sisan…
June 16th, 2012 at 12:58
pak Djoko: waduh, pusing saya lihatnya, langsung berkunang-kunang dan kepala cekot-cekot lihat harga Euro sekian-ribu gitu…
———————————————————–
Dimas….
Mbok ya jangan dibikin pusing, lha biar Euro juga hanya kertas saja kok….
Hahahahahahahaha….!!!
Kalau dibikin puusing, nanti malah stress lho ya….
Selamat berakhir pakan dan jangan mikir Euro…. hahahahaha….!!!