Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Kinder Tagesstätte

Tuesday, 12 June 2012

Viewed 2442 times, 1 times today | 90 Comments |

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA …..

Kali ini Dj. ingin sedikit mebikin oret-oretan, tentang Taman Kanak-kanak di Mainz. Tepatnya, dimana istri Dj. bekerja, karena ini yang memungkinkan untuk Dj. ceritakan. Dj. bikin oret-oretan ini, karena tau bahwa di BalTyRa, banyak juga yang berprofesi sebagai guru, entah guru apa saja. Apakah guru Tari, guru taman kanak-kanak, guru SD, SMP, atau bahkan SMA dan yang lainnya.

Dimana Susi bekerja, sebenarnya bukan di Kinder Garten (taman kanak-kanak) lagi, tapi lebih tepat disebut sebagai “KINDER TAGESSTÄTTE “ (Taman kanak-kanak sehari penuh) karena dari Jam 7:00 pagi, sampai jam 16:00 sore. Di taman kanak-kanak di Jerman, pada umumnya dimulai dengan anak yang berumur 3 tahun s/d 6 tahun. Sedang Kinder Tagesstätte, ada juga anak yang berumur 2 tahun, ya bahkan mungkin 1 tahun.

Tapi dari dua-duanya, anak-anak lebih banyak bermain dan tidak belajar menulis, membaca, apalagi berhitung. Yang diutamakan adalah hubungan sosial diantara anak-anak, baik yang besar, pun yang kecil. Di samping itu, mereka lebih banyak belajar tentang kehidupan sehari-hari.

Misalnya :

- Belajar bermain dengan teman yang lebih kecil dan turut mengawasinya.

- Misalnya juga belajar menggunting, atau memegang gunting dengan benar, membedakan warna dan yang lainnya.

- Belajar tentang alat-alat dapur yang boleh mereka gunakan dan mana yang berbahaya, yang mereka harus hati-hati.

- Mereka bersama-sama ke Air Port, untuk mengetahui, apa itu Air Port, apa itu pesawat, Pilot dan apa saja yang ada di Air Port.

Pernah, saat Garuda masih terbang ke Frankfurt, teman Dj. Capt.Pilot Ananda dan Butje, mau berpose dengan anak-anaknya Susi. Jadi Susi tidak perlu bertanya ke Air Port Informasi untuk meminta apa ada pilot yang mau berphoto dengan anak-anak. Anak-anak sangat senang dan bangga, bahkan teman-teman Susi juga, karena Susi sebagai penterjemah, bila ada anak-anak yang bertanya.

- Mereka diajak pergi ke Pemadam kebakaran, agar kalau terjadi kebakaran, dibrumah atau dimana saja, mereka tidak ketakutan dan juga tidak panik. Bahkan mereka diajar untuk menelpon pemadam kebakaran (bagi anak yang sudah berumur 5-6 tahun).

- Tetap tenang dan tidak takut

- Diharap bisa memberi informasi dengan jelas,

- Apa yang terjadi.

- Dimana terjadi kejadiannya (alamat kejadian).

- Memberitahukan namanya.

Jadi tidak hanya telpon ada kebakaran dan telpon lalu ditutup, ini malah bikin repot pemadam kebakaran…. Hahahahaha….!!!  Saat mereka mendapat penjelasan dari seorang pemadam, alat-alat yang digunakan dan fungsinya.

Bahkan mereka satu persatu boleh duduk di mobil pemadam.

- Mereka juga diajak ke kantor polisi (lalu-lintas) untuk bisa mengenal dan tidak takut terhadap polisi. Mereka banyak mendapat informasi dari polisi yang begitu bersabar menjelaskan kepada anak-anak.

- Mereka diajar untuk bisa menyeberang jalan dengan benar, mengenal lampu merah-hijau di perempatan dan menggunakannya.

Dan akhir dari kunjungan mereka, anak-anak juga boleh duduk di atas sepedamotor polisi, hanya untuk ambil photo saja.

- Mereka juga diajak ke Rumah Sakit, sekedar mengetaui apa itu Rumah Sakit dan apa yang ada di dalamnya. Agar mereka juga tidak ada rasa takut, bila satu saat harus ke dibawa ke Rumah Sakit. Nah ini saat mereka diperkenalkan dengan mobil Ambulanz dan mendapat penjelasan dari seorang dokter.

Dan satu persatu, mereka juga merasakan tidur di atas tempat tidur yang akan diangkut oleh mobil Ambulanz. Pura-pura sebagai Patien.

Ini semua menjadi program dari taman kanak-kanak dan hanya untuk mereka di tahun terakhir di Ki-Ta. Dengan demikian, berharap agar anak-anak tidak ada rasa takut dan bahkan siapa tau mereka sudah bisa memilih cita-cita mereka. Apakah mereka tertarik untuk jadi dokter, perawat, pilot, pramugari, polisi, atau sebagai pemadam kebakaran.

Nah baiklah Dj. tidak akan banyak cerita lagi dan ini berapa photo yang Dj. ambil di Ki-Ta (“Kinder Tagesstätte”) dimana Susi bekerja.

Photo dari depan Ki-Ta, banyak mobil orang tua yang mengantar anak-anak mereka.

Dari belakang Ki-Ta

Di depan kelas, ada tempat untuk menggantung Jacket, mantel, menaruh sepatu, juga tas berisi pakaian untuk senam. Walau mereka masih kecil-kecil, mereka melakukannya sendiri, juga memakai sepatu untuk di dalam ruangan, atau berganti sepatu saat mau keluar gedung.

Ruang-ruang kelompok..

Ruang untuk bermain senam, mereka boleh bergerak semaunya, hanya tetap daalam pengawasan gurunya.

WC dan kamar mandi untuk anak-anak dan bukan untuk orang dewasa.

Ruang untuk mengganti popok, bagi yang masih belum bersih, biasanya yang di bawah umur 3 tahun. Masih suka ngompol seperti mbak DA. hahahahahaha….!!!

Kalau mereka sudah bersih, maka siang mereka juga bisa tidur, malah diharap mereka akan tidur, walau tidak semua anak-anak mau tidur. Ini salah satu ruangan dimana mereka bisa tidur dan jelas ada yang mengawasi mereka.

Dapur untuk membagi makanan yang datang dari salah satu organisasi dan juga untuk cuci peralatan. Jadi bukan untuk masak. Jadi, anak-anak sarapan dan makan siang di Ki-Ta dan disitu juga para pendidik juga makan bersama. Di situ juga dianggap sebagai istirahat para pendidik, jadi dari jam 7:00 – 16:00 tidak ada istirahat yang sebenarnya.

Seperti pekerja kantor, toko atau di pabrik, misalnya jam 9:00 istirahat sarapan dan jam 12:00 istirahat makan siang. Para pendidik tetap siap untuk melayani anak-anak. Entah kalau di Indonesia…???

Gudang …

Kantor, maaf Dj. lupa ambil photo ruang rapat pendidik. Karena setiap hari Senin, para pendidik, tidak hanya bekerja sampai jam 16:00. Tapi mereka ada “Team” atau meeting sampai jam 18:00. Susi yang paling bahagia, karena Ki-Ta nya persis di belakang rumah, jadi sangat dekat.

Lho ini Dj. hanya photo ruangan saja, lha anak-anaknya dimana….??? Sabaaaaaaaarrrrr….!!! Anak-anaknya, Dj. usir keluar dan di taman belakang Ki-Ta, dimana Dj. akan ambil photo mereka, (photo bersama).

Okay, itu sedikit tentang Kinder Tagesstätte atau disingkat menjadi Ki-Ta.. Yang belajar kehidupan sosial dan apa yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang “mungkin” sedikit lain, anak-anak di Jerman pada umumnya, sudah diajak turut berbicara. Dj. ingat saat Dj. masih kecil, bahkan sudah sedikit besar, selalu harus menerima kata-kata seperti ini. KAMU ITU TAU APA…??? !!! (Pendapat anak-anak, jarang sekali dihargai).

Sedang di Jerman, anak-anak selalu diikut sertakan, bahkan tidak jarang, mereka diminta pendapat (idee) nya. Kalau seorang ayah atau ibu marah kepada anaknya, biasanya mereka tidak marah dengan kata-kata teriakan, apalagi mukul. Mereka akan mengundang si anak dan akan berkata “ WIR MUSSEN REDEN “ (Kita harus berbicara).

Dulu Dj. suka heran kalau bertamu di keluarga Jerman dan sang ayah berkata kepada anaknya, kalau bikin kesalahan. “SPÄTER WIR MUSSEN REDEN “ (Nanti kita harus berbicara), jadi anak-anak kecilpun, mereka juga sudah harus bisa bertanggung jawab akan apa yang mereka perbuat, baik kesalahan atau satu perbuatan yang baik. Dj. ingat dulu, kalau bikin kesalahan, langsung saja PLAAAAAK….!!! Ke pipi…. Hahahahaha…!!!

Semoga bagi para guru dan anda semuanya, boleh sedikit bermanfaat, melihat Ki-Ta di Mainz dan negara lain di Eropa, siapa tau di Belanda juga lain lagi. Mungkin nanti akan Dj. sambung dengan pesta anak-anak di Ki-Ta, dimana mereka bermain, bernyanyi dan menari ya…Bahkan mereka bikin theater yang benar-benar mengherankan kita, untuk mereka yang masih sangat kecil.

Maaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

 

Share This Post

Posted by Tuesday, 12 June 2012 on 11:34.

Categories: Info. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

90 Responses to “Kinder Tagesstätte”

Pages: « 9 8 7 6 5 4 3 2 [1]

  1. 10
    Dj. Says:

    Mbak Tri dan sobat yang lainnya…
    Terimakasih untuk jempolnya….!!!
    Salam manis dari kami di Mainz.

  2. 9
    Dj. Says:

    esti kristiyaningsih Says:
    June 12th, 2012 at 13:09

    bagus bgt pak foto2nya ! fasitasnya lhooo. berapa biaya masuk dan spp perbulannya yaa…….mesti mahal ya pak?!

    ————————————————————————————–

    Hallo Krist…..
    Puji TUHAN….!!!
    Akhirnya bisa mampir juga ya… TERIMAKASIH….!!!
    Baik biaya masuk, pun spp, semua gratis Krist.
    Tidak bayar sama sekali.
    Setiap daerah dimana orang tinggal, ada beberapa Ki-Ta.
    Seperti di daerah kami, ada Ki-Kta Kataholik, Pritestan, negara punya ( malah ada dua ).
    Nah orang tua, bisa mendaftarakan anaknya di Ki-Ta yang terdekat, agar tidak repot antar dan jemput.
    Dimana Susi kerja, adalah Ki-Ta Katholik, tapi bukan berarti semua anak-anaknya adalah anak-anak orang Katholik. Banyak dari protestan, ada yang moslim dan juga ada yang buda.
    Puji TUHAN….!!!
    Susi bisa merangkul mereka dengan baik dan bahkan satu saat, waktu akan ada pemberkatan anak-anak yang akan masuk SD. Susi harus bertanya kepada orang tuanya, apa dia boleh ikut di berkati atau tidak.
    Orang tuanya malah tertawa, karena ppertanyaan Susi. Nah karenna si anak hampir setiap hari cerita tentang Yesus, mengapa dia tidak boleh diberkati di gereja…??? Puji TUHAN…!!! Susipun lega.
    Okay Krist, salam manis dari Mainz, untuk kalian sekeluarga dan cium sayang untuk cucu-cucu Dj. dirumah ya.

  3. 8
    Dj. Says:

    rainey Says:
    June 12th, 2012 at 12:32

    spp-nya berapa pak de?
    ——————————————————

    Mbak Rainey….
    Maaf Dj. tidak tau apa itu spp…???
    Tapi kalau yang dimaksud “mungkin” uang sekolah, atau bayaran tiap bulannya.
    Maka Dj. kasi tau ya, semua 0 besar….!!!
    Mereka tidak bayar sepeserpun.
    Dulu, sekitar 10 tahun yang lalu, hanya anak pertama yang bayar, anak ke 2 dan 3 gratis.
    sekarang semuana gratis. Juga untuk makan siang, untuk minuman ( sus, teh, atau air meniral ) juga gratis.
    Hanya sarapan, mereka bawa dari rumah, apa yang menjadi kesukaan mereka dan di kelas, mereka sarapan bersama.
    Salam manis dari Mainz mbak…

  4. 7
    Dj. Says:

    Hallo mas Joko P.
    Matur Nuwun mas, sudah mampir….
    Itulah mengapa Dj. pamerkan cerita diatas, agar bisa menjadi pemikiran kita semua.
    Bila mungkin bisa diterapkan di Indonesia, agar babe-babe kita diDPR atau apapun namanya,
    mau memikirkan hal ini demi anak-anak bangsa.
    Justr dari merekalah, akan tumbuh generasi yang akan memimpin bangsa kita kelak.
    Salam Sejahtera dari Mainz….

  5. 6
    Dj. Says:

    Mbak Erni…
    Terimakkasih mbak, sudah mampir dan senang membaca cerita diatas.
    Kalau mbak Erny senang, maka Dj. lebih senang lagi dan nanti ceritanya bisa Dj. lanjutkan…
    Satu saaat mbak Erny juga akan bisa ke Jerman, kalau mau…
    Salam manis dari Mainz…

  6. 5
    Dj. Says:

    Haallo BalTyRaer….!!!
    Selamat Pagi dari Mainz….
    Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa yang selalu menayangkan oret–oretan Dj.
    Semoga oret-oretan ini ada gunanya untuk yang ingin tau bagaimana Ki-Ta di Mainz.
    Siapa tau bisa sedikit sebagai contoh, kalau ada yang menginginkannya.
    Okay, salam manis dari Mainz, semoga BalTyRa selalu dibawah naungan Kkasih TUHAN…!!!

  7. 4
    esti kristiyaningsih Says:

    bagus bgt pak foto2nya ! fasitasnya lhooo. berapa biaya masuk dan spp perbulannya yaa…….mesti mahal ya pak?!

  8. 3
    rainey Says:

    spp-nya berapa pak de?

  9. 2
    Joko Prayitno Says:

    Wah photo2nya menarik…kayaknya jarang TK di Indonesia seperti itu..malah banyak hanya rumah tanpa halaman yang memadai untuk bermain anak2 apalagi ada ruang untuk tidur…bila ada TK-TK elit yang berbiaya sangat mahal….bayangin besok bisa punya TK seperti itu..hehehehehe…terimaksih pak DJ atas Infonya… Bisa jadi perbandingan….

  10. 1
    erni Says:

    makasih ya DJ, tambah wawasan nich akiu.. walau belum pernah kejerman tapi senang bisa baca cerita DJ tentang Ki-Ta. GBU

Pages: « 9 8 7 6 5 4 3 2 [1]

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)