Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Kinder Tagesstätte

Tuesday, 12 June 2012

Viewed 2365 times, 2 times today | 90 Comments |

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA …..

Kali ini Dj. ingin sedikit mebikin oret-oretan, tentang Taman Kanak-kanak di Mainz. Tepatnya, dimana istri Dj. bekerja, karena ini yang memungkinkan untuk Dj. ceritakan. Dj. bikin oret-oretan ini, karena tau bahwa di BalTyRa, banyak juga yang berprofesi sebagai guru, entah guru apa saja. Apakah guru Tari, guru taman kanak-kanak, guru SD, SMP, atau bahkan SMA dan yang lainnya.

Dimana Susi bekerja, sebenarnya bukan di Kinder Garten (taman kanak-kanak) lagi, tapi lebih tepat disebut sebagai “KINDER TAGESSTÄTTE “ (Taman kanak-kanak sehari penuh) karena dari Jam 7:00 pagi, sampai jam 16:00 sore. Di taman kanak-kanak di Jerman, pada umumnya dimulai dengan anak yang berumur 3 tahun s/d 6 tahun. Sedang Kinder Tagesstätte, ada juga anak yang berumur 2 tahun, ya bahkan mungkin 1 tahun.

Tapi dari dua-duanya, anak-anak lebih banyak bermain dan tidak belajar menulis, membaca, apalagi berhitung. Yang diutamakan adalah hubungan sosial diantara anak-anak, baik yang besar, pun yang kecil. Di samping itu, mereka lebih banyak belajar tentang kehidupan sehari-hari.

Misalnya :

- Belajar bermain dengan teman yang lebih kecil dan turut mengawasinya.

- Misalnya juga belajar menggunting, atau memegang gunting dengan benar, membedakan warna dan yang lainnya.

- Belajar tentang alat-alat dapur yang boleh mereka gunakan dan mana yang berbahaya, yang mereka harus hati-hati.

- Mereka bersama-sama ke Air Port, untuk mengetahui, apa itu Air Port, apa itu pesawat, Pilot dan apa saja yang ada di Air Port.

Pernah, saat Garuda masih terbang ke Frankfurt, teman Dj. Capt.Pilot Ananda dan Butje, mau berpose dengan anak-anaknya Susi. Jadi Susi tidak perlu bertanya ke Air Port Informasi untuk meminta apa ada pilot yang mau berphoto dengan anak-anak. Anak-anak sangat senang dan bangga, bahkan teman-teman Susi juga, karena Susi sebagai penterjemah, bila ada anak-anak yang bertanya.

- Mereka diajak pergi ke Pemadam kebakaran, agar kalau terjadi kebakaran, dibrumah atau dimana saja, mereka tidak ketakutan dan juga tidak panik. Bahkan mereka diajar untuk menelpon pemadam kebakaran (bagi anak yang sudah berumur 5-6 tahun).

- Tetap tenang dan tidak takut

- Diharap bisa memberi informasi dengan jelas,

- Apa yang terjadi.

- Dimana terjadi kejadiannya (alamat kejadian).

- Memberitahukan namanya.

Jadi tidak hanya telpon ada kebakaran dan telpon lalu ditutup, ini malah bikin repot pemadam kebakaran…. Hahahahaha….!!!  Saat mereka mendapat penjelasan dari seorang pemadam, alat-alat yang digunakan dan fungsinya.

Bahkan mereka satu persatu boleh duduk di mobil pemadam.

- Mereka juga diajak ke kantor polisi (lalu-lintas) untuk bisa mengenal dan tidak takut terhadap polisi. Mereka banyak mendapat informasi dari polisi yang begitu bersabar menjelaskan kepada anak-anak.

- Mereka diajar untuk bisa menyeberang jalan dengan benar, mengenal lampu merah-hijau di perempatan dan menggunakannya.

Dan akhir dari kunjungan mereka, anak-anak juga boleh duduk di atas sepedamotor polisi, hanya untuk ambil photo saja.

- Mereka juga diajak ke Rumah Sakit, sekedar mengetaui apa itu Rumah Sakit dan apa yang ada di dalamnya. Agar mereka juga tidak ada rasa takut, bila satu saat harus ke dibawa ke Rumah Sakit. Nah ini saat mereka diperkenalkan dengan mobil Ambulanz dan mendapat penjelasan dari seorang dokter.

Dan satu persatu, mereka juga merasakan tidur di atas tempat tidur yang akan diangkut oleh mobil Ambulanz. Pura-pura sebagai Patien.

Ini semua menjadi program dari taman kanak-kanak dan hanya untuk mereka di tahun terakhir di Ki-Ta. Dengan demikian, berharap agar anak-anak tidak ada rasa takut dan bahkan siapa tau mereka sudah bisa memilih cita-cita mereka. Apakah mereka tertarik untuk jadi dokter, perawat, pilot, pramugari, polisi, atau sebagai pemadam kebakaran.

Nah baiklah Dj. tidak akan banyak cerita lagi dan ini berapa photo yang Dj. ambil di Ki-Ta (“Kinder Tagesstätte”) dimana Susi bekerja.

Photo dari depan Ki-Ta, banyak mobil orang tua yang mengantar anak-anak mereka.

Dari belakang Ki-Ta

Di depan kelas, ada tempat untuk menggantung Jacket, mantel, menaruh sepatu, juga tas berisi pakaian untuk senam. Walau mereka masih kecil-kecil, mereka melakukannya sendiri, juga memakai sepatu untuk di dalam ruangan, atau berganti sepatu saat mau keluar gedung.

Ruang-ruang kelompok..

Ruang untuk bermain senam, mereka boleh bergerak semaunya, hanya tetap daalam pengawasan gurunya.

WC dan kamar mandi untuk anak-anak dan bukan untuk orang dewasa.

Ruang untuk mengganti popok, bagi yang masih belum bersih, biasanya yang di bawah umur 3 tahun. Masih suka ngompol seperti mbak DA. hahahahahaha….!!!

Kalau mereka sudah bersih, maka siang mereka juga bisa tidur, malah diharap mereka akan tidur, walau tidak semua anak-anak mau tidur. Ini salah satu ruangan dimana mereka bisa tidur dan jelas ada yang mengawasi mereka.

Dapur untuk membagi makanan yang datang dari salah satu organisasi dan juga untuk cuci peralatan. Jadi bukan untuk masak. Jadi, anak-anak sarapan dan makan siang di Ki-Ta dan disitu juga para pendidik juga makan bersama. Di situ juga dianggap sebagai istirahat para pendidik, jadi dari jam 7:00 – 16:00 tidak ada istirahat yang sebenarnya.

Seperti pekerja kantor, toko atau di pabrik, misalnya jam 9:00 istirahat sarapan dan jam 12:00 istirahat makan siang. Para pendidik tetap siap untuk melayani anak-anak. Entah kalau di Indonesia…???

Gudang …

Kantor, maaf Dj. lupa ambil photo ruang rapat pendidik. Karena setiap hari Senin, para pendidik, tidak hanya bekerja sampai jam 16:00. Tapi mereka ada “Team” atau meeting sampai jam 18:00. Susi yang paling bahagia, karena Ki-Ta nya persis di belakang rumah, jadi sangat dekat.

Lho ini Dj. hanya photo ruangan saja, lha anak-anaknya dimana….??? Sabaaaaaaaarrrrr….!!! Anak-anaknya, Dj. usir keluar dan di taman belakang Ki-Ta, dimana Dj. akan ambil photo mereka, (photo bersama).

Okay, itu sedikit tentang Kinder Tagesstätte atau disingkat menjadi Ki-Ta.. Yang belajar kehidupan sosial dan apa yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang “mungkin” sedikit lain, anak-anak di Jerman pada umumnya, sudah diajak turut berbicara. Dj. ingat saat Dj. masih kecil, bahkan sudah sedikit besar, selalu harus menerima kata-kata seperti ini. KAMU ITU TAU APA…??? !!! (Pendapat anak-anak, jarang sekali dihargai).

Sedang di Jerman, anak-anak selalu diikut sertakan, bahkan tidak jarang, mereka diminta pendapat (idee) nya. Kalau seorang ayah atau ibu marah kepada anaknya, biasanya mereka tidak marah dengan kata-kata teriakan, apalagi mukul. Mereka akan mengundang si anak dan akan berkata “ WIR MUSSEN REDEN “ (Kita harus berbicara).

Dulu Dj. suka heran kalau bertamu di keluarga Jerman dan sang ayah berkata kepada anaknya, kalau bikin kesalahan. “SPÄTER WIR MUSSEN REDEN “ (Nanti kita harus berbicara), jadi anak-anak kecilpun, mereka juga sudah harus bisa bertanggung jawab akan apa yang mereka perbuat, baik kesalahan atau satu perbuatan yang baik. Dj. ingat dulu, kalau bikin kesalahan, langsung saja PLAAAAAK….!!! Ke pipi…. Hahahahaha…!!!

Semoga bagi para guru dan anda semuanya, boleh sedikit bermanfaat, melihat Ki-Ta di Mainz dan negara lain di Eropa, siapa tau di Belanda juga lain lagi. Mungkin nanti akan Dj. sambung dengan pesta anak-anak di Ki-Ta, dimana mereka bermain, bernyanyi dan menari ya…Bahkan mereka bikin theater yang benar-benar mengherankan kita, untuk mereka yang masih sangat kecil.

Maaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

 

Share This Post

Posted by Tuesday, 12 June 2012 on 11:34.

Categories: Info. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

90 Responses to “Kinder Tagesstätte”

Pages: « 9 8 7 6 [5] 4 3 2 1 »

  1. 50
    Dj. Says:

    Benar yu…
    Untuk Dj. dua-duanya sama enaknya…. Hahahahahahaha….!!!

    Kalau yu Lani lihat, pasti bisa ngakak jungkir balik yu….

    Hari ini tidak nggaru tho yu…???

  2. 49
    Lani Says:

    MAS DJ : aku lbh suka kue strawberrynya dibanding dgn keju…….heheheh……sopo sing arep ngasih yo mas???? kecuali klu mampir dan mencobanya sendiri, kapan yooooooooo?

    hahahha lucu men, lucu dan asli??? ini pasti ulahnya Pam-Pam

  3. 48
    Dj. Says:

    Juehnya sudah sejak hari minggu dia bikin, tapi masih enak juga yu. Kueh dengan top Strawberry dan kueh keju.
    Kueh Strawberry nya sih sudah hari itu juga habis, sisa kuah keju dan yang tahan lama.

    Di FB kadang banyak yang lucu-lucu yang tidak ada di BalTyRa yu….Ya jangan menyita waktu tho yu…
    Dj. juga kalau ada waktu saja. Jadi santai saja, ada waktu lihat, kalau tidak ada yang lewatkan.
    Itu photo asli lho yu….. Hanya sangat lucu, tanya deh sama mbak DA dan mbak Elnino….

  4. 47
    Lani Says:

    MAS DJ : enak-e…..berselancar sambil membaui daging bakar……tinggal ngemplok yo mas hehehe……..emoh mas duwe FB krn jd nambah kerjaan lagi………rumah kita ini sj sdh cukup menyita wkt utk sekedar komentar sana sini…….kue apa mas? apakah mbakyu Susi yg bikin???? gmn cuaca malam ini?

  5. 46
    Dj. Says:

    Yu Lani, coba bikin FB , pasti Yu Lani bisa lihat sendiri….
    Wong tidak ada ruginya punya FB kok yu…
    Ini sedanag menunggu makan malam, setelah 2 jam yang lalu makan kueh dan minum susucoklat.
    Susi panggang daginng di ofen, baunya sudah kemana-mana… Hahahahahaha…!!!
    Di Mainz sudah jam 19:00

  6. 45
    Lani Says:

    MAS DJ : halah rak mungkin……..aku ndak punya FB jd ndak bs blasak-an kesana……….klu pun sampai ada fotoku, DA, El-nino disana…….plg itu plasu hehehe…….lagi ngapain mas saat ini? ini msh jam 6:43 pagi hr selasa di Kona

  7. 44
    Dj. Says:

    Yu Lani…Lho Pambres kan pernah ke Kona, ambil photo yu Lani, mbak DA dan mbak Elnino.
    O….ya, sayang yu Lani tidak lihat photonya di FB ya….
    Hahahahahahaha….!!!

  8. 43
    Lani Says:

    31 MAS DJ : halah, libur cm seminggu mana mau ke Kona dan Brazil???? cm kemringet, pegel linu2 dipesawat mas si Pam-Pam……….hahaha

  9. 42
    Dj. Says:

    HennieTriana Oberst Says:
    June 12th, 2012 at 21:19

    Mas Dj, pasti nyaman ya mbak Susi kerjanya nggak perlu jauh dari rumah.
    Saya suka juga lihat anak-anak, tapi untuk jadi pendidik seperti mbak Susi saya belum mampu, perlu kesabaran tinggi.
    Di Ki-Ga tempat Chiara di Jerman kami bayar walaupun tidak mahal. Besar jumlahnya juga berbeda tergantung berapa anak yang dimiliki tiap keluarga, makin sedikit anaknya, makin mahal biayanya.
    Salam manis untuk keluarga Mainz.
    —————————————————————

    Hennie….
    Danke Schön….!!!
    Itulah kebahagiaan Susi, kerja hanya 1 menit dari rumah.
    Tapi malah sering terlambat… hahahahahahaha….!!!
    Semua orang punya panggilan masing-masing, tidak semua orang bisa jadi dokter, atau insinyur atau pilot.
    Juga guru TK, memang harus sangat sabar…
    Kadang ada yang berantem, ada yang berak dicelana atau yang jatuh dsb…dsb….
    Setiap hari Dj. selalu dengar Susi cerita ini dan itu….
    Tappi itu adalah pilihannya…..
    Salam manis dari Mainz dan ciun sayang untuk Chiara ya….

  10. 41
    Dj. Says:

    J C Says:
    June 12th, 2012 at 21:28

    Pak Djoko, melihat Ki-Ta di sini, saya jadi ingat mendiang Mama yang guru TK. Jaman saya TK, jelas jauh sekali dibandingkan yang ini. Beberapa TK di Indonesia sudah ada yang bisa disejajarkan dengan Ki-Ta di Jerman, walaupun tentu saja tidak gratis dan tidak murah.

    Melihat beberapa foto di artikel ini jadi ingat tempat bermain anak-anak yang bernama KidZania…

    ——————————————————————————–

    Dimas Josh Chen….
    Matur Nuwun, sudah mampir…
    Oooo… Alm. Mama juga guru T.K. juga ya…..
    Ya itu jelas dimas, disamping waktu yang berbeda.
    dj. malah saaat di TK masih nyeker… hahahahahahaha….!!!
    SSalam manis dari Mainz….

Pages: « 9 8 7 6 [5] 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)