Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Kinder Tagesstätte

Tuesday, 12 June 2012

Viewed 2437 times, 1 times today | 90 Comments |

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA …..

Kali ini Dj. ingin sedikit mebikin oret-oretan, tentang Taman Kanak-kanak di Mainz. Tepatnya, dimana istri Dj. bekerja, karena ini yang memungkinkan untuk Dj. ceritakan. Dj. bikin oret-oretan ini, karena tau bahwa di BalTyRa, banyak juga yang berprofesi sebagai guru, entah guru apa saja. Apakah guru Tari, guru taman kanak-kanak, guru SD, SMP, atau bahkan SMA dan yang lainnya.

Dimana Susi bekerja, sebenarnya bukan di Kinder Garten (taman kanak-kanak) lagi, tapi lebih tepat disebut sebagai “KINDER TAGESSTÄTTE “ (Taman kanak-kanak sehari penuh) karena dari Jam 7:00 pagi, sampai jam 16:00 sore. Di taman kanak-kanak di Jerman, pada umumnya dimulai dengan anak yang berumur 3 tahun s/d 6 tahun. Sedang Kinder Tagesstätte, ada juga anak yang berumur 2 tahun, ya bahkan mungkin 1 tahun.

Tapi dari dua-duanya, anak-anak lebih banyak bermain dan tidak belajar menulis, membaca, apalagi berhitung. Yang diutamakan adalah hubungan sosial diantara anak-anak, baik yang besar, pun yang kecil. Di samping itu, mereka lebih banyak belajar tentang kehidupan sehari-hari.

Misalnya :

- Belajar bermain dengan teman yang lebih kecil dan turut mengawasinya.

- Misalnya juga belajar menggunting, atau memegang gunting dengan benar, membedakan warna dan yang lainnya.

- Belajar tentang alat-alat dapur yang boleh mereka gunakan dan mana yang berbahaya, yang mereka harus hati-hati.

- Mereka bersama-sama ke Air Port, untuk mengetahui, apa itu Air Port, apa itu pesawat, Pilot dan apa saja yang ada di Air Port.

Pernah, saat Garuda masih terbang ke Frankfurt, teman Dj. Capt.Pilot Ananda dan Butje, mau berpose dengan anak-anaknya Susi. Jadi Susi tidak perlu bertanya ke Air Port Informasi untuk meminta apa ada pilot yang mau berphoto dengan anak-anak. Anak-anak sangat senang dan bangga, bahkan teman-teman Susi juga, karena Susi sebagai penterjemah, bila ada anak-anak yang bertanya.

- Mereka diajak pergi ke Pemadam kebakaran, agar kalau terjadi kebakaran, dibrumah atau dimana saja, mereka tidak ketakutan dan juga tidak panik. Bahkan mereka diajar untuk menelpon pemadam kebakaran (bagi anak yang sudah berumur 5-6 tahun).

- Tetap tenang dan tidak takut

- Diharap bisa memberi informasi dengan jelas,

- Apa yang terjadi.

- Dimana terjadi kejadiannya (alamat kejadian).

- Memberitahukan namanya.

Jadi tidak hanya telpon ada kebakaran dan telpon lalu ditutup, ini malah bikin repot pemadam kebakaran…. Hahahahaha….!!!  Saat mereka mendapat penjelasan dari seorang pemadam, alat-alat yang digunakan dan fungsinya.

Bahkan mereka satu persatu boleh duduk di mobil pemadam.

- Mereka juga diajak ke kantor polisi (lalu-lintas) untuk bisa mengenal dan tidak takut terhadap polisi. Mereka banyak mendapat informasi dari polisi yang begitu bersabar menjelaskan kepada anak-anak.

- Mereka diajar untuk bisa menyeberang jalan dengan benar, mengenal lampu merah-hijau di perempatan dan menggunakannya.

Dan akhir dari kunjungan mereka, anak-anak juga boleh duduk di atas sepedamotor polisi, hanya untuk ambil photo saja.

- Mereka juga diajak ke Rumah Sakit, sekedar mengetaui apa itu Rumah Sakit dan apa yang ada di dalamnya. Agar mereka juga tidak ada rasa takut, bila satu saat harus ke dibawa ke Rumah Sakit. Nah ini saat mereka diperkenalkan dengan mobil Ambulanz dan mendapat penjelasan dari seorang dokter.

Dan satu persatu, mereka juga merasakan tidur di atas tempat tidur yang akan diangkut oleh mobil Ambulanz. Pura-pura sebagai Patien.

Ini semua menjadi program dari taman kanak-kanak dan hanya untuk mereka di tahun terakhir di Ki-Ta. Dengan demikian, berharap agar anak-anak tidak ada rasa takut dan bahkan siapa tau mereka sudah bisa memilih cita-cita mereka. Apakah mereka tertarik untuk jadi dokter, perawat, pilot, pramugari, polisi, atau sebagai pemadam kebakaran.

Nah baiklah Dj. tidak akan banyak cerita lagi dan ini berapa photo yang Dj. ambil di Ki-Ta (“Kinder Tagesstätte”) dimana Susi bekerja.

Photo dari depan Ki-Ta, banyak mobil orang tua yang mengantar anak-anak mereka.

Dari belakang Ki-Ta

Di depan kelas, ada tempat untuk menggantung Jacket, mantel, menaruh sepatu, juga tas berisi pakaian untuk senam. Walau mereka masih kecil-kecil, mereka melakukannya sendiri, juga memakai sepatu untuk di dalam ruangan, atau berganti sepatu saat mau keluar gedung.

Ruang-ruang kelompok..

Ruang untuk bermain senam, mereka boleh bergerak semaunya, hanya tetap daalam pengawasan gurunya.

WC dan kamar mandi untuk anak-anak dan bukan untuk orang dewasa.

Ruang untuk mengganti popok, bagi yang masih belum bersih, biasanya yang di bawah umur 3 tahun. Masih suka ngompol seperti mbak DA. hahahahahaha….!!!

Kalau mereka sudah bersih, maka siang mereka juga bisa tidur, malah diharap mereka akan tidur, walau tidak semua anak-anak mau tidur. Ini salah satu ruangan dimana mereka bisa tidur dan jelas ada yang mengawasi mereka.

Dapur untuk membagi makanan yang datang dari salah satu organisasi dan juga untuk cuci peralatan. Jadi bukan untuk masak. Jadi, anak-anak sarapan dan makan siang di Ki-Ta dan disitu juga para pendidik juga makan bersama. Di situ juga dianggap sebagai istirahat para pendidik, jadi dari jam 7:00 – 16:00 tidak ada istirahat yang sebenarnya.

Seperti pekerja kantor, toko atau di pabrik, misalnya jam 9:00 istirahat sarapan dan jam 12:00 istirahat makan siang. Para pendidik tetap siap untuk melayani anak-anak. Entah kalau di Indonesia…???

Gudang …

Kantor, maaf Dj. lupa ambil photo ruang rapat pendidik. Karena setiap hari Senin, para pendidik, tidak hanya bekerja sampai jam 16:00. Tapi mereka ada “Team” atau meeting sampai jam 18:00. Susi yang paling bahagia, karena Ki-Ta nya persis di belakang rumah, jadi sangat dekat.

Lho ini Dj. hanya photo ruangan saja, lha anak-anaknya dimana….??? Sabaaaaaaaarrrrr….!!! Anak-anaknya, Dj. usir keluar dan di taman belakang Ki-Ta, dimana Dj. akan ambil photo mereka, (photo bersama).

Okay, itu sedikit tentang Kinder Tagesstätte atau disingkat menjadi Ki-Ta.. Yang belajar kehidupan sosial dan apa yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang “mungkin” sedikit lain, anak-anak di Jerman pada umumnya, sudah diajak turut berbicara. Dj. ingat saat Dj. masih kecil, bahkan sudah sedikit besar, selalu harus menerima kata-kata seperti ini. KAMU ITU TAU APA…??? !!! (Pendapat anak-anak, jarang sekali dihargai).

Sedang di Jerman, anak-anak selalu diikut sertakan, bahkan tidak jarang, mereka diminta pendapat (idee) nya. Kalau seorang ayah atau ibu marah kepada anaknya, biasanya mereka tidak marah dengan kata-kata teriakan, apalagi mukul. Mereka akan mengundang si anak dan akan berkata “ WIR MUSSEN REDEN “ (Kita harus berbicara).

Dulu Dj. suka heran kalau bertamu di keluarga Jerman dan sang ayah berkata kepada anaknya, kalau bikin kesalahan. “SPÄTER WIR MUSSEN REDEN “ (Nanti kita harus berbicara), jadi anak-anak kecilpun, mereka juga sudah harus bisa bertanggung jawab akan apa yang mereka perbuat, baik kesalahan atau satu perbuatan yang baik. Dj. ingat dulu, kalau bikin kesalahan, langsung saja PLAAAAAK….!!! Ke pipi…. Hahahahaha…!!!

Semoga bagi para guru dan anda semuanya, boleh sedikit bermanfaat, melihat Ki-Ta di Mainz dan negara lain di Eropa, siapa tau di Belanda juga lain lagi. Mungkin nanti akan Dj. sambung dengan pesta anak-anak di Ki-Ta, dimana mereka bermain, bernyanyi dan menari ya…Bahkan mereka bikin theater yang benar-benar mengherankan kita, untuk mereka yang masih sangat kecil.

Maaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

 

Share This Post

Posted by Tuesday, 12 June 2012 on 11:34.

Categories: Info. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

90 Responses to “Kinder Tagesstätte”

Pages: « 9 8 [7] 6 5 4 3 2 1 »

  1. 70
    Dj. Says:

    Puji TUHAN….!!!
    Kalau masih diberi kesempatan untuk menyenangkan sesama.
    dari pada bikin susah orang lain… Hahahahahahaha….!!!
    Semoga…ya….semoga…!!!

  2. 69
    Meitasari S Says:

    KakangDj, wah betul. Kalo di indo berbagi berkat or oleh2 atau makanan hal yg biasa dan sgt menyenangkan. Walo cuma kerupuk n lombok…

  3. 68
    Dj. Says:

    Mbak Elnino….
    Terimakasih sudah mampir…..
    Hahahahahahahahahahaha….!!!
    Lho kok Dj. yang dibilang nakal….???
    Kan bukan Dj. yang ambil photo….. hahahahahaha….!!!

    Apa kartu posnya sudah sampai…???
    Dj. kirim juga untuk Linda dan dia bilang sudah sampai.

    Mengenai Ki-Ta, Dj. yakin kalau di Indonesia pasti sudah ada.
    Kan orang Indonesia lebih kreatif.
    Nah itu dia, kemungkinana, hanya mereka yang berduit saja yang bisa menitipkan anak-anak di KiTa tsb ya….

    Salam manis untuk keluarga dirumah ya….

  4. 67
    elnino Says:

    Yu Lani, iya tuh, om Dj nakal. Masa dia upload foto suku mana gitu, kulit hitam, no bra, di-ler sebelah, trus dibilang foto kita bertiga. Kalo yu Lani liat pasti muring2 eh, ngakak guling2

    Di sini ada juga TK yg sistem belajarnya seperti Ki-Ta ini om… Fasilitasnya gak sebagus ini pastinya. Dan udah jelas gak mungkin gratis

  5. 66
    Dj. Says:

    Hallo mbak Ugie….
    Benar di tempat Susi bekerja, sudah gratis.
    Dulu hanya anak pertama yang bayar dan kalau ada adiknya yang juga di Ki-Ta, maka adiknya gratis.Tapi sekarang semua gratis, bahkan untuk makan siang dan minuman ( Susi, teh, air ) semua gratis.
    Tapi ini juga tergantung setiap negara bagia berbeda.
    Sepepprti kata Hennie, dimana dia tinggal, masih harus bayar dan itu tergantung pendapatan orang tuanya.
    Okay, salam manis dari Mainz.

  6. 65
    ugie Says:

    gratis. aduuh beruntung banget anak2 di Jerman . Salam manisss juga dr Jakarta .

  7. 64
    Dj. Says:

    Mbak Ugie…
    Terimakasih ya, sudah mampir….
    Kalau di Ki-Ta dimana Susi kerja, semua gratis.
    Juga Dj. rasa di negara bagian dimana kami tinggal.
    Tapi mbak Hennie katakan dimana dia tinggal, masih harus bayar….
    Salam manis dari Mainz ya….

  8. 63
    ugie Says:

    keren banget KTnya . ,. Mahalkah anak2 untuk bisa bersosialisasi di situ ? atau gratis ?.. . Salam buat bu Susi ya Pak Dj ..

  9. 62
    Dj. Says:

    Hallo mbak Alvina….
    Terimakasih sudah mampir….
    Benar memang, olehnya Susi suka cerita, kalau ada anak yang kurang seha, oleh Susi orang tuanya harus
    bawa pulang kerumah lagi, atau ke dokter, agar tidak menular ke anak yang lain. Atau kalau siang baru ketahuan, maka Susi akan telpon salah satu orang tuanya, agar anaknya diambil untuk dibawa pulang.
    Benar juga, dia teman mainnya anak-anak…. hahahahahaha…!!!
    Salam manis untuk keluarga dirumah ya…

  10. 61
    Alvina VB Says:

    Mas DJ,
    Kl di sini namanya Garderie/ Day Care. Anak2 dateng pagi2 di-drop org tuanya sblm kerja dan diambil stl org tuanya pulang kerja, jadi ya kegiatan sepanjang hari bersama guru2 garderie dan kawan2nya, termasuk tidur siang dan makan siang di sana juga. Ada plus minusnya juga, plusnya anak2 diajari utk mandiri dan bersosialisasi dgn kawannya, minusnya kl satu kena batuk/ pilek sekelas bisa kena semuanya. Salam buat Ibu Susy yg awet muda, lah temenannya sama anak2 sich….

Pages: « 9 8 [7] 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)