Istana Ratu Boko

Handoko Widagdo – Solo

 

Oh Ratu Boko, siapakah gerangan tuan? Lelaki kah dikau? Lelaki kah dikau? Perempuankah dikau? Tetapi mengapa sebutanmu bukan Raja Boko, tetapi Ratu Boko? Benarkah dikau seorang raja kejam?

Apakah kekejamanmu merupakan kreasi dari agama baru yang muncul saat akhir kejayaanmu? Namun istanamu menunjukkan toleransi. Dikau mewadahi kedua agama tersebut untuk melakukan puja di tempat yang sama.

Benarkah dikau adalah ayah dari Roro Jonggrang yang cantik jelita dan digandrungi oleh Bandung Bondowoso? Roro Jonggrang yang telah menipu sang jejaka perkasa untuk membangun seribu candi? Tapi konon menurut cerita, Bandung Bondowoso adalah anak dari Dewi Retnowulan dari jaman pasca Majapahit. Dewi cantik keturunan raja-raja Majapahit yang kembali ke Pengging. Bagaimana mungkin Bandung Bondowoso dari jaman Kraton Demak bisa melintas waktu ke jaman Syailindra? Untuk apakah cerita rakyat ini dibuat?

Benarkan tempat ini hanyalah sebuah pertapaan? Oleh sebab itu istanamu dicatat dengan nama Abhayagiri Vihara. Memang dari istanamu daku bisa melihat indahnya candi Prambanan dengan latar belakang Gunung Merapi. Saat pagi, mentari muncul dari balik gunung Merapi dan menyentuh mesra ujung Candi Prambanan. Namun jika ini adalah pertapaan, mengapa ada keputren dengan kolam luas dimana para putri bisa mandi telanjang?

Atau jangan-jangan van Boeckhlotz si peneliti Belanda yang dengan begitu saja menjumput kata ”Boko” dari masyarakat setempat? Padahal boko berarti bangau. Orang lokal menjuluki wilayahmu sebagai wilayah boko karena banyaknya bangau yang datang mencari rejeki di kolam-kolam bekas istanamu.

Sungguh tuan dan istana tuan adalah misteri…

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia.

Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

60 Comments to "Istana Ratu Boko"

  1. Handoko Widagdo  19 July, 2012 at 13:40

    Oh…dinda Nur Mberok… kupandang wajahmu dari puncak istanaku…

  2. Nur Mberok  19 July, 2012 at 12:56

    Oh Handoko…… siapakah dikau????????

  3. Handoko Widagdo  22 June, 2012 at 12:27

    Elnino, cerita Rara Jonggrang itu gabungan dari berbagai lapisan budaya. dari jaman Mataram Hindu sampai ke Kerajaan Demak dicampur jadi satu cerita. (Mirip Premortem).

  4. elnino  22 June, 2012 at 12:05

    Keren nih liputannya… Takjub membayangkan ratusan tahun lalu pernah ada kehidupan yg lain sebelum jaman kita sekarang. Kadang terpikir itu hanya dongeng, padahal nyata adanya.

  5. Handoko Widagdo  20 June, 2012 at 06:36

    Terima kasih Silvia.

    Linda memang sering dipakai prewedding. Namun ada juga yang gak mau membuat foto prewedding di lokasi ini karena khawatir kena kutuk Bandung Bondowoso, dimana perempuan-perempuan di wilayah ini akan sulit mencari jodoh.

  6. Linda Cheang  19 June, 2012 at 17:48

    sering dipake foto prewedding…

  7. Silvia  19 June, 2012 at 16:26

    Keren Ko jadinya…….

  8. Handoko Widagdo  18 June, 2012 at 15:34

    Joki memang tidak punya tanda tanya.

  9. Handoko Widagdo  18 June, 2012 at 14:57

    Kuda memang gak punya tanda tangan.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *