Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Istana Ratu Boko

Friday, 15 June 2012

Viewed 1868 times, 2 times today | 59 Comments |

Handoko Widagdo – Solo

 

Oh Ratu Boko, siapakah gerangan tuan? Lelaki kah dikau? Lelaki kah dikau? Perempuankah dikau? Tetapi mengapa sebutanmu bukan Raja Boko, tetapi Ratu Boko? Benarkah dikau seorang raja kejam?

Apakah kekejamanmu merupakan kreasi dari agama baru yang muncul saat akhir kejayaanmu? Namun istanamu menunjukkan toleransi. Dikau mewadahi kedua agama tersebut untuk melakukan puja di tempat yang sama.

Benarkah dikau adalah ayah dari Roro Jonggrang yang cantik jelita dan digandrungi oleh Bandung Bondowoso? Roro Jonggrang yang telah menipu sang jejaka perkasa untuk membangun seribu candi? Tapi konon menurut cerita, Bandung Bondowoso adalah anak dari Dewi Retnowulan dari jaman pasca Majapahit. Dewi cantik keturunan raja-raja Majapahit yang kembali ke Pengging. Bagaimana mungkin Bandung Bondowoso dari jaman Kraton Demak bisa melintas waktu ke jaman Syailindra? Untuk apakah cerita rakyat ini dibuat?

Benarkan tempat ini hanyalah sebuah pertapaan? Oleh sebab itu istanamu dicatat dengan nama Abhayagiri Vihara. Memang dari istanamu daku bisa melihat indahnya candi Prambanan dengan latar belakang Gunung Merapi. Saat pagi, mentari muncul dari balik gunung Merapi dan menyentuh mesra ujung Candi Prambanan. Namun jika ini adalah pertapaan, mengapa ada keputren dengan kolam luas dimana para putri bisa mandi telanjang?

Atau jangan-jangan van Boeckhlotz si peneliti Belanda yang dengan begitu saja menjumput kata ”Boko” dari masyarakat setempat? Padahal boko berarti bangau. Orang lokal menjuluki wilayahmu sebagai wilayah boko karena banyaknya bangau yang datang mencari rejeki di kolam-kolam bekas istanamu.

Sungguh tuan dan istana tuan adalah misteri…

 

Share This Post

Posted by Friday, 15 June 2012 on 10:53.

Categories: Jalan-jalan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

59 Responses to “Istana Ratu Boko”

Pages: « 6 5 4 [3] 2 1 »

  1. 30
    Handoko Widagdo Says:

    Bolehkah daku bertanya tentang tanda tanya kepada Mbakyu Probo?

  2. 29
    probo Says:

    situs Ratu Boko memang menimbulkan tanda tanya

  3. 28
    Handoko Widagdo Says:

    Saya tunggu japrinya Mbakyu Nu2K. Asal tidak kirim lelembut penghuni Istana Boko.

  4. 27
    Handoko Widagdo Says:

    Ayla…keindahan untaian kata membawa dikau terbawa? Pujian i ni sungguh membuatku bangga.

  5. 26
    Handoko Widagdo Says:

    Mas BJ, lha nek ratu kuntul atau raja blekok kan lebih parah. Masak kuntul dan blekok punya istana?

  6. 25
    Handoko Widagdo Says:

    Kangmas Djoko dan Lani, sebenarnya menjadi lebih rumit karena boko itu burung. Apakah Ratu punya burung?

  7. 24
    nu2k Says:

    Dimas Handoko, yuuuukkk.. Nanti ya kalau sudah mendekati dan tahu jadwalnya saya akan japrikan ke panjenengan.. Siapa tahu kita bisa sama-sama mencoba merasakannya…Waaahhh, sudah kebayang…
    Gr en prettig weekend, nu2k

  8. 23
    Anastasia Yuliantari Says:

    Pak Handoko menulisnya dalam untaian kata2 yg indah mempesona, membuat yang baca larut ke dalam kisahnya.

  9. 22
    Bagong Julianto Says:

    Mas Hand>>>

    Sepertinya nama Istana Ratu Boko berasal dari kata Boko yang dipungut oleh Londo peneliti saat itu…. Sayang dia nggak nemui kata Kuntul…..hehehe Istana Ratu Kuntul…… lebih keren nampaknya…..

    Suwunnnn…

  10. 21
    Lani Says:

    HAND, MAS DJ : lo, ini gimana? Jd ngomongin soal per-kelamin-an? Mmgnya Hand skrng belajar ilmu kedokteran? Trs yg dijadikan contoh diriku dan sdg cari tau DA……
    Wah, ini yg dinamakan sudrun tenan…..apa perlu nginep di Pakem ya? Hahahaha…….
    MBAK NUK : fotonya ndak jd? Jgn2 mmg banyak lelembutnya mbak……aku jd mrinding…….
    Yg difoto apa to mbak?

Pages: « 6 5 4 [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)