Handoko Widagdo – Solo
Oh Ratu Boko, siapakah gerangan tuan? Lelaki kah dikau? Lelaki kah dikau? Perempuankah dikau? Tetapi mengapa sebutanmu bukan Raja Boko, tetapi Ratu Boko? Benarkah dikau seorang raja kejam?
Apakah kekejamanmu merupakan kreasi dari agama baru yang muncul saat akhir kejayaanmu? Namun istanamu menunjukkan toleransi. Dikau mewadahi kedua agama tersebut untuk melakukan puja di tempat yang sama.
Benarkah dikau adalah ayah dari Roro Jonggrang yang cantik jelita dan digandrungi oleh Bandung Bondowoso? Roro Jonggrang yang telah menipu sang jejaka perkasa untuk membangun seribu candi? Tapi konon menurut cerita, Bandung Bondowoso adalah anak dari Dewi Retnowulan dari jaman pasca Majapahit. Dewi cantik keturunan raja-raja Majapahit yang kembali ke Pengging. Bagaimana mungkin Bandung Bondowoso dari jaman Kraton Demak bisa melintas waktu ke jaman Syailindra? Untuk apakah cerita rakyat ini dibuat?
Benarkan tempat ini hanyalah sebuah pertapaan? Oleh sebab itu istanamu dicatat dengan nama Abhayagiri Vihara. Memang dari istanamu daku bisa melihat indahnya candi Prambanan dengan latar belakang Gunung Merapi. Saat pagi, mentari muncul dari balik gunung Merapi dan menyentuh mesra ujung Candi Prambanan. Namun jika ini adalah pertapaan, mengapa ada keputren dengan kolam luas dimana para putri bisa mandi telanjang?
Atau jangan-jangan van Boeckhlotz si peneliti Belanda yang dengan begitu saja menjumput kata ”Boko” dari masyarakat setempat? Padahal boko berarti bangau. Orang lokal menjuluki wilayahmu sebagai wilayah boko karena banyaknya bangau yang datang mencari rejeki di kolam-kolam bekas istanamu.
Sungguh tuan dan istana tuan adalah misteri…
June 18th, 2012 at 13:43
AKI BUTO : wes sak-kerepmu…….ora opo2 kok…..diwolak-walik ben ora gosong…….gmn paket udah diambil???? selak apek kopine hahahah
June 18th, 2012 at 13:37
Halaaaaahhh…wis biasa kalau Lani, kuda dan joki diwolak-walik, pura-pura gak tahu dan gak ngeh…
June 18th, 2012 at 13:35
HAND : waaaaah nek ngono kliru dr tanda tanya jd tanda tangan……….sepurane yo
June 18th, 2012 at 06:53
Hennie, semoga tulisan ini memikatmu untuk mengunjungi Istana Boko.
June 17th, 2012 at 21:33
Ternyata penuh misteri Istana ini.
Saya baru tahu dari tulisan ini mengenai istana Ratu Boko.
Terima kasih mas Hand.
June 17th, 2012 at 07:42
Lani…sajake ini balasan terhadap kuda naik joki. Tanda tanya kok jadi tanda tangan?
Mbakyu Probo…memang saya sukanya tanya-tanya…tapi tidak suka Tanya, apalagi Tamiya.
June 17th, 2012 at 07:40
Kang Anoew…saat saya kirim ke JC, masih ada yang mandi, entah mengapa kok setelah ditayangkan tidak ada lagi. Mungkin mandinya sudah selesai.
June 17th, 2012 at 07:33
Silvia, saat mau menulis sebenarnya saya mengumpulkan banyak bahan. Saya baca banyak buku dan searching. semakin saya baca, semakin saya bingung. Setelah melihat foto-foto yang diambil oleh anakku, saya juga semakin bingung. Maka saya buat outline dengan pertanyaan-pertanyaan untuk membantu mengelompokkan bahan. Eh…setelah outline jadi kok malah lebih menarik daripada mengunyah ulang apa yang sudah ditulis oleh orang lain.
June 17th, 2012 at 00:25
ooo jadi itu tanda-nya suka ber-tanya…..
June 17th, 2012 at 00:05
HAND : knp tanya ke aku soal tandatangan????? kan kamu sendiri dan aki buto yg sibuk ngitungi tanda tangan????? jgn bikin bingung to, trs nglempar pertanyaan ke aku hehehe