Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Istana Ratu Boko

Friday, 15 June 2012

Viewed 1870 times, 4 times today | 59 Comments |

Handoko Widagdo – Solo

 

Oh Ratu Boko, siapakah gerangan tuan? Lelaki kah dikau? Lelaki kah dikau? Perempuankah dikau? Tetapi mengapa sebutanmu bukan Raja Boko, tetapi Ratu Boko? Benarkah dikau seorang raja kejam?

Apakah kekejamanmu merupakan kreasi dari agama baru yang muncul saat akhir kejayaanmu? Namun istanamu menunjukkan toleransi. Dikau mewadahi kedua agama tersebut untuk melakukan puja di tempat yang sama.

Benarkah dikau adalah ayah dari Roro Jonggrang yang cantik jelita dan digandrungi oleh Bandung Bondowoso? Roro Jonggrang yang telah menipu sang jejaka perkasa untuk membangun seribu candi? Tapi konon menurut cerita, Bandung Bondowoso adalah anak dari Dewi Retnowulan dari jaman pasca Majapahit. Dewi cantik keturunan raja-raja Majapahit yang kembali ke Pengging. Bagaimana mungkin Bandung Bondowoso dari jaman Kraton Demak bisa melintas waktu ke jaman Syailindra? Untuk apakah cerita rakyat ini dibuat?

Benarkan tempat ini hanyalah sebuah pertapaan? Oleh sebab itu istanamu dicatat dengan nama Abhayagiri Vihara. Memang dari istanamu daku bisa melihat indahnya candi Prambanan dengan latar belakang Gunung Merapi. Saat pagi, mentari muncul dari balik gunung Merapi dan menyentuh mesra ujung Candi Prambanan. Namun jika ini adalah pertapaan, mengapa ada keputren dengan kolam luas dimana para putri bisa mandi telanjang?

Atau jangan-jangan van Boeckhlotz si peneliti Belanda yang dengan begitu saja menjumput kata ”Boko” dari masyarakat setempat? Padahal boko berarti bangau. Orang lokal menjuluki wilayahmu sebagai wilayah boko karena banyaknya bangau yang datang mencari rejeki di kolam-kolam bekas istanamu.

Sungguh tuan dan istana tuan adalah misteri…

 

Share This Post

Posted by Friday, 15 June 2012 on 10:53.

Categories: Jalan-jalan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

59 Responses to “Istana Ratu Boko”

Pages: [6] 5 4 3 2 1 »

  1. 59
    Handoko Widagdo Says:

    Oh…dinda Nur Mberok… kupandang wajahmu dari puncak istanaku…

  2. 58
    Nur Mberok Says:

    Oh Handoko…… siapakah dikau????????

  3. 57
    Handoko Widagdo Says:

    Elnino, cerita Rara Jonggrang itu gabungan dari berbagai lapisan budaya. dari jaman Mataram Hindu sampai ke Kerajaan Demak dicampur jadi satu cerita. (Mirip Premortem).

  4. 56
    elnino Says:

    Keren nih liputannya… Takjub membayangkan ratusan tahun lalu pernah ada kehidupan yg lain sebelum jaman kita sekarang. Kadang terpikir itu hanya dongeng, padahal nyata adanya.

  5. 55
    Handoko Widagdo Says:

    Terima kasih Silvia.

    Linda memang sering dipakai prewedding. Namun ada juga yang gak mau membuat foto prewedding di lokasi ini karena khawatir kena kutuk Bandung Bondowoso, dimana perempuan-perempuan di wilayah ini akan sulit mencari jodoh.

  6. 54
    Linda Cheang Says:

    sering dipake foto prewedding…

  7. 53
    Silvia Says:

    Keren Ko jadinya…….

  8. 52
    Handoko Widagdo Says:

    Joki memang tidak punya tanda tanya.

  9. 51
    Handoko Widagdo Says:

    Kuda memang gak punya tanda tangan.

Pages: [6] 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)