Djoko Paisan – Mainz, Jerman
HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA…….
Petama Dj. ucapkan banyak terimakasih untuk semua komentar di oret-oretan Dj. minggu lalu. Untuk melanjutkan oret-oretan tentang Ki-Ta, dimana minggu lalu Dj. sudah banyak pamerkan tentang kadaan di Ki-Ta.
Baik kegiatan mengikuti kunjungan ke Air Port, Rumah Sakit, ke Pemadam Kebakaran, juga ke kantor Polisi. Juga banyak photo tentang ruang bermain, juga ruang-ruang yang lainnya.
Nah, kali ini Dj. ingin memperlihatkan dimana setiap tahunya di Ki-Ta juga diadakan Sommerfest (pesta musim panas). Jelas ini pesta dari anak-anak, juga untuk anak-anak di Ki-Ta….. Maksud Dj. sebelum Sommerfest, pengasuh dan semua anak-anak mulai membahas thema apa yang akan mereka sajikan. Dan idee-idee ini bukan dari pengasuh, tapi dari anak-anak….
Ini yang Susi ceritakan ke Dj. jadi pengasuh hanya bertanya, thema apa yang akan diambil…??? Nah, beberapa anak berkata… Hutan…!!! Apa yang kalian maksud dengan hutan, atau ada apa di hutan….???
Anak-anak mulai beri pendapat, misalnya… ada pohon…!!! Ada apa lagi…??? Ada burung…!!! yang lain teriak, ada tupai…!!! Ada semut…!!! Ada burung uhu…!!! Lama mereka membahas, sampai beberapa hari, tapi hasilnya juga bagus, karena hasil pikiran anak-anak dan bukan dari pengasuh… Pengasuh hanya memberi jalan, kalau satu saat, mereka tidak tau lagi, apa yang akan mereka bikin.
Setelah itu, pengasuh melaporkan kepada kumpulan orang tua. Di Ki-Ta , peran orang tua, apalagi yang sudah terpilih untk mengelola kegiatan di Ki-Ta juga. Baik orang tua yang terpilih, maupun yang menjadi anggota, mereka setiap bulannya ada uang iuran, untuk Ki-Ta. Jadi suara mereka juga sebisa mungkin didengar, karena mereka yang mencari dana untuk kemajuan di Ki-Ta.
Di sini, baik pengasuh, seperti Susi dan teman-temannya, tapi juga orang tua sangat aktif turut turun ke lapangan, untuk memeriahkan pesta, agar bisa berjalan dengan baik dan anak-anak mereka juga memiliki kenangan yang indah. Photo di bawah ini, baik pengasuh, pun orang tua yang turut sibuk, mereka mendapatkan bunga, sebagai tanda terimakaksih dari kepala wakil orang tua murid.
Dengan demikian, mereka merasa jerih payah mereka masih ada yang melihat dan mereka akan melakukanya lebih semangat lagi, untuk waktu yang akan datang. Wakil orang tua murid ini, setiap tahun dipilih ulang, bisa jadi orang yang sama dipilih lagi, tapi bisa jadi orang lain. Jadi di sini Dj. ingin katakan, kerjasama antara orang tua murid dan pengasuh di Ki-Ta harus berjalan baik.
Di sini ada satu keunikan yang kadang Dj. juga heran…Semua orang tua bikin kueh, entah kueh apa saja….Orang tua yang kerja di post (misalnya), membawa banyak balon dengan gas yang disumbangkan untuk anak-anak. Orang tua yang kerja di Bank, mereka mencari dana dari Bank dimana mereka kerja untuk Ki-Ta. Semua orang tua berusaha, agar Ki-Ta ini maju dan mereka sangat bersemangat sekali untuk menolong.
Mereka berikan kuehnya ke panitia dan beberapa orang tua ikut berjualan. Dan mereka juga yang beli, baik kueh maupun minuman sendiri….Dan uangnya mereka sumbangkan ke Ki-Ta, untuk membeli atau memerbaiki, bila ada mainan yang rusak, atau harus beli baru.
Saat orang tua jualan dan beli dan membikin apa saja, anak-anak mulai mempersiapkan diri berdandan. Karena mereka juga akan mempersembahkan mainan yang akan ditonton oleh orang tua, nenek, kakek ataupun saudara mereka. Pengasuh mereka hanya memberi kertas dan menggambar apa yang mereka harus gunting dan membuatnya sendiri. Susi menolong untuk memakaikannya.
Ada yang melamun, Dj. yakin masih harus mengingat, kata-kata apa yang mereka harus katakan nanti….
Akhirnya mereka keluar dari ruangan berhias dan menuju panggung rerumputan dengan penuh semangat…
Orang tua dan penonton sudah menunggu apa yang akan mereka sajikan…
Kisah sepasang burung di atas pohon yang menjagai telur-telurnya. Mereka harus bicara (berdialog) apa yang sedang terjadi.
Induk burung sedikit panik, terbang ke kiri dan ke kanan, karena dirasanya, bahwa udara semakin kotor dengan banyaknya mobil yang lewat, pesawat terbang yang keras suaranya dsb….. dsb……
Yang berbaju hijau adalah pohon dan mereka juga turut sedih, karena mereka juga merasakan hal yang sama.
Setelah mereka berbicara dengan binatang yang lainnya, maka….Tupaipun bermaksud membantu mereka untuk mencarikan tempat yang lebih baik…..
Seluruh binatang setuju untuk menolong sang burung dan telurnya…
Mereka berpikir dan mencari jalan, bagaimana memindahkan telur burung tersebut?
Akhirnya, semut-semut lah yang sangat kuat yang bisa memindahkan nya….
Semua bergembira dan di sini diperlihatkan untuk kegembiraan adalah katak yang bisa melompat-lompat….
Bahkan Burung UHU yang besarpun turut bergembira dengan mengibaskan sayapnya…..
Di malam hari pun, kelelawar juga turut menjagainya…
Di dalam adegan ini diperlihatkan…
1. udara yang kurang bersih yang diakibatkan oleh asap mobil dan pasawat.
2. Kalau binatang bisa bekerja sama, maka anak-anakpun diajar, agar bisa saling menolong.
Theater selesai, mereka puas dan bangga dengan usaha mereka untuk memperlihatkan kepada orang tua mereka.
Dan, sebagai hadiahnya…Mereka dihibur oleh seorang badut dengan kata-kata dan tingkah laku yang benar-benar sangat lucu. Bukan hanya untuk anak-anak aja, tapi orang tua mereka juga dibuatnya ngakak…..
Setelah hiburan dengan badut selama 25 menit, maka orang tua yang pandai merias, membawa dari rumah alat-alat untuk melukis wajah mereka satu persatu, jelas mereka dengan sabar…. antriiiiii…..
Nah nona di bawah ini, ibunya adalah orang Indonesia dan ayahnya Jerman (miirip dengan Hennie). Dia selalu berbahasa Indonesia dengan Susi.
Setelah itu anak-anak juga boleh melepaskan balon mereka, walau tidak semua anak mau melepaskannya…..
Anda bisa lihat, betapa tinggi balon mereka terbang…Atas kanan balon dan bawah kiri ada pesawat….
Dan hari Jumat tgl. 14 Juni kemarin, ada telpon dari Polandia dan Rumania, yang memberi kabar, mendapat balon yang jatuh di halaman rumah mereka. Jelas yang menemukan balon, akan mendapat hadiah kenang-kenangan dari Ki-Ta di Mainz. Ini juga salah satu kegembiraan bagi orang tua murid dan para pengasuh di Ki-Ta Mainz…
Setelah itu, mereka bebas untuk bermain dan orang tua mereka yang mengawasinya…
Nah… perhatian Dj. tertuju kepada si anak perempuan kecil ini yang turun-naik entah berapa kali, tiada rasa cape dan takut. Dj. lihat dia masih sangat kecil dan saat Dj. tanya Susi, benar, ternyata dia baru umur 2 tahun lebih dikit. Tapi dia naik dengan bawa balon dan yang dia panjat itu tali yang bergoyang. Tapi ini anak bisa dan tidak ada rasa takut sama sekali….
Dan inilah team yang mengasuh mereka setiap harinya…Dari Ki-Ta Katholik “ St. Rabanus Maurus “ di Mainz.
Nah itu tadi Sommerfest di Ki-Ta St. Rabanus Maurus tahun ini 2012 di Mainz. Dj. harap apa yang Dj. pamerka diatas bisa berkenan, bila tidak ya dilewatkan saja….hahahahaha…!!!
Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa, yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. dan anda semuanya yang selalu setia menantikan hari Selasa. Mohon maaf bila ada banyak kata-kata yang tidak berkenan.
Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya…
Salam manis dari Mainz….
Dj. 813
June 19th, 2012 at 23:34
Lani, kalau nyuri dondong, makannya dijepitkan lebih dulu di pintu. Brakoti saja semuanya, sak kulite sisan… kecut kiyer-kiyer ngulu idu……
June 19th, 2012 at 23:17
MAS DJ : kelanjutan critane njur piye mas, setelah nyolong kedondong, sampai dibawah udah ditunggu yg punya???? apakah dihukum disuruh makan tuh semua kedondong ampe kecirit-cirit wakakakak……..wetengku kram membayangkan klu itu bener2 terjadi……………
June 19th, 2012 at 23:07
Mbak Kornelya…
Terimakasih ya….
Memang itu tujuan pertama agar anak-anak mengenalm kehidupan yang sebenarnya.
Jadi sama ya, apa di Jerman atau di USA ya….
Salam manis dari Mainz…
June 19th, 2012 at 22:58
Bagong Julianto Says:
June 19th, 2012 at 22:28
Atau, malahan jadi komandan saja?! Kasih instruksi dari bawah, atau dari balik pagar?!
Hahaha…..
Suwunnn…..
—————————————————-
Dawah sami-sami mas…. Hahahahahahahaha…!!!
June 19th, 2012 at 22:57
Mas Bagong….
Terimakasih mas…
Memang demikian adanya…
Dulu saat pertama kali ke Eopa 1974 karena dengar apa kata orang..
Jjadi Dj. pikir orang Eropa itu egois, cuek, maunya sendiri dan sombong…
Ternyata yang Dj. lihat malah kebalikannya…
Terutama kalau kita sudah kenal…
Jadi, kesimpulannya, ya tergantung bagaimana kita membawakan diri….
Hahahahahahaha….!!!
Lho saat kecil malah pernak nyuri dondong dan saat tuurun, sudah ditunggu yang punya.
Semua teman sudah minggat semuanya….
Hahahahahahahaha….!!!
June 19th, 2012 at 22:28
Atau, malahan jadi komandan saja?! Kasih instruksi dari bawah, atau dari balik pagar?!
Hahaha…..
Suwunnn…..
June 19th, 2012 at 22:25
KangMas Dj>>>
Wong Jerman sama juga dengan Wong Jowo, rupanya…. Lha itu: gotong-royong; jumputan kue terus mangan ra mangan pokoke ngumpul sinambi ngan-manganan…….Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Rukun agawe santosa lan sak panunggalane…… ‘Ra maido iki….
“Nah… perhatian Dj. tertuju kepada si anak perempuan kecil ini yang turun-naik entah berapa kali, tiada rasa cape dan takut. Dj. lihat dia masih sangat kecil dan saat Dj. tanya Susi, benar, ternyata dia baru umur 2 tahun lebih dikit. Tapi dia naik dengan bawa balon dan yang dia panjat itu tali yang bergoyang. Tapi ini anak bisa dan tidak ada rasa takut sama sekali….
Wis, konangan saiki…..dulu ada yang takut naik dan curi mangga tetangga……
Suwunnnnn….
June 19th, 2012 at 22:16
Pa DJ, terima kasih, tulisan menarik mengenai nursery school a la Jerman. Deusche Ki Ga juga ada disini, beda dengan preschool & kindergarten Amerika yang hanya menerima murid dgn usia minimal 3 tahun. Deusche Ki Ga yang penting sudah bisa berdiri dan jalan boleh masuk.. Mengagumkan anak-anak ini diajarkan bersosialisasi dng kehidupan nyata melalui praktek.. Mereka sering menyumbangkan perishable food ke Food Bank/Pantry, datang dgn school bus, selain yg dimuat pakai truck, anak-anak ini juga ngantri tertib untuk menyerahkan sumbangan, menggemaskan lihat anak kecil 2 thn masih pakai pampers meluk cereal ukuran jumbo untuk disumbangkan. Setelah itu mereka duduk manis mendengarkan penjelasan dir food pantry mengenai orang-orang yg kurang beruntung tak dapat membeli makanan. Maka disarankan agar mereka tidak membuang makanan, bila ambil seperlunya, sehingga tersisa dan harus dibuang. Luar biasa. Salam.
June 19th, 2012 at 21:56
Balon warna apa mas, diisi air atau gas…???
Masalah isi sepertinya bisa apa saja, pakdhe. Yang menjadikan balon tersebut bisa melembung ataupun melambung kan, cara semprotnya. Masalah warna, transparant sepertinya lebih indah.
——————————————————————–
Mas Anoew…..
Kalau warna dan isinya boleh apa saja…
Sekarang mau yang mana….
Balon yang panjang, ya bulat, yang lonjong…???
Yang seperti Jeruk Bali, yang seperti papaya, atau yang seperti telur…???
Hahahahahahahaha….!!!
June 19th, 2012 at 21:53
Benar Hennie….
Kalau di Indonesia, kan dia paling tidak sudah sedikit bisa bhs Indonesia dan mengenal kultur orang Indonesia.
Nah ya, kami orang tua, hanya bisa mendoakan saja.
Tapi yang penting, dia saat ini baru berusaha menguruskan badan, agar bisa diterima sebagai pegawai negri ( Beamte ). Karena beda pendapatannya, bisa sampai € 1000,- / bulannya. Dan Beamte umur 55 sudah boleh pensiun ( katanya ). Tapi ya….seperti Hennie bilang, dia masih cukup muda….
Kami hanya kasi jalan, kalau dia bertanya….