Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Raden Saleh Hidup Kembali

Tuesday, 19 June 2012

Viewed 2746 times, 1 times today | 69 Comments |

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

ORANG Jerman bisa disebut lebih memiliki sosok Raden Saleh dibandingkan dengan orang Indonesia, tempat Raden Saleh pelukis ternama Indonesia berasal. Setelah 130 tahun lebih sejak sang pelukis wafat, baru pertama kalinya maha karya Raden Saleh dipamerkan.

Inilah pertama kali lukisan Raden Saleh dipamerkan di Indonesia dan di dunia. Orang-orang yang berada dibalik pameran lukisan Raden Saleh sejak 3-17 Juni 2012 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, kebanyakan orang berkebangsaan Jerman.

Werner Krauss adalah motor dari diwujudkannya pameran Raden Saleh di Indonesia (pemerintah Singapura minta juga pameran serupa diadakan di negeri mini itu tetapi ditolak). Bersama perusahaan dan lembaga dari Jerman seperti Goethe Institut, Deutschland und Indonesien (Jerin), Bayerische Motoren Werke (BMW), Kedutaan Besar Republik Federasi Jerman di Jakarta serta Galeri Nasional Indonesia, pameran ini terwujud dan sulit terulang dalam kurun 20-50 tahun lagi.

Tak hanya itu, banyak masyarakat seni melakukan upaya agar Raden Saleh dihargai kembali sebagai tokoh nasionalis, seniman, ilmuwan, perancang busana dan kosmopolitan pertama negeri ini. Termasuk juga dari Sahabat-Sahabat Raden Saleh yang dimotori oleh Dayan Layuk Allo yang juga pernah menulis di Baltyra.

Semua belum terlambat untuk memberikan tempat terhormat bagi Raden Saleh Syarif Bustaman di hati masyarakat Indonesia yang sudah menjadi haknya.(*)

 

Share This Post

Posted by Tuesday, 19 June 2012 on 09:23.

Categories: Budaya. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

69 Responses to “Raden Saleh Hidup Kembali”

Pages: « 7 6 5 [4] 3 2 1 »

  1. 40
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    mBak Kornelya, ada lho lukisan Raden Saleh di dinding Smithsonian Institute…

  2. 39
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Terima kasih Angela…

  3. 38
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Iya Tji Linda, lukisannya menakjubkan.

  4. 37
    Bagong Julianto Says:

    Bung Iwan>>>

    Raden Saleh, mooi indie…Mungkinkah beliau seperti Djoko Pekik yang punya dan memperkerjakan assistant dalam menghasilkan mahakaryanya? (seperti ditulis Nyai EQ)……

    Kini kita juga punya Dede Eri Supria…..

    Suwunnn…

  5. 36
    Lani Says:

    ISK : hehehe…….nampaknya kosa boso jowomu semangkin wokeh yo……..tuh, bs tahu PADALARANG= semuanya mahal……..pasti tiap malam dikursus sama istri tercinta ya?????

    salam bleb…..bleb….dr bleb….bleb……teruntuk si blep dirumah ya……….hahaha

  6. 35
    Kornelya Says:

    Pa Iwan, terima kasih untuk tulisannya yang tidak biasa alias spesial. Benar, lukisan Raden Saleh lebih banyak berada ditangan para kolektor lukisan dunia diluar negeri dibandingkan di Indonesia. Mengapa begini dan begitu?. Salam.

  7. 34
    Angela Januarti Says:

    Bagus sekali ceritanya pak….. Keren….. ^-^

  8. 33
    Linda Cheang Says:

    nggak bisa lihat pamerannya lukisan Raden Saleh, ya, simak saja tulisannya ISK di sini…
    emang ajaib, koq

  9. 32
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Hahaha…memang dari dulu suka jalan si kecil itu, Om Djoko.

  10. 31
    Dj. Says:

    WAN SATYANEGARA KAMAH Says:
    June 19th, 2012 at 20:36

    Danke schon Om Djoko. Udah lama nggak berhai-hai. Senang lihat artikel kindergarten tempat Tante Susi di sana.

    Terima kasih. Salam sayang dari kami berempat untuk Keluarga Paisan. Oh, dapat salam hangat dari Iji. Dia baru dari Turki 6 minggu lalu.

    Salam.
    ——————————————————————————-

    Terimakasih mas Iwan, untuk salamnya dari mbak Iji….
    Sampaikan salam kami sekeluarga juga untuk mbak Iji….
    Hebat memang manusia mungil satu ini, jalan terus ya dan tidak mengenal lelah….
    Hahahahahaha….!!!

Pages: « 7 6 5 [4] 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)