Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
ORANG Jerman bisa disebut lebih memiliki sosok Raden Saleh dibandingkan dengan orang Indonesia, tempat Raden Saleh pelukis ternama Indonesia berasal. Setelah 130 tahun lebih sejak sang pelukis wafat, baru pertama kalinya maha karya Raden Saleh dipamerkan.
Inilah pertama kali lukisan Raden Saleh dipamerkan di Indonesia dan di dunia. Orang-orang yang berada dibalik pameran lukisan Raden Saleh sejak 3-17 Juni 2012 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, kebanyakan orang berkebangsaan Jerman.
Werner Krauss adalah motor dari diwujudkannya pameran Raden Saleh di Indonesia (pemerintah Singapura minta juga pameran serupa diadakan di negeri mini itu tetapi ditolak). Bersama perusahaan dan lembaga dari Jerman seperti Goethe Institut, Deutschland und Indonesien (Jerin), Bayerische Motoren Werke (BMW), Kedutaan Besar Republik Federasi Jerman di Jakarta serta Galeri Nasional Indonesia, pameran ini terwujud dan sulit terulang dalam kurun 20-50 tahun lagi.
Tak hanya itu, banyak masyarakat seni melakukan upaya agar Raden Saleh dihargai kembali sebagai tokoh nasionalis, seniman, ilmuwan, perancang busana dan kosmopolitan pertama negeri ini. Termasuk juga dari Sahabat-Sahabat Raden Saleh yang dimotori oleh Dayan Layuk Allo yang juga pernah menulis di Baltyra.
Semua belum terlambat untuk memberikan tempat terhormat bagi Raden Saleh Syarif Bustaman di hati masyarakat Indonesia yang sudah menjadi haknya.(*)
June 19th, 2012 at 23:52
mBak Kornelya, ada lho lukisan Raden Saleh di dinding Smithsonian Institute…
June 19th, 2012 at 23:50
Terima kasih Angela…
June 19th, 2012 at 23:48
Iya Tji Linda, lukisannya menakjubkan.
June 19th, 2012 at 23:26
Bung Iwan>>>
Raden Saleh, mooi indie…Mungkinkah beliau seperti Djoko Pekik yang punya dan memperkerjakan assistant dalam menghasilkan mahakaryanya? (seperti ditulis Nyai EQ)……
Kini kita juga punya Dede Eri Supria…..
Suwunnn…
June 19th, 2012 at 22:53
ISK : hehehe…….nampaknya kosa boso jowomu semangkin wokeh yo……..tuh, bs tahu PADALARANG= semuanya mahal……..pasti tiap malam dikursus sama istri tercinta ya?????
salam bleb…..bleb….dr bleb….bleb……teruntuk si blep dirumah ya……….hahaha
June 19th, 2012 at 21:58
Pa Iwan, terima kasih untuk tulisannya yang tidak biasa alias spesial. Benar, lukisan Raden Saleh lebih banyak berada ditangan para kolektor lukisan dunia diluar negeri dibandingkan di Indonesia. Mengapa begini dan begitu?. Salam.
June 19th, 2012 at 21:53
Bagus sekali ceritanya pak….. Keren….. ^-^
June 19th, 2012 at 21:22
nggak bisa lihat pamerannya lukisan Raden Saleh, ya, simak saja tulisannya ISK di sini…
emang ajaib, koq
June 19th, 2012 at 21:20
Hahaha…memang dari dulu suka jalan si kecil itu, Om Djoko.
June 19th, 2012 at 20:55
WAN SATYANEGARA KAMAH Says:
June 19th, 2012 at 20:36
Danke schon Om Djoko. Udah lama nggak berhai-hai. Senang lihat artikel kindergarten tempat Tante Susi di sana.
Terima kasih. Salam sayang dari kami berempat untuk Keluarga Paisan. Oh, dapat salam hangat dari Iji. Dia baru dari Turki 6 minggu lalu.
Salam.
——————————————————————————-
Terimakasih mas Iwan, untuk salamnya dari mbak Iji….
Sampaikan salam kami sekeluarga juga untuk mbak Iji….
Hebat memang manusia mungil satu ini, jalan terus ya dan tidak mengenal lelah….
Hahahahahaha….!!!