Friday, 22 June 2012
Lani – Kona, Hawaii
Aloha teman-teman jumpa lagi dalam tulisan sekapur sirih. Tulisan yang bertujuan mengajak untuk bergembira ria, mulai dari tersenyum /mesam-mesem kecut, mengendorkan otot yang pegel linu-linu, prinsipnya menghindarkan stress.
Kali ini aku ingin berbagi cerita tentang hiburan dari Polynesian dancing dari grup Halau Makanani.
Mereka datang ke panti manula di tempat aku bekerja, jam 7:00 malam, setelah jam makan malam.
Bekerja mendampingi manula, gerakan mereka yang lamban, harus diperhitungkan waktunya. Malam ini aku ajak nenek yang aku rawat untuk turun menikmati makan malam jam 5:45 sore, selesai jam 6:30. Ruang makan lokasinya di lantai 2.
Selesai makan, kami langsung menuju ruang aktifitas/meeting di lantai 1. Kursi sudah tertata rapi, masih sepi hanya kami berdua dan satu residen yang mondar-mandir mencari tempat duduk. Kami duduk di deretan kursi terdepan, posisi yang paling strategis.
Sambil duduk, kami memperhatikan para penari berdatangan, membawa peralatan mereka yang ditempatkan di atas trolley, seperti berbagai macam baju untuk menari, bunga hiasan untuk kepala, lei, alat music terbuat dari bamboo, alat music yang terbuat dari semacam buah labu yang telah dikeringkan, mengingatkanku film silat drunken master dengan Jackie Chan yang selalu membawa labu ini untuk tempat arak, alat mirip sapu terbuat dari sejenis rumput yang dikeringkan digunakan untuk menari. Rombongan terdiri dari 9 penari wanita, 1 penari pria, 1 orang penata acara merangkap mengurusi music.
Para penari sudah siap dengan seragam untuk tampilan yang pertama, T-shirt you can see berwarna kuning kunyit dengan tulisan Halau Makanani di punggungnya, bagian bawah dililit sarung berwarna merah bergambar bunga hibiscus, diikat dengan gesper terbuat dari tempurung kelapa, buatan dari Indonesia. Hmmmm………ikut bangga aku! Jika berjalan sarung terbuka dan terlihat paha mereka.
Kembali ke rombongan para penari, usia mereka mulai dari 50 sampai 70 tahun, boleh dikatakan mereka bukan anak-anak, remaja lagi, akan tetapi usia sudah amat sangat dewasa.
Akan tetapi jangan ditanya gerakan mereka, sangat lincah, lentur, tidak kalah dengan yang muda-muda usia.
Tepat jam 7:00 malam, acara dibuka diawali kata pengantar singkat dari activity director sebut saja namanya L, kemudian acara diserahkan pada penata acara, tanpa basa-basi, hanya dikatakan tarian pertama dan selanjutnya……dengan nama dan iringan music/lagu mengisahkan tentang tempat, kejadian, serta sedikit arti dari lirik lagu, mengingat lagu-lagu menggunakan berbagai bahasa dari Maori, Hawaii, Inggris dan Perancis.
Iringan music mulai dari yang kalem, mendayu-dayu, pukulan drum ala Tahiti, teriakan-teriakan dari suku Maori dari New Zealand, hingga irama yang sangat rancak membuat sebagian besar penonton para manula tidak bisa diam ikut bergoyang menggerakkan kaki, bahu, kepala mereka di tempat duduknya.
Activity director, usianya lebih tua 3 tahun dibanding aku, tapi orangnya full of energy, bisa dimaklumi karena di masa lalunya dia adalah seorang penari, penyanyi, dia bisa memainkan ukulele selain guru senam buat para manula.
L, adalah penanggung jawab untuk segala macam aktifitas di panti manula ini. Dia kelihatan selalu wira-wiri/ mondar mandir, membantu, mengarahkan, mengatur, boleh dibilang seksi sibuk.
Sisi yang menarik dari L, sambil berjalan, kesana kemari, selalu menampilkan humor entah kata-kata jokes, tertawa, diseling menyingkap bajunya sekelebatan menampakkan pahanya, atau menggerakkan “tampah”, pinggul, dan pinggangnya…….
Hal-hal seperti itu yang membuat para manula asuhannya tertawa, dan berdecak, mungkin bikin mata melotot, sambil glekkkkk…..ngiler buat manula pria yang hanya beberapa saja lebih banyak manula wanita yang tinggal di panti ini.
Satu tarian ke tarian selanjutnya saling bersusulan, para penari berganti pakaian dengan cepat setiap satu tarian selesai, dilanjut dengan tarian berikutnya.
Pakaian para penari sangat bervariasi, mulai dari sarung pendek hanya diikat satu sisinya, satu sisi terbuka hingga penari bisa bergerak dengan leluasa, hingga baju panjang sampai ke mata kaki, mereka menari tanpa alas kaki, sarung yang hanya dililitkan dan diikat di bagian dada, atau diikat di bagian leher mereka, sangat kreatif sekali, tidak ketinggalan hiasan bunga di atas kepala, dijepit di sisi telinga, atau dipakai seperti crown di kepala, berbagai Lei baik bunga dan dedaunan, melingkar/dikalungkan di leher, warnanya cerah ceria sangat menarik.
Penari pria satu-satunya bercelana panjang hitam, T-shirt hitam, rambut dikuncir seperti ekor kuda, dengan lengan penuh dengan tattoo, memakai hiasan crown di atas kepala, sarung dililitkan berbentuk segitiga diikat di bahunya, tidak ketinggalan Lei sebagai kalung, tidak bervariasi dibandingkan dengan para penari wanita.
Tidak terasa 10 jenis tarian telah berlalu, tarian no 11 adalah tarian terbaru yang belum pernah ditampilkan oleh mereka, nampak beberapa penari gerakannya tidak serasi, mereka saling melihat, meniru, penari yang lebih menguasainya.
Pertunjukkan ditutup dengan tarian no 12, sebelum tarian dimulai, pimpinan penari mengumumkan akan memberikan gerakan-gerakan dasar yang mudah untuk diikuti dan mengajak para penonton yang bersedia untuk maju ke depan dan menari bersama mereka.
Inilah kesempatan yang kutunggu-tunggu, hatiku bersorak gembira, karena kaki, dan tanganku sudah gatel hanya duduk saja. Ajakan ini disambut dengan antusias tepuk tangan dari semua penonton. Walau akhirnya yang maju ke depan hanya 3 orang, 1 penonton remaja, activity director yang menggamit aku untuk ikutan berpartisipasi, hayuuuuuukkkkkkkk sapa takut, wakakakakak………
Sebelum tarian dimulai, kami ber 3 memperhatikan gerakan-gerakan yang diberikan, ternyata memang sangat mudah, gerakan orang mendayung perahu, ke kiri dan ke kanan, gerakan jari tangan seperti riak-riak ombak di lautan, tidak ketinggalan gerakan megal-megol pinggang, pinggul dan “tampah”, kaki ditekuk sedikit kemudian dengan jinjit, dibuka, ditutup dengan cepat.
Setelah contoh gerakan diulang beberapa kali, dengan segera kami memposisikan diri, aku ada di deretan kedua dari depan agar bisa meniru penari di depanku, L berada di urutan paling depan, music diputar iramanya sangat rancak.
Inilah kali pertama aku ikut menari hula bersama para penari professional, dengan modal nekad, karena belum pernah ikut kursus menari hula, walau keinginan itu masih berkobar di hati ini, satu saat pasti jadi kenyataan, siapa tahu bisa tampil di depan teman-teman di rumah kita ini. Saat ini cukup mimpi dulu hahaha……..
Aku menari dengan penuh semangat, mengikuti gerakan mereka, tidak mau kalah dengan para penari beneran, walau kadang salah, keliru muternya, tapi cuek saja jalan terus.
Satu penari di sebelahku sempat memperhatikan gerakan-gerakanku, begitu tarian selesai penari di sebelahku langsung berkomentar : o, wow! HOT mama…..you’re great……!
Jawabanku : singkat mantaffffs…..thanks! Yang jelas aku puas, bisa ikut berlenggang lenggok bersama mereka, bergembira ria bersama menghibur para manula, melepaskan kegatelan kakiku yang tidak tahan hanya duduk sebagai penonton.
Para penari mendatangi para manula, bersalaman, dan berbincang-bincang dengan mereka. Melihat, memperhatikan mereka, emosiku ikut tersentuh, sedih, bahagia, campur aduk tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.
Yah, para manula butuh hiburan, penghiburan, dihibur, diajak bersuka ria, diajak berkomunikasi, karena di usia lanjut mereka, tidak bisa bergerak sebebas yang masih muda, kuat, dan penuh dengan enerji. Dengan adanya kegiatan semacam ini, mereka bisa ikut dilibatkan.
Teman-teman marilah nikmati hidup yang singkat ini.
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.
Lani, Kona-The Big Island of Hawaii
June 6 – 2012
June 23rd, 2012 at 01:21
Pakai yu…
Kkebetulan tadi saat belanja Dj. beli….
Lha sambil nggoreng, selalu nyemil, bawa 1 untuk Susi, 1 untuk Dj. dan Daniel dari kamarnya datang, setiap kali ambil 2-3 potong… jadi sisa hanya 2 piring… Ini sambil nulis masih juga nyemil… hahahahaha….!!!
June 23rd, 2012 at 00:45
MAS DJ : wah…….komentarnya jd artikel mini……..jd gagal bikin gado2 malah cm nggado tempe dan tahu mendoan????? pakai irisan daun bawang/loncang? kucai apa ndak? lbh sedaaaap lo mas klu pakai itu agak banyak…..makannya dicocol sama sambal bawang kecap dan lombok rawit????? tambah semaki uenaaaaaak……kepedesen sampai mangap2…….hahaha………tp nikmatttttttttttttttt
June 23rd, 2012 at 00:39
Mahalo yu….!!!
Semakin canggih, baik ceritanya, lebih-lebih photonya, makin jellas….
Mas Anoew belum pprotest kan…??? Karena ambil jarak jauh… Hahahahahaha….!!!
Hari inii sangat sibuk yu, japrinya belum sempat balas.
Hari ini hari strika, belanja dan masak….
Barusaja praktek tempe medoan, karena anak Dj. yang di Purwokerto, juga kasi rezept yang mudah.
Jjadi rezept dari yu Lani dan dari anak Dj. langsung dipraktekan…
Sayang saat goreng, baru ingat kamera….
Juga karena adonan masih sisa, Dj. coba dengan tahu….hahahahaha…!!!
Bukan saja tempe medoan, tapi juga tahu mendoan…
Susi dan Daniel bilang, ” SEHR LECKER ” !!!!!
Karena biasanya tempenya lembek, sekarang karena adonan jadi kuat dan kemripik….!!!
Untung Susi masih punya kemiri….
Malam ini, rencara mau bikin gado-gado, malah gagal. untung semua sayuran yang sudah Dj. potong-potong belum sempat Dj. rebus. Jadi masuk ke plastik box dan besok baru makan gado-gado.
Malam ini sudah kekenyangan nyemil tempe dan tahu….
Dj. bikin 2 tempe, ukuran 15 Cm X 5 Sm X 3 Cm, juga 2 tahu ukkuran 10 Xm X 7CM X 5 Cm.
Jjadi cukup banyak. jadi 1 liring besar tempe yang masih sisa, dan 1 piring besar tahu….
Jadi puas….!!!
Sekali lagi, MAHALO….!!!
Salam manis dari Mainz…
June 23rd, 2012 at 00:13
EL-NANO-NANO : horeeeeeee saiki iso………ini lagi……..
June 23rd, 2012 at 00:12
EL-NANO-NANO : aku ndak ngerti kenapa aku udah choose file utk ditempel tp ndak mencungul dikomentarmu pie iki……..aku mo coba lagi moga2 iso……..
June 23rd, 2012 at 00:10
KANG ANUUUUUU : mbok rak sah melu2 meng-copy buto to yooooooo….nanti klu ada yg asyik2 ora tak forward kekamu lo hehehe……….mengancam nih critane
June 23rd, 2012 at 00:09
DA : halah kamu itu lo……..jare seneng tp kasihan pie to???? njur sing endi yg dikau pilih??????
June 23rd, 2012 at 00:08
EL-NANO-NANO : halah, kamu ndak pernah ngirim fotomu berhula…….yg kamu kirimkan itu org Hawaii yg ngajari hula……dan meronce Lei…….
ini aku templek-e roncean Lei, yg aku buat utk dilarung dlm rangka peringatan meninggalnya almarhum yg ke 4, besok tgl 23 Juni……..mohon bantu doa ya……..
June 23rd, 2012 at 00:05
AY : foto? nah ora ono yg memotret je……klu kamu saat itu di Kona ya jelas iso dadi tukang fotoku……maksudku geger disini itu punggung? atau geger koyok perang?????
June 22nd, 2012 at 20:26
Mana poto??? Aku wis mbayangke tampah koq malah kelihatan geger to?