Odi Shalahuddin
Para penjahat memang telah beralih rupa. Era wajah-wajah seram, sorot mata merah tajam menghujam, bertubuh gempal, dengan codet bekas luka di wajah, sudah dienyahkan sebagai pemain utama. Tidak hanya dalam alam nyata, fiksi-fiksi-pun demikian pula adanya.
Sosok penjahat masa lalu, walaupun tetap dihadirkan, biasanya ditempatkan sebagai anjing-anjing penjaga, dari sosok penjahat yang (pura-pura) baru, dengan penampilan trendi, ber-jas dan berdasi, penuh senyum terumbar, seringpula mengisi lembaran-lembaran media.
Bila-pun ada dalam cerita, di layar kaca misalnya, sosok penjahat masa lalu seperti tergambar di atas, biasanya hanya ada dalam kisah-kisah komedi. Sedang kisah secara umum, memang benar-benar telah tergantikan.
Para tokoh penjahat masa kini adalah orang-orang pintar, (seringkali) berpendidikan tinggi, lulusan luar negeri lagi, yang memiliki strategi, dikelilingi para ahli, dan sangat berhati-hati.
Mereka tidak lagi merencanakan aksi-aksi untuk membuat lubang-lubang bawah tanah yang akan menembus suatu rumah mewah, gedung perkantoran atau tempat penyimpanan uang dan barang berharga milik bank, atau lebih buruk lagi melakukan pencongkelan pada jendela-jendela rumah, dengan waktu selepas tengah malam, saat orang-orang tengah asyik terlelap. Sama sekali tidak begitu lagi.
Para tokoh penjahat masa kini, bukan orang-orang yang gagap teknologi. Bukan sekedar membawa HP untuk kirim sms, telpon, sambil mendengarkan album musik dan sesekali memotret, tapi melebihi semua itu.
Para tokoh penjahat masa kini, benar-benar mempraktekkan prinsip ekonomi untuk memberikan pengorbanan sekecil-kecilnya namun mampu meraih keuntungan sebesar-besarnya. Resiko kehilangan nyawa secara sia-sia di pinggiran jalan, pastilah dihindari, dan bukan menjadi trade-mark lagi. Resiko paling besar, hanya dipenjara, namun seringkali tetap dihormati. Untuk hal ini, pastilah akan berusaha mencari posisi.
Para penjahat masa kini? Ah, kok aku menjadi sok tahu. Engkau pastilah lebih tahu. Malah jadi malu……
Yogyakarta, 7 April 2012
Dapat dibaca juga di: http://odishalahuddin.wordpress.com/2012/04/08/para-penjahat-masa-kini/
July 1st, 2012 at 06:39
Pagi Pak Handoko…
he.h.eh.e.h.e.he.h.e
yang penting hatinya
baik dan berbudi…
July 1st, 2012 at 06:39
Mbak Anastasia Yuliantari: ha.h.ah.a.ha.h.a, gak papa, santai aja, ngopi aja dulu yuk Mbak..
July 1st, 2012 at 06:38
Pelan-pelan, biarlah terungkap,
para wakil rakyat dan pejabat yang tak bisa dipercaya
mengkorupsi uang rakyat menjadikan mereka bejat,
Pagi, pak Anoew…
June 24th, 2012 at 18:55
Untunglah aku gak klimis dan juga gak rapi.
June 24th, 2012 at 13:06
Eh, aku koq mulai tadi bacanya penjahit ya, sampai kening berkerut2 sebelum menyadari kalo tulisannya penjahat….oalaaahhh….maaf, ya mas penulis.
June 24th, 2012 at 02:52
Betul mas Odie, justru mereka yang kelimis dan rapih justru lebih jahat dan sungguh tega dalam bertindak dibalik senyumnya.
Selamat pagi jelang subuh, mas. Kabar baik dan sangat sehat. Sedang menikmati peperangan Perancis – Spanyol juga kah?
June 24th, 2012 at 02:31
Heh.e.he.h.e.h.e.he.
memang penampilan yang sekarang jadi banyak menentukan
menjadi preman yang ditakuti, sekarang tak perlu lagi berwajah seram..
Selamat pagi Pak Anoew….
sehat saja kan?
June 24th, 2012 at 01:23
Lha penjahat masa kini hukumannya malah lebih ringan mas.. mosok nyolong ayam hukumannya gk beda jauh sama maling duit rakyat. Tapi kita patut bangga, soalnya penjahat masa kini lebih rapih berpakaian dan santun dalam bercakap.
June 23rd, 2012 at 19:02
Monggo, monggo, Pak Dj…
Iya nih, tuan rumahnya ngatukkan…
Sering tidur..
karenanya jadi buat kopi…
Mari ngopi, Pak DJ…
He.h.e.he.h.eh.e
Bagaimana kabarnya, Pak?
Sehat dan semangat selalu..
June 23rd, 2012 at 13:03
Tok..tok…tok….
Kulonuwun….!!! Punteeeuuunnn….!!!
Lha masih belum ada orang….