Kinderfestival

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER DIMANA SAJA ANDA BERADA…..

Kali ini, oret-oretan Dj. masih berthema anak-anak……Maaf bila ada yang bosan ya, lewatkan saja ya….Hal ini tidak disengaja…..Karena Dj. yang hari Minggu tgl. 17 Juni lalu, hanya ingin jalan-jalan di taman kota (Stadtpark).

Hanya sekedar ingin berburu photo dan Susi hanya ingin duduk-duduk di taman dan membaca buku, mumpung udara sangat bagus dan matahari bersinar terang.

Ini hanya 1 saja bunga mawar yang Dj. jepret, karna tahun lalu kan sudah buanyak sekali yang Dj. pamerkan di BalTyRa..

Setelah hampir 1 jam di Rosengarten (taman bunga mawar), maka kami ingin melanjutkan dengan jalan-jalan di taman. Kami sedikit dikagetkan dengan banyaknya manusia, lagi-lagi kami heran, karena tidak pernah kami sangka.

Setelah mendekati kerumunan, maka Susi baru ingat kalau di taman kota, hari itu diadakan Kinderfestival. Nah ya, pesta untuk anak-anak…. Kok…??? Susi menjelaskan, karena di Mainz kan ada Weinmarkt (pesta anggur) dan itu pesta untuk orang dewasa yang boleh minnum wein.

Maka pemerintah di Mainz, membuat pesta untuk anak-anak….Dan inilah beberapa jepretan yang Dj. telah ambil di Kinder Festival di Mainz 2012….

Dimana-mana hanya anak-anak yang sedang sibuk bermain, jelas…mereka ditemani oleh orang tua mereka. Ini anak-anak dengan pakaian semaacam Pegulat Sumo, kelihatan sangat lucu. Sayang di photo tidak kelihatan gerak mereka, yang mana jalan juga sudah sulit…

Siapa mau bermain, maka harus mau antri dengan sabar, walau panjang juga, karena semuanya gratis….

Ada juga beberapa Podium yang mempertunjukan atraksi yang dipermainkan oleh anak-anak.

Nah photo di bawah ini, cukup menegangkan, dimana seorang anak perempuan yang menumpuk satu persatu Box tempat botol minuman dan dia akan selalu ada di atas box tersebut. Jelas untuk agar tidak terjadi kecelakaan, maka si anak juga diikat dengan tali pengaman. Namun demikian, adalah satu keberanian, Dj. perkirakan ini anak perempuan berumur 10 tahunan.

Cukup menegangkan penonton, karena satu persatu, setiap nambah 1 box, maka dia ada di posisi lebih tinggi.

Dan saat box runtuh, maka semua penonton, serentak…. aaaaaaaaaah…..!!!!

Dan yang di bawah ini, juga anak perempuan yang mungkin sekitar 10 tahun umurnya. Bukan hanya berani dan bisa sampai atas, tapi gayanya sudah seperti profi….

Ini anak-anak berjejer dan mereka hanya diminta berurutan menyebutkan namanya. Anehnya, sekitar giliran ke 10 atau 12 atau 15 ada saja yang bukan menyebut namanya sendiri, tapi malah mengulangi nama yang diucapkan anak yang di sebelahnya…Bisa jadi, karena mereka sedikit grogi atau tidak berkonsentrasi, jadi mengulangi nama anak yang di sebelahnya.

Nah ya, masih banyak permainan yang lain yang sangat buanyaaaak dan menarik untuk anak-anak….

Dan karena sudah merasa cape, maka kami memutuskan untuk pulang dengan bus yang sudah disediakan. Ini bus-bus sediakan untuk mereka yang naik mobil dari luar kota, agar tidak parkir didekat area Stadtpark.. Mobil-mobil mereka diparkir di pinggiran kota dan disediakan bus-bus dari tempat parkir dengan gratis sampai ke Stadtpark.

Kalau tidak demikian maka akan sangat banyak mobil yang memenuhi area Stadtpark. Ini bus sedang menunggu penumpang yang akan pulang.

Kadang Dj. pikir, kota Mainz telah berhasil menyenangkan anak-anak, baik anak-anak di Mainz dan juga anak-anak yang tinggal di sekitar kota Mainz…Karena dengan begitu banyaknya alat-alat yang harus dibangun agar anak-anak bisa bermain dengan puas, padahal hal ini hanya untuk 1 hari saja dan besoknya sudah harus dibongkar lagi.

Di sini bisa dilihat bagaimana usaha pemerintah di Mainz, agar anak-anak juga memiliki 1 hari, yaitu hari anak-anak di kota Mainz.  O…ya, mungkin anda bertanya, mengapa kami tidak mengajak David…??? David dan orang tuanya pergi sore hari, karena siang hari itu sangat panas, jadi mereka memilih sore yang agak sejuk.

Okay, banyak sudah yang Dj. pamerkan, semoga tidak membikin anda semua menjadi bosan ya. Mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan.

Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa yang selalu bersabar dengan kiriman oret-oretan Dj. Terimakasih kepada anda semuanya yang selalu bersabar menantikan hari Selasa dan terimakasih untuk semua komentar yang indah-indah..

 

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kota semuanya.

Salam manis dari kami di Mainz.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

49 Comments to "Kinderfestival"

  1. Dj.  2 July, 2012 at 02:40

    Yu Lani…
    Mahalo yu….
    Nah ya, kalau sudah mengikuti pendidikan dokter, minimal ada pengetahuan untuk berusaha
    mengobati pazien.
    Tidak hanya dengan prasangka dan kata-kata… ah ini hanya kecapaian saja….. hahahahaha…!!!
    Lha kalau bicara seperti itu, ya semua orang bisa.
    Tapi dokter kan seharusnya ada kelebihannya, tidak hanya sekedar menduga saja…
    Salam manis dari Mainz yu…

  2. Dj.  2 July, 2012 at 02:37

    Mbak Ugie…
    Terimakasih sudah mampir…
    Benar, karena memang masa kanak-kanak yang akan dikenang sepanjang masa….
    Olehnya sangat disayangkan banyak negara yang kurang perduli dengan pertumbuhan anak-anak.
    Salam manis untuk keluarga dirumah ya…

  3. Lani  2 July, 2012 at 02:19

    MAS DJ : mmg kdg dokter tdk tau, wlu sdh diperiksa ini dan itu…….entah mrk mmg tdk tau, tdk teliti, atau alasan lainnya…….

    krn aku mengalami sendiri……..hampir mati je mas

  4. ugie  2 July, 2012 at 01:10

    waduuh … seneng bener anak- anak di Mainz ya …
    selalu gembira , banyak aktivitas yang membuat mereka tumbuh dengan nyaman , gembira dan kreatif
    makasih pak Dj telah berbagi di sini .

  5. Dj.  29 June, 2012 at 14:32

    Bisa jadi demikian yu, gedung ( Rumah Sakit ) mewah, belum bisa dikatakan bahwa disana akan bisa disembuhkan.
    Pengalaman yang kami alami 2 tahun yang lalu, membuktikan, walau Rumah Sakit Pertamina yang dikata okay.
    kalau dokternya hanya asal-asalan menerka penyakit, ya tidak ada gunanya.
    Susi 2 minngu di Jakarta, Bandung dan Surabaya, banyak di tangani dokter.
    Tapi tidak ada yang tau apa penyebabnya, malah beberapa dokter bilang, “mungkin” hanya kecapaian saja.
    Jadi setiap hari hanya dikasi caiean ( infusion ) saja.
    Sampai di Jerman, tidak sampai 2 hari, diperiksa kotorannya, ternyata Asia Bakteri dan harus 1 minggu karantina. dengan obat yang tepat dan sembuh. Karena tau akar masalahnya, jadi tau begaimana menanganinya.
    Lha kalau di Indonesia langsung di periksa kotorannya, kan bisa langsung tau dan tidak hanya menerka-nerka saja….
    Nah ya, untuk orang lain, yang tidak merasakan hal ini, mungkin ya dibilang normal.
    Tapi untuk kami saat itu, kehilangan waktu 3 minggu.
    Okay yu, salam manis dari Mainz.

  6. Lani  29 June, 2012 at 13:52

    MAS DJ : mas, mmg banyak paket2 utk berobat, check-up malah jor2-an lo……ant Malaysia, S’pore dan Thailand……krn selain tak kalah canggih dgn di negara2 lain, mrk tarifnya lbh murah……..RS mrk jg lebih hebat, building dan jg para dokternya……ndak kalah mas dgn di neg2 maju di eropa/amerika

  7. Dj.  29 June, 2012 at 13:38

    Hallo Mei….
    Terimakasih, sudah mampir….
    Kalau Dj. pensiun, ya sudah tidak bisa lagi, karena sudah ngarit selama 40 tahun.
    Maakan disuruh kerja lagi, yang benar…….
    Tapi banyak lulusan Jerman dibudang itu dan juga banyak tamu-tamu kami yang Susi ajak ke Taman Kanak-kanak.
    Mereka sangat tertarik dan banyak yang berkeinginan, membuat yang seperti itu.
    Apakah mereka sudah melaksanakan…??? Ya entahlah…..
    Salam manis untuk keluarga dirumah ya…

  8. Meitasari S  29 June, 2012 at 10:11

    Kalau bisa setelah Kakang DJ ini pensiun, kembali ke Indonesia dan membuat sekolah ala Jerman ini di Indonesia. Supaya anak Indonesi juga bisa bersenang – senang seperti anak-anak Jerman.

    Kegembiraan masa kanak-kanak adalah keceriaan masa depan. Tidak seperti sekarang anak Indonesia terlalu sibuk belajar … maka apakan kita masih bisa menemukan senyum di masa depan???? hahahaha….. sok banget gak sih???

  9. Dj.  29 June, 2012 at 00:38

    HennieTriana Oberst Says:
    June 28th, 2012 at 23:11

    Mas Dj, senang ya anak-anak di sana.
    Di Jerman sepertinya memang banyak kegiatan untuk anak.
    Membuat mereka aktiv selalu.
    Kangen Jerman nih hehehe..
    Salam manis dari Beijing, yang hujan seharian.
    ————————————————————–

    Hallo Hennie….
    Terimakasih sudah mampir….
    Benar memang, kalau mau dicerita semua, perlu banyak waktu….
    Minggu lalu selama 5 hari, Susi dan anak-anaknya, mereka kasi idee untuk kehutan.
    Mereka ingin tau, binatang apa saja yang ada dihutan disekira Mainz.
    Hari ini, anak-anak yang akan masuk SD, di berkati di Gereja, entah yang Kristen, tapi juga yang Islam.
    Jadi lucu….
    Hari ini di Jerman sudah diatas 30°C dan jam 19:00 tadi juga hujan deras sekali dengan petir menyambar-nyambar…..
    Salam manis untuk keluarga di Beijing ya…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *