Domestic Workers pada Masa Kolonial

Joko Prayitno

 

Domestic workers atau bisa juga diartikan sebagai pembantu rumah tangga. Pembantu rumah tangga memiliki tugas yang bermacam-macam dalam sebuah keluarga, mereka bisa merangkap semua pekerjaan di dalam rumah tangga tetapi ada juga yang memang telah terklasifikasikan hanya mengurusi pekerjaan-pekerjaan tertentu saja. Banyak orang menganggap bahwa pekerjaan pembantu rumah tangga merupakan pekerjaan rendahan karena menjadi pesuruh dan pelayan dari para majikan mereka. Tetapi tentunya ada beberapa hal bila dicermati mendalam pekerjaan mereka bisa dikatakan merupakan penghubung sebuah kebudayaan antara budaya sang majikan dengan budaya lokal.

Pembantu Rumah Tangga di Batavia 1870 (Koleksi: www.kitlv.nl)

 

Suasana Keluarga Eropa di Hindia Belanda 1920 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Pembantu rumah tangga pada masa kolonial bila melihat dari berbagai sumber visual telah terklasifikasikan dalam berbagai pekerjaan rumah tangga yang spesifik. Mulai dari baboe (pengasuh bayi), Jongos, tukang kebun, opas, kusir hingga koki. Mereka biasanya bekerja dalam sebuah rumah tangga Eropa, bangsawan lokal maupun rumah tangga-rumah tangga kaya lainnya di Hindia Belanda. Tetapi tidak semua keluarga Eropa, bangsawan maupun kaya lainnya mengunakan jasa mereka secara bersamaan, ada yang hanya memiliki satu pembantu rumah tangga yang mengurusi sebuah rumah tangga tetapi juga ada yang mempekerjakan banyak pembantu rumah tangga dengan spesifikasi yang beragam untuk mengurusi rumah tangga mereka.

Opas sebagai penjaga keamanan rumah keluarga Eropa 1867 (www.kitlv.nl)

Masyarakat Eropa yang tinggal di berbagai wilayah di Hindia Belanda sangat membutuhkan jasa dari para pembantu rumah tangga ini. Mereka menggunakan tenaga jongos untuk membersihkan rumah mereka, baboe untuk mengurusi anak-anak mereka yang masih kecil, tukang kebun untuk mengurusi kebun mereka yang luas juga terkadang merangkap sebagai tukang pencari rumput untuk kuda-kuda mereka. Untuk penyediaan makanan biasanya koki-koki lokal dipekerjakan di dapur mereka. Kusir dipekerjakan untuk mengantarkan mereka ke tempat-tempat penting dan untuk keamanan keluarga biasanya masyarakat Eropa mempekerjakan beberapa opas sebagai tenaga keamanan rumah tangga mereka.

Albert John Leonard Woodbury digendong oleh baboenya di Batavia 1880 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Tentunya di mata para tuan Eropa ini pembantu rumah tangga ini sangat penting berkaitan dengan pengenalan budaya-budaya lokal masyarakat setempat. Tentunya relasi ini bukan relasi dua arah dengan komunikasi yang setara, tetapi dari komunikasi yang tidak setara ini beberapa budaya saling mempengaruhi di antara majikan dan pembantu ini. Hal ini dapat dilihat dari pengetahuan tentang masakan lokal yang diperoleh dari para koki mereka dan koki-koki lokal mengetahui penggunaan peralatan masak yang lebih modern. Penggunaan busanayang lebih Eropa dengan celana panjang bagi Jongos dan opas dipadukan dengan busana lokal dapat dikatakan merupakan paduan budaya antara budaya Eropa dan lokal. Bagi anak-anak keluarga Eropa yang diasuh oleh para baboe (pengasuh anak) pribumi mendapatkan bahasa lokal akibat interaksi mereka.

Tukang Kebun di Batavia 1867 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Interaksi-interaksi sosial ini tidak dapat dipandang remeh karena hal ini menunjukkan betapa penting peran para pembantu rumah tangga dalam memperkenalkan budaya-budaya lokal bagi tuan mereka. Walaupun dalam pertukaran budaya ini posisi mereka tidak sederajat tetapi setidaknya ada budaya Eropa yang mereka dapat dan begitu juga sebaliknya ada budaya lokal yang didapat tuan mereka.

 ————0000—————

 

Bisa juga dibaca di: http://phesolo.wordpress.com/2012/06/13/domestic-workers-pada-masa-kolonial/

 

13 Comments to "Domestic Workers pada Masa Kolonial"

  1. Joko Prayitno  29 June, 2012 at 12:31

    Thanks buat tambahan infonya mas Iwan…
    Thanks mbak Dewi Murni…
    Thanks Mas JC…..

  2. J C  29 June, 2012 at 05:56

    Mas Joko Prayitno, satu lagi pencerahan tentang sesuatu dari jaman kolonial. Sering dengar istilah baboe, opas, dsb, ternyata adalah istilah untuk tugas tertentu ya…

  3. Dewi Aichi  28 June, 2012 at 22:35

    mas Joko tulisannya bagus banget…..sangat menarik….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.