Selubung Hitam Konspirasi (7): Pengadilan Sesat

Masopu

 

Hari terus berlalu, Setelah melalui proses penyidikan dari kejaksaan yang tak kalah panjang dan melelahkannya, akhirnya Arya  menjalani persidangan di pengadilan. Dengan didampingi Septian, Anita dan Thomas sebagai pengacaranya, Arya menghadapi semua proses persidangan.

Pada sidang pertama, Arya hanya menjalani sidang sebentar saja untuk menyatakan kesanggupannya menjalani proses persidangan yang dilanjutkan dengan pembacaan sidang dakwaan dari tim jaksa yang diwakili tiga orang jaksa senior. Ketiga jaksa tersebut adalah jaksa yang biasa menghadapi beberapa kasus besar dan hampir semua kasus tersebut mereka menangkan.

Persidangan ini tak ubahnya perang antara tim terbaik kejaksaan melawan salah satu duet pengacara muda terbaik di kota Surabaya Kekuatan para pengacara muda tersebut semakin kokoh dengan hadirnya Thomas di sisi mereka. Bagaimanapun nama Thomas sebagai nama pengacara top ibukota sangat dikenal di kota Surabaya. Namun bukan itu yang mau ditunjukkan oleh Septian dan Anita, mereka hanya ingin membuktikan semua dakwaan yang ditujukan pada Arya adalah fitnah.

Sejak hari pertama persidangan, suasana panas sudah terlihat. Penjagaan yang ketat membuat sidang ini terasa panas dan rawan kerusuhan. Di setiap sudut ruangan dan juga halaman pengadilan polisi bersenjata lengkap berjaga. Belum lagi disiagakannya dua unit water cannon di halaman kantor pengadilan. Intel-intel kepolisian juga disusupkan di antara para pengunjung baik di dalam maupun di luar ruang sidang.

Di beberapa titik, di luar ruang pengadilan, pada radius tertentu pengamanan tak kalah ketatnya diberlakukan. Beberapa ring ditetapkan oleh pihak kepolisian yang dibantu oleh tenaga bantuan TNI untuk memeriksa orang-orang yang akan melalui ring pengamanan tertentu. Hal ini tidak pernah dilakukan sebelum ini.

Pembacaan surat dakwaan setebal hampir 500 halaman dibacakan secara bergantian oleh para jaksa tersebut. Beberapa kali pembacaan dakwaan sempat terhenti saat pengunjung yang datang menyaksikan sidang berteriak-teriak memaki baik kepada jaksa ataupun Arya. Melihat kondisi itu, hakim ketua sempat menskors jalannya persidangan. Saat sidang diskors, polisi bergerak mengamankan orang-orang yang mengganggu jalannya sidang.

Setelah pembacaan surat dakwaan selesai, Arya dan tim pembelanya sepakat menyatakan keberatan dan akan membuat eksepsi. Pernyataan tim pengacara Arya membuat hakim memberi putusan sela, untuk memberi kesempatan kepada Arya dan tim pengacaranya menyusun sanggahan atas semua dakwaan tim jaksa.

 

_ _ _

Setelah melalui proses penyidikan serta pengadilan yang lama dan berbelit, akhirnya hari ini, Arya akan mendengar vonis putusan hakim. Matanya terlihat semakin kuyu. Wajahnya yang dulu kelihatan berseri kini dihiasi lingkaran hitam di sekitar kelopak mata. Lingkaran yang menandakan betapa berat beban yang dia pikul akibat tuduhan yang tidak pernah dilakukannya.

Saat jam dinding di rutan tempatnya ditahan berbunyi 10 kali, muncul 4 orang petugas berseragam lengkap dengan senjata menggantung di depan dada mendekati ruang tahanannya. Mereka datang untuk menjemput Arya. Dengan pengawalan yang ketat, Arya dibawa ke pengadilan.

Saat kaki Arya menginjak pelataran kantor pengadilan, kerumunan wartawan dan pengunjung yang akan menyaksikan pembacaan vonis  berbaur. Sementara di beberapa sudut bangunan serta di bagian luar gerbang pengadilan polisi berpakain lengkap dengan tameng berjaga. Beberapa ruas jalan yang melintas di dekat kantor pengadilan di tutup dan dipasangi barikade kawat berduri untuk mengurangi konsentrasi aktifitas masa di sekitar lokasi. Di sisi lainnya tampak juga mobil taktis parkir menghadap pintu gerbang bersisian dengan beberapa polisi dan anjing-anjing terlatihnya bersiaga pula.

Bentuk pengamanan yang cukup maksimal untuk sidang kasus kerusuhan yang menghebohkan. Pengamanan kali bahkan lebih ketat dari saat awal sidang. Kasus kerusuhan yang menurut para penyidik saat diwawancara berbagai media adalah kasus kerusuhan SARA yang rawan adanya demo dan kerusuhan susulan jika vonis yang diterima tidak sesuai dengan harapan.

Dengan dikawal 4 orang yang menjemputnya dari rutan, Arya memasuki ruang sidang dengan diiringi tatapan mata penuh cibiran dari pengunjung sidang. Saat itu mata Arya menangkap bayangan wajah cantik Anee sedang duduk dibangku terdepan. Septian dan Anita serta beberapa orang berusaha menghibur dan menguatkan hati Anee dalam menghadapi apapun keputusan dari hakim nantinya.

Setelah Arya dan semua pengunjung serta jaksa dan tim pembela duduk dengan tertib, hakim ketua membacakan keputusannya untuk kasus tersebut. Dengan berbagai pertimbangan baik yang memberatkan dan yang meringankan akhirnya hakim sampai pada keputusan untuk mengganjar Arya dengan hukuman 7 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Mendengar keputusan tersebut jaksa penuntut umum menyatakan menerima. Sementara Arya dan tim kuasa hukumnya langsung menyatakan banding. Mereka yakin bahwa Arya tidak bersalah, Keterangan saksi dan juga barang bukti yang ditunjukkan pada proses sidang tidak benar.

” Kami akan mengajukan banding ” kata Arya sesaat setelah hakim mengetukkan palu keputusannya tiga kali. Pernyataan Arya ini sontak disambut teriakan “ Huuuuuu” dari pengunjung yang datang. Mereka merasa hukuman yang diterima Arya sudah selayaknya.

” Silahkan anda dan tim kuasa hukum anda untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dibawa ke sidang banding nantinya ” jawab hakim ketua dengan sorot mata tajamnya.

Anee hanya tergugu mendengar keputusan itu. Sedari awal dia yakin jika suaminya hanya dijadikan kambing hitam atas kasus kerusuhan tersebut. Meski barang bukti, keterangan saksi dan juga beberapa terdakwa menguatkan keterlibatan Arya sebagai otak kerusuhan, tapi Anee tetap percaya jika dia tidak bersalah dan menjadi korban konspirasi.

Septian yang melihat Anee terisak menahan tangis segera menghampirinya dengan langkah bergegas. Dihiburnya Anee dengan kata-kata apa saja yang terlintas dalam benaknya. Dia berjanji akan memperjuangkan kebebasan Arya dari semua tuntutan tersebut.

” Sudahlah Anee tak ada gunanya kamu teruskan tangismu. Banyak hal yang harus kita lakukan agar bisa membebaskan Arya dari semua tuntutan brengsek ini. Aku dan Anita tak akan membiarkanmu dan Arya menjadi tumbal untuk sebuah kasus yang tidak pernah kalian lakukan. Aku yakin, aku dan Anita bisa menemukan bukti bahwa Arya tidak bersalah dan terbebas dari kasus ini. Tapi sebelum itu kamu harus membantu kami. ” Hibur Septian.

” Apa yang bisa aku lakukan sekarang mas Septian? ” Tanya Anee di sela-sela tangisnya. Matanya sembab berlinang air mata yang masih mengalir. Segera diambilnya sapu tangan yang tersimpan di dalam tasnya untuk menyeka air matanya.

” Sekarang berhentilah menangis. Yakinlah kita bisa selesaikan kasus ini “

” Iya mas. ” jawab Anee sambil kembali mengusap air matanya.

” Sekarang kamu hampiri Arya dan ucapkan padanya kami tak akan meninggalkannya berjuang menemukan keadilan untuknya. Kami akan membantu kamu dan Arya. “

” Tapi kami tidak punya uang untuk membayar mas? “

“:Gak usah kamu pikirkan lagi biaya untuk membayar kami. Kami akan membantumu sebagai sahabat, bukan pengacara profesional yang butuh bayaran ” tegas Septian.

” Tapi mas? “

” Tak ada tapi-tapian. Kami melihat ada kasus besar yang tersembunyi di balik semua ini. ” potong Septian sambil memegang kedua pundak Anee.

” Kasus besar mas? “

” Iya. Tapi kami tidak bisa berbicara banyak sekarang. Kamu yang sabar ya. “

” Iya mas. ” jawab Anee yang kemudian berdiri menghampiri suaminya yang telah bersiap untuk kembali ke rutan tempatnya ditahan selama ini dengan kawalan keempat pengawalnya tadi.

Saat sudah berdiri di depan suaminya Anee segera memeluknya. Air matanya kembali berderai Tapi sesaat kemudian dia sudah bisa menguasai dirinya dan segera berbicara seperti apa yang telah Septian katakan tadi. Arya hanya mengangguk saja mendengar bisikan halus istrinya tersebut.

“ An tolong kamu bicara sama Thomas. Katakan padanya terima kasih atas semua bantuannya. Dan katakana juga kepadanya tugas dia mendampingi aku cukup sampai di sini saja. Untuk selanjutnya biar mas Septian dan Mbak Anita yang mendampingiku.” kata Arya saat memeluk Anee.

“ Bukankah yang membayar Thomas adalah Joni mas. Kenapa gak kita biarkan saja dia terus mendampingi kita mas?” tanya Anee dengan nada penuh keheranan.

“ Aku gak enak sama Joni An. Kamu bilang saja sama dia terima kasih untuk semua bantuannya. Dan ke depannya biarkan Mas Septian dan Mbak Anita yang akan mendampingiku. Itu saja ya An. Kamu tak usah menanyakan lagi alasannya. Aku tak bisa memberitahukannya padamu saat ini. Nanti saat dugaanku terbukti baru aku katakana kepadamu.” Kata Arya sambil member isyarat kepada Anee untuk diam.

“ Baik mas.” jawab Anee seraya melepaskan pelukannya. Arya segera berjalan mengikuti langkah polisi yang mengawalnya menuju mobil yang akan membawanya ke lembaga pemasyarakatan.

Anee, Arya, Septian dan Anita tidak menyadari jika selama ini gerak-gerik mereka terus diawasi oleh seseorang yang memakai topi bisboll dan duduk di sudut ruang sidang tersebut. Matanya yang tersembunyi di balik kacamata hitam  terus mengawasi mereka berempat. Sementara bibirnya terus komat-kamit seperti sedang berbicara dengan seseorang di seberang saluran telepon.

” Joni bagaimana perkembangan sidang kasusmu itu? ” tanya suara di seberang.

” Baik Pak. Sang tokoh sekarang telah mendapat vonis dari hakim Pak “

” Oh Ya? Berapa ? “

” 7 tahun pak. Tapi…..”

” Tapi kenapa Jon? “

” Mereka mau mengajukan banding. Bagaimana langkah selanjutnya? “

” Kamu harus bereskan semua bukti kasus tersebut. Apalagi yang bisa mengarah pada keterlibatan kita. Sekalian tetap kamu usahakan agar Thomas tetap berada di tim mereka  “

” Sudah saya lakukan Pak “

” Bagus kalau begitu. Sekalian nanti kamu buat bagaimana agar Arya bisa kita bungkam saat dia ada di dalam penjara! “

” Caranya Pak? “

” Aku sudah punya beberapa ide. Untuk jelasnya nanti aku e-mail ke kamu. “

” Siap Pak.”

” Ok tinggalkan ruang sidang itu sekarang. Jangan lupa untuk segera membereskan para saksi dan juga barang bukti sehalus mungkin ya. “

” Siap Pak “

” Ok Jon. ” kata suara di seberang sambil menutup telepon mereka.

Joni segera melangkah pergi saat dilihatnya Arya sudah digelandang kembali oleh petugas pengawalnya. Tanpa banyak kesulitan Joni segera terlihat ikut dalam kerumunan beberapa orang wartawan yang mencoba mewawancara Anee, Septian dan Anita yang baru keluar dari ruang sidang. Setelah berbasa-basi sebentar, Anee, Anita dan Septian masuk ke mobil Avanza hitam mereka dan segera meninggalkan kantor pengadilan. Sementara Thomas pergi dengan menumpang taksi menuju apartemen yang sementara ini disewanya. Joni segera pergi juga setelah membuat beberapa catatan tentang hasil wawancara tersebut sebelum akhirnya ikut meninggalkan kantor pengadilan.

_ _ _

Halo selamat siang Jon “ sapa Anee begitu panggilan teleponnya tersambung dengan Joni.

“ Selamat siang Anee. ” kata Joni yang agak heran dengan panggilan telepon tersebut.

“ Langsung saja Jon. Aku mau mengatakan apa yang sudah aku bicarakan dengan mas Arya dua hari yang lalu. Mas Arya mengucapkan terima kasih atas bantuanmu Jon. Mas Arya memintaku untuk menyampaikan berita kalau mulai hari ini pak Thomas tidak lagi terlibat sebagai team pengacaranya.” Anee menjelaskan maksudnya telepon.

“ Kenapa An? “ tanya Joni terhenyak mendengar pernyataan Anee.

“ Untuk alasannya aku gak tahu pasti. Tetapi menurut mas Arya dirinya tidak mau mengganggu aktifitas pak Thomas. Bagaimanapun dia pengacara ternama dan pastinya punya banyak klien di Jakarta. Jangan karena membantu mas Arya, Pak Thomas malah kehilangan kliennya yang lama Jon.” terang Anee kembali.

“ Tapi semua urusan dia sudah aku bayar An. Jadi Arya gak usah khawatir mengenai dirinya.” bujuk Joni agar Thomas tetap dipertahankan di dalam team pengacara Arya. Bagaiamanapun juga Joni berkepentingan untuk mempertahankan Thomas di dalam team.

“ Itu pula yang membuat mas Arya tak enak hati. Jangan karena perasaan bersalah, kamu harus menguras tabungan untuk membayar pengacara sehebat pak Thomas. Karena itu, mas Arya merasa bantuanmu selama persidangan kemarin sudah cukup. Mas Arya mengucapkan terima kasih atas bantuanmu dan pak Thomas.” Anee kembali menjabarkan perasaan Arya yang tak enak dengan bantuan Joni.

“ Tapi An…….”

“ Sudahlah Jon itu semua keputusan mas Arya. Aku hanya sebatas menyampaikan keputusannya. Tolong hormati keputusannya.” kata Anee.

“ Ok kalau begitu. Maaf  jika perjuanganku dan pak Thomas tidak mampu meringankan hukuman suamimu.” Jawab Joni dengan nada penuh kekecewaan.

“ Gak apa-apa Jon. Sekali lagi makasih. Selamat siang.” Anee menutup percakapannya via telepon tersebut.

“ Selamat siang An.” Jawab Joni. Terbayang di benak Joni saat ini, jika dia akan sulit memantau manuver team pengacara Arya dalam usahanya mengajukan banding. Dan hal ini dikhawatirkan akan mempersulit  dirinya dalam menangani Arya.

“ Aku harus segera mengekskusi masalah ini. ” gumam Joni tak lama setelah telepon Anee ditutup.

 

_ _ _        

 

Masopu

 

10 Comments to "Selubung Hitam Konspirasi (7): Pengadilan Sesat"

  1. Linda Cheang  28 June, 2012 at 14:48

    wah, konspirasinya semakin mengerikan.

  2. Lulu Syifa Fauziah  28 June, 2012 at 14:28

    Ini ceritanya terinpirasi dari hukum di Indonesia apa gimana? hehe masih ada lanjutannya kan

  3. agung "Masopu"  27 June, 2012 at 23:39

    @candra sasadara ……. Silahkan ditunggu sambil minum kopi

  4. agung "Masopu"  27 June, 2012 at 23:38

    @ JC .. aku belum lihat covernya tempo. Pasti asyik nih lihat monas-anas.

  5. agung "Masopu"  27 June, 2012 at 23:37

    @anoew seperti yang dibagiin DJ di wall grup ya mas

  6. agung "Masopu"  27 June, 2012 at 23:36

    @paspampres …. Lanjut gan

  7. chandra sasadara  27 June, 2012 at 13:14

    menunggu aksi joni berikutnya

  8. J C  27 June, 2012 at 13:10

    Makin mirip dengan situasi Kasus Hambalang. Halaman depan Koran Tempo hari ini mantap bener, ada gambar Anas Urbaningrum, tulisan ANAS huruf A’nya sedikit tertutup huruf M karena sesumbar Anas yang mengatakan kalau terbukti korupsi silakan digantung di Monas. Lha kok eman-eman Monas untuk gantung si Anas…

  9. anoew  27 June, 2012 at 11:30

    si joni serigala berbulu beri-beri

  10. [email protected]  27 June, 2012 at 09:15

    lanjut…. lanjut…..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.