Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Terima Kasih. Artikel ke 200

Thursday, 28 June 2012

Viewed 2944 times, 1 times today | 106 Comments |

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

INILAH artikel atau tulisan saya yang ke 200 di Baltyra. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada pembaca, baik di Baltyra maupun bukan, baik yang memuji, mengkritik atau menghina (ini yang paling banyak saya terima).

Jumlah 200 tulisan bukan angka yang besar. Angka itu menandakan bahwa menulis tidak pernah memuaskan seseorang dan tidak peduli suka atau tidak dengan tulisan tersebut. Terima kasih atas dukungannya selama ini.

Share This Post

Posted by Thursday, 28 June 2012 on 14:24.

Categories: Dari Redaksi. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

106 Responses to “Terima Kasih. Artikel ke 200”

Pages: « 11 10 9 8 7 6 5 4 [3] 2 1 »

  1. 30
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Terima kasih banyak Mu Ammar atas apresiasinya.

    Mudah-mudahan saya tetap bisa menulis terus.

    terima kasih

  2. 29
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Hi Paspam…

    Saya lebih tertarik menulis artikel ke 201 tentang apa yang terkandung dalam baju SPG di pameran mobil itu. Mungkin Mas Anung bisa bantu…?

  3. 28
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Lieber Hennie,

    Danke schon…

    4-3

  4. 27
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Bro, wah kalau di luar sana memang sadis-sadis komentarnya. Makanya saya tak pernah ikut2 kumpulan lain di luar sana selain di sini. Agak malas berkomunikasi dengan orang yang berlainan gellombang frekuensi

    Kata orang AS, “different drum” spt judul lagu yg dipakai buat iklan TVC Axe. Kamu bidadari aku pria. Gak nyambung…

    Kok selangkangan lagi sih…. apa nih maksudnya? Hahahaha….

    Isi kepala boleh berbeda, tapi hasrat kepala bawah berbeda-beda….

  5. 26
    non sibi Says:

    Maaf, saya baru baca komentar2 yg masuk.
    Pak JC – banyak selamat atas kelahiran bayi ke3.

  6. 25
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Hai non sibi….

    Iya, sudah biasa terima hinaan. Cuma bukan disini. Ketika artikel saya ada yang mengcopy-paste dan muncul di blog orang, maka berhamburlah “kata-kata mutiara”. Walau ada juga yang menerima dengan baik.

    Biasalah seperti itu kata teman2 saya yg suka nulis. Tak mungkin kita bisa menyenangi semua orang.

    Pa kabar? Lama tidak muncul…

  7. 24
    non sibi Says:

    Congratulations Pak ISK. Well done! Ever onward no retreat !
    Banyak yg menghujat, mengejek, menghina tulisan-tulisan Pak ISK?
    They are stupid, yes they are, sorry to say.

  8. 23
    anoew Says:

    Meskipun selama ini tidak ada pembaca atau komentator yang mengancam diri saya secara fisik. Namun secara intelktual sudah menyakitkan

    Wah, kok jadi musim ya model seperti ini. Orang tidak suka dengan seorang yang lain lantas dengan mudahnya mengomentari dengan hal yang menyakitkan. Lantas apakah mereka, yang berkomentar buruk itu, bisa menulis seperti yang sudah dikritiknya dengan buruk? Minimal setaralah.

    Lain dengan kritik membangun, tentu akan dengan diterima dengan tangan terbuka, bukan kaki terbuka.

    soal saya dikafir-kafirkan atau dicemooh tidak ilmiah sudah biasa

    Ini lagi… ck! Memangnya siapakah Anda berhak mengatakan kafir kepada orang yang tak sepaham?

    IWAN SATYANEGARA KAMAH, maju terus pantang mundur tapi jangan lupa berhenti dulu beli es jus kalau haus.

  9. 22
    HennieTriana Oberst Says:

    Lieber Iwan, wah 200 tulisan, hebat banget.
    Memang tulisanmu beda, walaupun istilahmu daur ulang tapi penyampaiannya membuat yang membaca merasa itu berita baru.
    3-4

  10. 21
    P@sP4mPr3s Says:

    artikel ke 201? apakah tentang sejarah saya? (PASPAMPRES)….

Pages: « 11 10 9 8 7 6 5 4 [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)