Menerbitkan Indie: Petualangan Tersendiri (3)

Endah Raharjo

 

Kisah ketiga

Pengalaman ketiga ini mirip dengan yang kedua. Untuk menerbitkan kumpulan cerpen berjudul ‘The Greatest Love of All’ ini kami pakai jasa penerbit indie online yang memberikan layanan gratis. Sama sekali tidak dipungut biaya, namun penulis wajib menyediakan semuanya sendiri sebelum mengunggah naskahnya.

Saat ini cukup banyak penerbit yang melayani jasa self-publishing; ya… ini setali tiga uang dengan penerbitan indie. Beberapa penerbit besar juga mulai melebarkan tokonya, memberi ruang untuk self-publishing. Tinggal jalan-jalan ke planet maya, pasti ketemu beberapa.

Mengapa kumpulan cerpen ini dinamai ‘The Greatest Love of All’ – mengingatkan pada Whitney Houston? Beberapa saat setelah diva itu meninggal dunia, KF menyelenggarakan acara Tribute to Whitney, mengundang sahabat-sahabat KF untuk menuliskan kisah yang diilhami oleh lagu-lagu yang pernah dinyanyikan oleh pemilik rentang suara 3 oktav itu.

 

Mendaftar jadi anggota

Sebelum menggunakan jasa penerbit, kami mendaftar dulu menjadi anggota. Caranya segampang dan tak beda dengan menjadi anggota media online lain. Tinggal masuk ke laman mereka dan ikuti arahannya.

 

Naskah

Dalam jangka hanya satu minggu (14 hingga 21 Februari 2012), terkumpul 52 cerita yang dipisah menjadi dua bagian. Naskah pertama berisi 24 cerita dan kedua menyajikan 28 cerita. Seorang koordinator bertugas mengurus uthek-kliwernya termasuk mengumpulkan cerita dalam 2 naskah. Seperti biasa, edit naskah dilakukan bersama-sama, berbasis pada ‘siapa sempat siapa bersedia’.

Untuk masing-masing buku kami siapkan dua macam naskah untuk diunggah ke laman penerbit: naskah komplit dan naskah sampel (kira-kira 5 – 10 halaman).

 

Cover

Penerbit yang kami pilih mensyaratkan penulis mengupayakan sendiri cover buku, mereka tidak melayani jasa disain cover. Untuk proyek yang satu ini kami juga mendapat bantuan dari seorang teman. Sesuai persyaratan penerbit, cover harus berformat JPEG, kapasitas 300 dpi, dengan ukuran 13 cm x 19 cm.

Jangan lupa untuk merancang cover depan dan belakang, dan ditambah punggung buku. Perancang grafis yang sudah biasa mengerjakan cover buku pasti paham.

Sediakan dua macam cover: cover komplit (depan, belakang dan punggung) dan cover depan.

 

Layout

Penerbit yang kami pilih menyediakan template untuk layout isi. Template naskah berformat Microsoft Word. Kami me-layout sesuai keinginan. Template ini kami unduh langsung dari laman penerbit. Di dalam template sudah ada petunjuk tiap-tiap halaman: halaman judul dalam, kata pengantar (bila menghendaki), daftar isi dan isi. Semua bisa disesuaikan dengan keinginan. Berdasarkan pengalaman kami, penerbit tidak lagi nguthek-uthek naskah yang telah kami unggah. Jadi penulis harus hati-hati, juga cermat.

 

ISBN

Karena layanannya gratis, kami harus mengurus ISBN sendiri. Kali ini KF tidak memakai ISBN. Bertepatan dengan proyek ini, para penulis KF sedang punya proyek pribadi sehingga sulit menyisihkan waktu untuk mengurus ISBN. Bila penulis menginginkan dan sempat mengurus ISBN, jangan lupa untuk mencantumkan barcode dan nomor ISBN di sampul sebelum mengunggahnya. Penerbit sama sekali tidak bertanggung jawab atas kelalaian penulis.

 

Terbit

Setelah semua siap: naskah komplit, naskah sampel (5 – 10 halaman), cover komplit (dengan ISBN bila menghendaki), dan cover depan kami lantas mengunggahnya di laman yang disediakan oleh penerbit. Di dalam laman untuk mengunggah naskah itu ada beberapa informasi yang harus kami isi:

  • Judul buku
  • Nama penulis
  • Kategori (novel, kumpulan cerpen, fotografi, humor, masakah, dll)
  • Jenis kertas (HVS, kertas novel, dll) yang akan menentukan harga dasar buku.
  • Jumlah halaman warna dan hitam-putih (tidak termasuk cover) yang akan menentukan harga dasar buku.
  • Harga buku (diisi penulis setelah biaya dasar cetak muncul berdasarkan jenis kertas, jumlah halaman dan warna).
  • Sinopsis atau rangkuman buku.
  • Kolom untuk mengunggah naskah dan cover

Begitu semua sudah diunggah, secara teknis buku sudah terbit. Kami lalu mempromosikan lewat FB, twitter, blog atau media apa saja dengan menyantumkan tautan ke laman buku baru itu. Para kontributor kami hubungi agar mereka bisa langsung order.

Menurut saya ada baiknya segera setelah buku terbit, penulis memesan 1 buku, sebagai bukti terbit. Dalam waktu sekitar 2 minggu buku akan sampai ke penulis; untuk cek dan ricek kalau-kalau ada yang salah. Bila semua bagus dan puas, baru dipromosikan. Bila banyak yang salah dan tidak puas, direvisi dulu, kemudian data yang sudah diunggah dihapus semua, lalu proses diulang dari awal. Semua gratis.

 

Biaya

Penerbit ini mematok biaya dasar Rp 175 per halaman. Berikut ini rincian angkanya:

Buku 1

Jumlah halaman: 209

Biaya dasar: Rp 36.575

Harga jual: Rp 50.000 (kami tentukan sendiri)

Keuntungan penerbit: Rp 5.370

Royalti penulis: Rp 8.055

 

Buku 2

Jumlah halaman: 227

Biaya dasar: Rp 39.725

Harga jual: Rp 50.000

Keuntungan penerbit: Rp 4.110

Royalti penulis: Rp 6.165

 

Jadi, penentu harga jual adalah kami/penulis. Mesin penerbit secara otomatis menghitung biaya dasar, keuntungan mereka dan royalti kami. Semua sudah ada di laman penerbit, tinggal klak-klik memasukkan angka saja. Tampaknya penerbit mendapat untung dari biaya dasar (biaya cetak) plus 40% dari selisih harga antara biaya dasar dan harga jual; sementara penulis hanya mendapatkan 60% dari selisih itu.

In a nutshell, prosesnya seperti ini:

  • Mendaftar sebagai anggota di laman penerbit.
  • Unduh template naskah (formatnya Microsoft Word, untuk memudahkan proses dan perhitungan biaya produksi buku, gunakan template ini). Masukkan naskah ke dalam template ini. Layout dengan rapi sampai merasa puas!
  • Siapkan sampel naskah (5 – 10 halaman)
  • Siapkan sinopsis atau rangkuman
  • Unduh template cover agar ukuran cover nanti pas. Rancang cover.
  • Urus ISBN bila menghendaki. Jangan lupa menyantumkan ISBN ke dalam cover.
  • Unggah naskah komplit dan sampel naskah
  • Unggah cover komplit dan cover depan.
  • Setelah semua diunggah dengan sukses, penerbit mengirim email notifikasi untuk melakukan pembelian buku pertama.
  • Bila setuju dengan hasilnya penerbit memoderasi dan mengubah status buku menjadi ‘live’; artinya siap dibeli secara online.
  • Buku terpampang di toko buku online penerbit.
  • Buku siap dibeli! Penulis harus promosi.

 

Mudah sekali. Yang penting berani! Teman-teman Baltyra yang naskahnya sudah menumpuk di harddisk, jangan biarkan membusuk atau hilang digerogoti virus. Segera terbitkan, jangan sungkan-sungkan.

Bersambung….

**

 

Catatan: jangan lupa kunjungi kampung kami: http://www.kampungfiksi.com/  dijamin kerasan.

 

15 Comments to "Menerbitkan Indie: Petualangan Tersendiri (3)"

  1. Endah Raharjo  1 July, 2012 at 13:49

    @Taufikul: heheheee…

  2. taufikul  1 July, 2012 at 11:20

    ah, bagus

  3. AH  30 June, 2012 at 04:04

    JC : ensiklopedi tionghoa endhonesa mu jadi diterbitin indie to?

  4. Endah Raharjo  29 June, 2012 at 22:17

    Teman2 semua yang tercinta: yang saya tulis sekedar pengalaman saja. ada orang yang puas dengan berkarya – bukan menjual karya – dan hasilnya dinikmati oleh orang lain. Bagi orang-orang demikian, penerbitan indie – atau self publishing – bisa jadi pilihan paling praktis, terasa lebih personal.

    Terima kasih atas komentarnya: Lani, Pak DJ, Paspamres, Pak Handoko, JC, Mas Odi, Anastasia, Linda, Mas Iwan, dan Dewi. Yang sudah punya banyak naskah, tinggal dikumpulin, diedit, dibuatkan judul dan cover…. beres

  5. Dewi Aichi  29 June, 2012 at 20:01

    Ini menjadi sangat penting bagi yang punya potensi besar menulis, dan menjadi motivasi untuk semakin mengasah kemampuan menulis…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.