Kembang Api di Mainz

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER YANG BERBAHAGIA….

Kali ini Dj. hanya mau pamer photo-photo bunnga api yang Dj. jepret di Johannis-Fest 2012 yang mana banyak yang gagal….Entah, setiap kali Dj. ingin jepret bunga api, tidak pernah puas dengan hasilnya. Mungkin memang perlu saran dari sang profi bung Gandalf, dimas Josh Chen juga anda semuanya.

Okay….

Di kota Mainz, setiap tahun di akhir bulan Juni ada pesta kota yang dinamakan Johannis-Fest. Perayaan di kota Mainz ini untuk memperingati sang Maestro Johanes Gutenberg yang memulai dengan percetakan buku di kota Mainz.

Dan dia juga yang mencetak pertama kali Alkitab yang diterjemahkan oleh Martin Luther. Dan di Mainz Musiumnya cukup terkenal…

Okay, Dj. tidak akan bercerita tentang Johanes Gutenberg, tapi hanya sekedar ingin pamer photo-photo yang Dj. jepret saat ada di tempat Johannis-Fest di Mainz, dengan kamera Nikon D 700 dan dengan lensa Nikon 28mm-300mm, yang sudah berumur 2 tahun.

Dj. sampai sekarang belum pernah beruntung untuk mendapatkan tempat yang strategis, untuk bisa menjepret bunga api. Bebarapa kali Dj. pikir, ini tempat bagus dan menunggu cukup lama, karena Dj. datang 2 jam sebelumnya.

Tapi karena bunga api dibakar dari atas kapal yang ada di tengah sungai Rhein, maka tempatnya bisa selalu berubah. Sampai sekarang belum pernah beruntung, 2 tahun yang lalu Dj. berdiri sekitar 100 meter dari Sunga Rhein, ternyata terhalang oleh dermolen, jadi hanya bisa kelihatan sedikit saja. Padahal kiri kanaan dermolen bebas, tanpa halangan.

Tahun lalu, Dj. berada di atas Jembatan, ternyata posisinya salah dan searah dengan bunga api (jadi kenanya dari samping). Okay, pikir Dj. kali ini Dj. akan ambil dari seberang sungai Rhein yang mana cukup indah, karena selain bunga apinya, maka sebahagian tempat pesta juga bisa kelihatan…

Dj. datang hanya 1 jam sebelumnya, yaitu jam 21:30, jadi masih terang dan bisa cari posisi yang bagus (pikir Dj.). Mungkin anda bertanya, jam setengan 10 masih terang benderang, benar inilah kalau musim pannas mulai, tapi kalau winter, jam 16:00 juga sudah gelap.

Photo di bawah ini, Dj. ambil dari bawah jembatan, dimana lampu di tempat pesta sudah kelihatan mulai menyala.

Lampu jembatan juga sudah dinyalakan…Dj. juga semakin senang, karena pemandangan lampu di atas air yang begitu cantik bukan….???

Dan semakin gelap…bahkan kelihatan seperti mendung, ada awan gelap di atas….

Puji TUHAN…!!! Awan gelap pun berlalu….nah… tempat pesta pun sudah bisa Dj. jepret dengan tele 300 mm. Lumayan karena DOM (Gereja Katholik) di Mainz juga masih kelihatan.

Setengah jam kemudian sudah mulai agak gelap, hati sudah mulai berdebar, semua yang Dj. siapkan sudah Dj. periksa lagi. Kemudian muncul pikiran, mudah-mudahan kapal yang akan menembakan bunga api, tidak di belakang perahu layar yang ada di dekat Dj. Sudah lebih gelap dan sudah ada beberapa orang yang juga dengan kamera, di samping Dj.

Dan lampu di kapal layarpun sudah mulai menyala, kami hanya menunggu jam 22:30, dimana penembakan bunga api dimulai.

Nah ini yang Dj. maksudkan, saat inipun masih sial, ternyata kapal yang menembakan bunga api ada di belakang kapal layar dan terlalu jauh dari posisi Dj. Prasangka Dj. kali inipun benar, kapal ada di belakang kapal layar, jadi ya mau apa lagi, terpaksa Dj. jepret yang masih bisa Dj. jepret.

Mas Iwan silahkan bilang preeeeeeeeeeeeettttt…!!!! Hahahahahahaha….!!!

Kalau bunga apinya pecah di atas kapal layar, masih lumayan, jadinya.

Walau memakai Tripod, mmasih goyang juga.

Nah ini juga mungkin karena posisi Dj. yang dari samping, maka terlihat, seperti photo di atas, bunga apinya bertumpuk. Kalau dari depan, atau belakang, jelas akan lebih bagus lagi. Dengan demikian, banyak hasil yang masih belum memuaskan.

Pertanyaan Dj. kepada dimas Josh Chen, bung Gandalf, juga sobat yang lainnya, yang mungkin punya pengalaman jepret bunga api. Karena Dj. pakai “ BULB “ jadi Dj. pencet sesuka Dj. mau berapa lama, pembukaan lensanya.

1. Apakah mungkin untuk bunga api tidak perlu pakai “ BULB”, mungkin hanya beberapa detik saja, atau bahkan tidak sampai 1 detik…??? Bila menjepret air terjun atau air yang mengalir, maka hasilnya sudah bisa bagus dengan menggunakan “ BULB “.

2.Apakah mngkin di samping Statif (tripot), masih harus mengunakan kabel untuk menjepret…??? Agar tidak goyang.

Mungkin dimas Josh Chen atau bung Gandalf atau ada sobat yang bisa menjawab…??? Terimakasih….!!!

Ini saat mau pulang, Dj. masih ambil jembatan dengan sinar lampunya yang membikin Dj. sangat terpesona, karena kelihatan sangat romantis. Di atas sebelah kiri jembatan, bisa anda lihat berapa buanyaknya manusia yang berdiri di sana, yang telah melihat bunga api.

Dari sebelah kanan jembatan.

Terimakasih untuk kesabaran anda semuanya, siapa tau Dj. masih boleh belajar dari anda semuanya…..

Terimakasih Dj. jelas untuk pengasuh BalTyRa, yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Mohon maaf bila ada banyak kata-kata yang kurang berkenan ya….

Juga, jelas bunga apai di kota Mainz, jangan di bandingkan dengan bunga api di New York, atau Sydney, atau Singapura, atau kota besar dimanapun. Karena kota Mainz, boleh dibilang kota kecil, yang mana penduduknya memang senang berpesta.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya….!!!

Salam manis dari Mainz, untuk anda semuanya.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

129 Comments to "Kembang Api di Mainz"

  1. Lani  17 July, 2012 at 04:43

    MAS DJ : mabur jum’at malam? jd tgl 20 ya? moga2 semua lancar dan ndak ada yg ketinggalan

  2. Dj.  17 July, 2012 at 03:04

    Benar yu…..
    Dia lagi sial saja….
    Untung dia sedang tidak kerja…

    Memang benar, duduk di dalam pesawat atau di mobil memang beda…
    Olehnya Dj. coba, apa masih kuat atau tidak…
    Nah kalau masih kuat stir dan duduk selama 12 jam, maka mudah-mudahan
    kuat juga duduk didalam pesawat… hahahahahaaha….!!!

    Nanti hari Jumat malam jam 19:55 dari Frankfurt.+Dan sudah sedikit-sedikit ngepak.
    Agar nanti hari Jumat tidak stress dan kalau ada yang kurang, masih bissa ditambah… hahahahahaha….!!!

  3. Lani  17 July, 2012 at 02:27

    MAS DJ : walah dalah…….yg namanya kecelakaan bs terjadi dimana saja, kapan saja…….malah sikile kesleo to den baguse??? trs kerja jg pakai penopang…….naik kendaraan umum?

    mas, nyetir sendiri sama duduk dipesawat ya beda to……..krn dipesawat ora perlu pegang stir sendiri……udah siap2 ngepak? tingga 3 hr lagi mak winggggggg

  4. Dj.  17 July, 2012 at 00:20

    Yu Lani….
    Ternyata masih kuat yu…
    Kan namanya juga nyoba, untuk nanti mudik ke Indonesia.
    Dari Frankfurt – Singapur juga 12 jam non stop.
    Transit 1 jam lalu terbang lagi…
    Nah untuk percobaan ini, Dj. ambil arah Luxemburg, sambil belanja, karena banyak barang yang lebih murah dibanding di Jerman.
    Sekalian nyoba mobil kecil yang sudah berumur 7 tahun, ternyata masih okay…

    Ini berusan pulang dari antar Daniel ke dokter.
    Karena dia jatuh dan kakinya kesleo.
    Sekarang dia jalan dengan 1 tongkat…..
    Nah ya, mudah-mudahan dia cepat sembuh..

  5. Lani  16 July, 2012 at 14:28

    MAS DJ : nyetir 12 jam? dan liburan cm sehari???? laaaaah cm bikin bokong panas diperjalanan……….ora cucuk to mas……..pegel tok

  6. Dj.  15 July, 2012 at 14:05

    Hallo Yu…
    Benar yu, coba apa kuat, nyetir 12 jam lebih.
    Kan nanti di pesawat, Frankfurt – Singapur 12 jam duduk.
    Dan ke Luxembur, semua lebih murah daripada di Jerman.
    Terutama obat, benzin, alkohol, rokok dan banyak lagi…
    Tapi kemarin setir mobil juga gantian sama Susi dan juga kadang istirahat makan atau ambil photo…

    Mengenai peyek memang bener yu, enak dan enak sekali… hahahahahaha….!!!
    Apalagi kalau makan dengan nasi, tapi sebelumnya peaeknya dicelup di sambal kacang…
    Hhhhhmmmm….!!!

  7. Lani  15 July, 2012 at 13:50

    MAS DJ : walah arep liburan ke indo, malah udah liburan singkat di Luxemburg………cm sehari aja to mas? yo rempeyek mmg enak, rempeyek bikinan mama plg jossssss……..krn mmg dl bikin utk dijual lagi…….renyah tp tdk gampang remuk…….dr peyek kacang, kedele ireng, dan teri……….tp yg jelas peyek gereh pethek plg pas dimakan dgn sego megono

  8. Dj.  15 July, 2012 at 13:00

    Yu Lani….
    Selamat Pagi dari Mainz yu….
    Maaf, kemarin seharian jalan-jalan ke Luxemburg dan yang lainnya…
    Pulang sudah larut malam, sudah sangat capai dan mata juga sangat berat….

    Benar yu, rempayek, adalah kesukaan Dj. waktu kecil…
    Peyek kecang atau peyek ikan teri.
    Hahahahahha….!!
    Selamat berhari Minggu yu…
    TUHAN MEMBERKATI…!!!

  9. Lani  14 July, 2012 at 13:40

    MAS DJ: baru aja balik soko nggaru…….saiki jam 8:40 malam. woalah rempeyek? ya dipuasin di indo……..ada peyek kacang, kedele ireng, teri

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *