Terong Panggang Tuna

Hennie Triana Oberst

 

Sudah lama tak mencoba resep baru. Kebetulan ada seorang teman yang berbagi kreasi masakannya (terima kasih VJ), dan tepat waktunya ketika aku masih bingung membawa makanan apa untuk melengkapi salah satu potluck party yang temanya adalah Barbeqcue. Bahannya juga gampang di temukan di pasaran.

Kita mulai nih memasaknya….

Bahan:

  • 2 buah terong (kupas, iris)
  • 1 kemasan ikan tuna kalengan (180 gr)
  • 3 sendok makan saus spaghetti Bolognese
  • Cherry tomato (potong kecil-kecil)
  • Irisan daun ketumbar (cilantro), bila tidak suka bisa gunakan daun seledri
  • Irisan daun bawang
  • Merica´secukupnya
  • Garam secukupnya
  • 1 sendok teh perasan jeruk lemon

 

Cara membuat:

  • Panggang terong hingga matang (kalau tidak punya panggangan, bisa digoreng)
  • Campur ikan tuna, tomat, daun ketumbar, daun bawang, perasan jeruk lemon, merica dan garam.
  • Aduk hingga tercampur rata.
  • Tata terong di atas piring, olesi permukaan terong dengan saus bolognese.
  • Tuangkan beberapa sendok campuran ikan tuna di atasnya.
  • Dinginkan di lemari es.
  • Siap disajikan.

Terima kasih untuk redaksi dan teman-teman Baltyra.

Salam kuliner.

 

Beijing, 2012-6-8

 

58 Comments to "Terong Panggang Tuna"

  1. HennieTriana Oberst  1 August, 2012 at 03:01

    Mas Bagong, ditambah satu lagi..sehat

  2. HennieTriana Oberst  1 August, 2012 at 02:59

    Dwi, iya pas banget untuk pelengkap menu berbuka. Terima kasih

  3. HennieTriana Oberst  1 August, 2012 at 02:58

    Silvie, silakan

    Lani, iya, masih mencoba mencari celah waktu. Bener ngos-ngosan nih.

  4. Bagong Julianto  29 July, 2012 at 06:25

    Gurih, legit, asem, enak……

  5. Dwi Setijo Widodo  21 July, 2012 at 16:48

    Yummmmyyyy!!! Enak banget keliatannya Mbak Hen. Bakal buat buka puasa kayaknya cocokk! Hehe…

  6. Lani  16 July, 2012 at 02:06

    HENNIE : ndak apa2 balas nanti klu udah senggang…….yg penting kan ndak lupa aja……..

  7. Silvia  15 July, 2012 at 21:07

    Nyomot satu ya Hen

  8. HennieTriana Oberst  9 July, 2012 at 16:42

    Lani japrimu belum sempat aku bales. Maklum ya

    Anoew hahaha… aku baru sadar kalau salah tulis, mestinya tanda koma dan kata “hanya” maksudnya “hanya tertulis”

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *