US Historic Sites in Indonesia

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

INDONESIA memiliki jejak langkah perjalanan sejarah bangsa paling bergengsi sekaligus banyak dibenci di dunia, Amerika Serikat. Sejak mereka sepakat mendeklarasikan kemerdekaan tanggal 4 Juli 1776, banyak terjadi perubahan bersejarah dari bangsa itu hingga menjadi negara paling berkuasa di muka bumi ini.

Di Indonesia ada beberapa tempat yang, kalau bangsa Amerika mau, bisa dijadikan US historic site bagi mereka sebagai bangsa. (*)

 

30 Comments to "US Historic Sites in Indonesia"

  1. Bagong Julianto  9 July, 2012 at 07:02

    Bung Iwan….

    Sip tenan!
    Sayang, anjuran BK: JAS MERAH, warna yang jelas-jelas eye catching, justru dilupakan orang.
    Bangsa Indonesia pernah diluluhlantakkan oleh Jas Kuning, sekarang makin dihancurleburkan oleh Jas Biru…..

  2. EA.Inakawa  7 July, 2012 at 16:29

    Pak Iwan,saya baru baca detik tentang renovasi Kedutaan Amerika…..yang jd polemik didekat kedutaan sana ada sejarah Sutan Sjahrir yang akan dipindahkan,kalau dipikir betapa susahnya Amerika mencari situs sejarahnya…..harusnya mereka menghargai sejarah kita,seharusnya gedung sejarah Sutan Sjahrir itu memang tidak perlu dipindah,tinggal arsitek nya saja yang mengolah denah bangunan baru tsb. Susah nya lagi lagi Indonesia tidak akan mampu mencegahnya. Kalau sudah dipindah yaaa dimana lagi letak ke asliannya.
    salam H .

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 July, 2012 at 08:17

    Lieber Hennie, danke schön. Orang Indonesia memang begitu. Jangan selalu diomongin nanti mereka bisa maju. Gimana di Beijjng? Apakah masih dingin? Jakarta panas tapi suka diselingi mendung dan hujan.

    Salam sayang 4-3.

  4. EA.Inakawa  6 July, 2012 at 03:01

    asyikkkkk hari ini masih panjang umur,masih sempat membaca artikel ke 201,amin……..

  5. Lani  6 July, 2012 at 02:41

    ISK : hahaha………larinya ke camera lagi…….ngomongin yg bekas…….minta aja langsung agar dilego ke dirimu……pasti mas DJ ora keberatan……..toh dia punya bbrp camera……..

  6. HennieTriana Oberst  5 July, 2012 at 16:32

    Lieber Iwan, memang dirimu paling bisa ya menulis yang beda.
    Apa mungkin kebanyakan orang di Indonesia kurang memperhatikan (menghargai) sesuatu yang kemungkinan bisa sangat bernilai di kemudian hari.
    Dukumentasi yang kurang diterapkan, sehingga banyak catatan sejarah juga tercecer di mana-mana.
    Begitu bukan ya?
    Salam sayang 3-4.

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  5 July, 2012 at 10:32

    Halo Om Djoko, wah masak sih saya harus bangun monumen Melati Mawar di Jakarta? Maunya di Mainz, Jerman spt monumen Raden Saleh di Dresden atau monumen Djoko Paisan di Mandai…. Siapa tahu

    Sudah seminggu saya ditinggal anak2 ke rmh mbah putrinya di Serpong.
    Salam sayang dari kami untuk Keluarga Paisan di Mainz. Kamera bekas ada?

  8. IWAN SATYANEGARA KAMAH  5 July, 2012 at 10:22

    Mas OKI, rata-rata di dunia barat masyarakatnya agak menye-menye. Maklum saja mereka terlalu banyak mengalami peristiwa tragis yg memilukan. Baik itu perang atau bentuk tragedi lain. Di sana tidak heran bila menemukan tanda seperyi, “John Lennon pernah kencing di sini” atau “De Gaulle pernah berak di sini”. Ini ungkapan yg menunjukkan bhw mereka sangat menghargai kejadian masa lalu dan menghormati seseoranf yg berjasa. Kita tentu berbeda.

    Salam.

  9. IWAN SATYANEGARA KAMAH  5 July, 2012 at 10:13

    Om ODB, terima kasih banyak atas komentar. Oh ternyata masih di Cengkareng ya? Saya kira Om sdh di wilayah Jeb Bush. Maaf blm sempat bersua krn alasan teknik.

    Salam

  10. Lani  5 July, 2012 at 09:57

    11 AKI BUTO, ISK : naaaaaah, hayoooooo tuh ditindak lanjuti ada sejarah apakah antara KONA dan Indonesia????? apakah Indonesia ikut terkait dgn banjir darah PEARL HARBOUR?…….klu cm terkait ant penjaga Kona dan ISK jelas itu punya sejarah tersendiri…………wakakakak……bener kan my unique one…..banyak member yg sdh se777777 dirimu mmg sehrsnya dijadikan menteri pariwisata

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.