Kenali Tari-tarian Indonesia (9): Srimpi Jemparing

Probo Harjanti

 

Jemparing adalah kata yang berasal dari bahasa Jawa, artinya panah. Srimpi jemparing, adalah salah satu judul tari srimpi, yang memnggunakan jemparing sebagai senjata. Srimpi ini merupakan  karya pendiri Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa (YPBSM ), Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Sasmintadipura, yang biasa disapa Romo Sas, tahun 1974. Pada pementasan kali ini, Srimpi jemparing direkonstruksi oleh istri mendiang Romo Sas, Raden Rio Sasmintamurti, atau Bu Tiyah, nama lengkapnya Ibu Siti Sutiyah. Srimpi Jemparing ini sudah sekian lama tidak dipertunjukkan.

Isi cerita srimpi tersebut menggambarkan dua orang prajurit putri adu ketangkasan dalam menggunakan jemparing/ panah. Inilah salah satu keunikan Srimpi, dibawakan 4 penari, namun yang digambarkan adalah dua orang tokoh. Karenanya pola lantai srimpi adalah simetris.

Ceritanya, Dewi Srikandi berguru  memanah pada salah satu kstria Pandawayang jagi memanah , Arjuna. Rupanya Arjuna jatuh hati pada Dewi Srikandi, dan melamarnya. Dewi Srikandi tidak langsung mengiyakan lamaran Arjuna. Dia  mau dengan menjadi istrinya, dengan syarat Arjuna mencarikan perempuan yang bisa menandingi  kemampuannya memanah.

Permintaan yang amat mudah bagi Arjuna, karena dia baru saja mengajari Dewi Larasati memanah sebelum mengajari Srikandi. Artinya, Dewi Larasati lebih dahulu   belajar  memanah ketimbang Dewi Srikandi.  Akhirnya, Dewi Larasati dan Dewi Srikandi bertanding olah jemparing, hasilnya…..Larasati mengungguli Srikandi. Akhirnya Srikandi diperistri Arjuna.

Di antara 4 penari srimpi, terdapat 2 pendatang baru di ‘dunia persrimpian’, mbarep saya Ancis dan temannya, Indri. Ancis menjadi yang termuda di antaranya. Sebagai penari paling muda, bak usia mau pun pengalaman, dia nervous bukan main. Saat gladi bersih, dia berkali-kali membetulkan kain panjang yang dikenankannya. Dia merasa pemakaian kainnya tidak enak, jadi kainnya dilepas, dipakai, dilepas lagi……pakai lagi. Saya tahu dia nervous, hal yang sangat bisa saya pahami, mengingat pengalaman pertama membawakan tari ‘berat’, yang menonton pun kelas berat pula. Dalam arti, tokoh-tokoh tari klasiklah yang hadir menonton. Orang-orang yang benar-benar  tahu tari klasik gagrag Mataram seperti apa, orang  yang tahu persis bagaimana muatan tari Jogja, dengan falsafah joget Mataram nyawiji, greget, sengguh, dan ora mingkuh. Bukan masyarakat umum yang awam tentang tari.

Itu menjadi pembelajaran yang bagus bagi anak saya, biar makin banyak pengalaman berpentas di hadapan tokoh-tokoh tari, yang akan mendewasakannya.

Keempat penari Srimpi Jemparing

 

Penari duduk, pembawa jemparing

 

41 Comments to "Kenali Tari-tarian Indonesia (9): Srimpi Jemparing"

  1. probo  14 March, 2013 at 20:25

    terima kasih sudah mampir Ben….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.