Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Kenali Tari-tarian Indonesia (9): Srimpi Jemparing

Thursday, 5 July 2012

Viewed 2223 times, 6 times today | 41 Comments |

Probo Harjanti

 

Jemparing adalah kata yang berasal dari bahasa Jawa, artinya panah. Srimpi jemparing, adalah salah satu judul tari srimpi, yang memnggunakan jemparing sebagai senjata. Srimpi ini merupakan  karya pendiri Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa (YPBSM ), Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Sasmintadipura, yang biasa disapa Romo Sas, tahun 1974. Pada pementasan kali ini, Srimpi jemparing direkonstruksi oleh istri mendiang Romo Sas, Raden Rio Sasmintamurti, atau Bu Tiyah, nama lengkapnya Ibu Siti Sutiyah. Srimpi Jemparing ini sudah sekian lama tidak dipertunjukkan.

Isi cerita srimpi tersebut menggambarkan dua orang prajurit putri adu ketangkasan dalam menggunakan jemparing/ panah. Inilah salah satu keunikan Srimpi, dibawakan 4 penari, namun yang digambarkan adalah dua orang tokoh. Karenanya pola lantai srimpi adalah simetris.

Ceritanya, Dewi Srikandi berguru  memanah pada salah satu kstria Pandawayang jagi memanah , Arjuna. Rupanya Arjuna jatuh hati pada Dewi Srikandi, dan melamarnya. Dewi Srikandi tidak langsung mengiyakan lamaran Arjuna. Dia  mau dengan menjadi istrinya, dengan syarat Arjuna mencarikan perempuan yang bisa menandingi  kemampuannya memanah.

Permintaan yang amat mudah bagi Arjuna, karena dia baru saja mengajari Dewi Larasati memanah sebelum mengajari Srikandi. Artinya, Dewi Larasati lebih dahulu   belajar  memanah ketimbang Dewi Srikandi.  Akhirnya, Dewi Larasati dan Dewi Srikandi bertanding olah jemparing, hasilnya…..Larasati mengungguli Srikandi. Akhirnya Srikandi diperistri Arjuna.

Di antara 4 penari srimpi, terdapat 2 pendatang baru di ‘dunia persrimpian’, mbarep saya Ancis dan temannya, Indri. Ancis menjadi yang termuda di antaranya. Sebagai penari paling muda, bak usia mau pun pengalaman, dia nervous bukan main. Saat gladi bersih, dia berkali-kali membetulkan kain panjang yang dikenankannya. Dia merasa pemakaian kainnya tidak enak, jadi kainnya dilepas, dipakai, dilepas lagi……pakai lagi. Saya tahu dia nervous, hal yang sangat bisa saya pahami, mengingat pengalaman pertama membawakan tari ‘berat’, yang menonton pun kelas berat pula. Dalam arti, tokoh-tokoh tari klasiklah yang hadir menonton. Orang-orang yang benar-benar  tahu tari klasik gagrag Mataram seperti apa, orang  yang tahu persis bagaimana muatan tari Jogja, dengan falsafah joget Mataram nyawiji, greget, sengguh, dan ora mingkuh. Bukan masyarakat umum yang awam tentang tari.

Itu menjadi pembelajaran yang bagus bagi anak saya, biar makin banyak pengalaman berpentas di hadapan tokoh-tokoh tari, yang akan mendewasakannya.

Keempat penari Srimpi Jemparing

 

Penari duduk, pembawa jemparing

 

Share This Post

Posted by Thursday, 5 July 2012 on 10:30.

Categories: Budaya. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

41 Responses to “Kenali Tari-tarian Indonesia (9): Srimpi Jemparing”

Pages: « 5 4 3 2 [1]

  1. 10
    Lani Says:

    AH : nonton tari2-an keturon?????? mungkin buatmu khusus nonton tari break dance…….trs tarian yg pakai musik2 rancak……..nah, aku yakin klu yg kayak beginian, mana sempat keturon??????? malah ikutan megal megol…….coba saja AH……….

    MBAK PROBO : aku suka jarik-e para penari apik je………mana kang Anuuuuuu ya……semua penarinya kinyis2 dia belum mencungul??????

  2. 9
    probo Says:

    parani wae saiki Ary Hana…sembarangan ya?

  3. 8
    J C Says:

    Mbakyu Probo, pertama saya baca judulnya rada kaget. Lha kok ada JEMPALIK…masa ada tarian sampai jempalikan…

    Aku malah ngakak baca komen Ary Hana….keturon…hahahaha…

    Mbakyu Probo, saya sungguh kagum dengan dedikasi Panjenengan yang konsisten untuk pelestarian budaya…

  4. 7
    Linda Cheang Says:

    good…good. menari itu salah satu cara menyeimbangkan aspek kognitif.

  5. 6
    Handoko Widagdo Says:

    Maturnuwun Mbak Probo, pengetahuanku tentang tarian tradisional menjadi semakin lengkap.

  6. 5
    AH Says:

    lha waktu masih di SD, guru seniku bilang aku blas gak punya bakat seni (waktu itu yg dianggap seni kui nari, nyanyi). sedih to.. sik cilik wis diteror tidak berbakat :p

  7. 4
    probo Says:

    cantik ya?

    terima kasih kembali pak Dj……

    Ary Hana, ora usah komen hehehehe, kadang saya juga….herannya saat nungguin latihan, malah nggak nagntuk

  8. 3
    AH Says:

    aku kudu komen apa ya.. tiap nonton tari2an mesti keturon

  9. 2
    Dj. Says:

    Bu GuCan…….
    Terimakaksih untuk cerita dan photo-photo mas Affi yang bagus-bagus…
    Mengapa Arjuna tidak panggil Robin Hood ya…
    Hahahahahaaha….!!!
    Salam manis dari Mainz…

  10. 1
    P@sP4mPr3s Says:

    Cantik2 yang menari….. jadi pengen jadi arjuna-nya

Pages: « 5 4 3 2 [1]

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)