Thursday, 5 July 2012
Probo Harjanti
Jemparing adalah kata yang berasal dari bahasa Jawa, artinya panah. Srimpi jemparing, adalah salah satu judul tari srimpi, yang memnggunakan jemparing sebagai senjata. Srimpi ini merupakan karya pendiri Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa (YPBSM ), Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Sasmintadipura, yang biasa disapa Romo Sas, tahun 1974. Pada pementasan kali ini, Srimpi jemparing direkonstruksi oleh istri mendiang Romo Sas, Raden Rio Sasmintamurti, atau Bu Tiyah, nama lengkapnya Ibu Siti Sutiyah. Srimpi Jemparing ini sudah sekian lama tidak dipertunjukkan.
Isi cerita srimpi tersebut menggambarkan dua orang prajurit putri adu ketangkasan dalam menggunakan jemparing/ panah. Inilah salah satu keunikan Srimpi, dibawakan 4 penari, namun yang digambarkan adalah dua orang tokoh. Karenanya pola lantai srimpi adalah simetris.
Ceritanya, Dewi Srikandi berguru memanah pada salah satu kstria Pandawayang jagi memanah , Arjuna. Rupanya Arjuna jatuh hati pada Dewi Srikandi, dan melamarnya. Dewi Srikandi tidak langsung mengiyakan lamaran Arjuna. Dia mau dengan menjadi istrinya, dengan syarat Arjuna mencarikan perempuan yang bisa menandingi kemampuannya memanah.
Permintaan yang amat mudah bagi Arjuna, karena dia baru saja mengajari Dewi Larasati memanah sebelum mengajari Srikandi. Artinya, Dewi Larasati lebih dahulu belajar memanah ketimbang Dewi Srikandi. Akhirnya, Dewi Larasati dan Dewi Srikandi bertanding olah jemparing, hasilnya…..Larasati mengungguli Srikandi. Akhirnya Srikandi diperistri Arjuna.
Di antara 4 penari srimpi, terdapat 2 pendatang baru di ‘dunia persrimpian’, mbarep saya Ancis dan temannya, Indri. Ancis menjadi yang termuda di antaranya. Sebagai penari paling muda, bak usia mau pun pengalaman, dia nervous bukan main. Saat gladi bersih, dia berkali-kali membetulkan kain panjang yang dikenankannya. Dia merasa pemakaian kainnya tidak enak, jadi kainnya dilepas, dipakai, dilepas lagi……pakai lagi. Saya tahu dia nervous, hal yang sangat bisa saya pahami, mengingat pengalaman pertama membawakan tari ‘berat’, yang menonton pun kelas berat pula. Dalam arti, tokoh-tokoh tari klasiklah yang hadir menonton. Orang-orang yang benar-benar tahu tari klasik gagrag Mataram seperti apa, orang yang tahu persis bagaimana muatan tari Jogja, dengan falsafah joget Mataram nyawiji, greget, sengguh, dan ora mingkuh. Bukan masyarakat umum yang awam tentang tari.
Itu menjadi pembelajaran yang bagus bagi anak saya, biar makin banyak pengalaman berpentas di hadapan tokoh-tokoh tari, yang akan mendewasakannya.
Keempat penari Srimpi Jemparing
Penari duduk, pembawa jemparing
July 5th, 2012 at 22:27
AH : nonton tari2-an keturon?????? mungkin buatmu khusus nonton tari break dance…….trs tarian yg pakai musik2 rancak……..nah, aku yakin klu yg kayak beginian, mana sempat keturon??????? malah ikutan megal megol…….coba saja AH……….
MBAK PROBO : aku suka jarik-e para penari apik je………mana kang Anuuuuuu ya……semua penarinya kinyis2 dia belum mencungul??????
July 5th, 2012 at 22:24
parani wae saiki Ary Hana…sembarangan ya?
July 5th, 2012 at 21:44
Mbakyu Probo, pertama saya baca judulnya rada kaget. Lha kok ada JEMPALIK…masa ada tarian sampai jempalikan…
Aku malah ngakak baca komen Ary Hana….keturon…hahahaha…
Mbakyu Probo, saya sungguh kagum dengan dedikasi Panjenengan yang konsisten untuk pelestarian budaya…
July 5th, 2012 at 19:04
good…good. menari itu salah satu cara menyeimbangkan aspek kognitif.
July 5th, 2012 at 17:21
Maturnuwun Mbak Probo, pengetahuanku tentang tarian tradisional menjadi semakin lengkap.
July 5th, 2012 at 16:14
lha waktu masih di SD, guru seniku bilang aku blas gak punya bakat seni (waktu itu yg dianggap seni kui nari, nyanyi). sedih to.. sik cilik wis diteror tidak berbakat :p
July 5th, 2012 at 15:28
cantik ya?
terima kasih kembali pak Dj……
Ary Hana, ora usah komen hehehehe, kadang saya juga….herannya saat nungguin latihan, malah nggak nagntuk
July 5th, 2012 at 14:58
aku kudu komen apa ya.. tiap nonton tari2an mesti keturon
July 5th, 2012 at 11:18
Bu GuCan…….
Terimakaksih untuk cerita dan photo-photo mas Affi yang bagus-bagus…
Mengapa Arjuna tidak panggil Robin Hood ya…
Hahahahahaaha….!!!
Salam manis dari Mainz…
July 5th, 2012 at 11:04
Cantik2 yang menari….. jadi pengen jadi arjuna-nya