Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Manuk Dadali, Manuk Panggagahna

Thursday, 12 July 2012

Viewed 1735 times, 6 times today | 28 Comments |

Bambang Priantono

 

Saya tiba-tiba teringat, kalau tanggal 1 Juni ini merupakan hari lahirnya Pancasila, dan lambang Garuda sebagai simbol negara Indonesia. Dan seketika itu juga saya jadi ingat lagu Manuk Dadali yang diajarkan waktu masih duduk di bangku SD dulu.

Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang
Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang
kukuna ranggaos reujeung pamatukna ngeluk
Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk

Saha anu bisa nyusul kana tandangna
Gandang jeung pertentang taya bandingannana
Dipikagimir dipikaserab ku sasama
Taya karempan kasieun leber wawanenna

chorus
Manuk dadali manuk panggagahna
Perlambang sakti Indonesia Jaya
Manuk dadali pangkakon carana
Resep ngahiji rukun sakabehna

Hirup sauyunan tara pahiri-hiri
Silih pikanyaah teu inggis bela pati
Manuk dadali ngandung siloka sinatria
Keur sakumna Bangsa di Nagara Indonesia

Lagu ini memang awalnya kurang saya pahami maksudnya, karena menggunakan bahasa Sunda dan hanya sepotong dua potong kata yang saya ketahui artinya saat itu. Manuk Dadali artinya Burung Garuda. Lagu ciptaan Sambas Mangundikarta ini sifatnya sangat nasionalistik dan patriot, menggambarkan burung garuda nan perkasa yang menjadi lambang kejayaan Indonesia. Burung garuda yang terbang tinggi dengan sayap lebar, cakar yang kuat mencengkram serta ditakuti karena keperkasaannya dalam mempersatukan seluruh anak bangsa yang beragam segala-galanya.

Sebab itulah mengapa akhirnya burung garuda alias manuk dadali yang dipilih sebagai lambang negara Indonesia dengan nama garuda Pancasila. Para founding fathers kita sudah mempertimbangkan segala aspek untuk penetapan dasar negara serta agar tidak terjadi ketimpangan antar kelompok suku, agama, politik dan kepentingan yang berwarna-warni ini dalam satu keluarga besar yakni keluarga Indonesia.

Terlepas dari penyalahgunaan falsafah Pancasila di masa lalu sebagai bentuk pelanggengan kekuasaan, namun Pancasila memang bisa menjadi pemersatu bagi seluruh rakyat Indonesia apabila diterapkan secara konsekuen. Jujur, dulu saja masih ada penyelewengan apalagi sekarang. Sekarang justru burung garuda digerogoti oleh virus-virus seperti liberalisme, radikalisme, konsumerisme, hedonisme dan apatisme (lima kan?) yang kian hari kian mengambrukkan sendi-sendi kebangsaan negeri ini. Nasionalismepun menjadi barang yang langka untuk diucapkan, meski ada namun seringnya berlebihan. Nasionalisme seperti apa sebenarnya yang harus dibentuk di jaman moderen ini? Saya mungkin sulit menjawabnya karena kadarnya yang berbeda-beda. Termasuk muncul saat sepakbola kita berlaga dikancah internasional, nasionalisme pasti muncul lagi dengan garuda di dadaku.

Penataran P4 sebaiknya kembali dihidupkan setidaknya untuk memupuk rasa cinta tanah air yang kian menipis sebagai dampak teladan yang buruk dari yang atasnya. Hanya kemasannya dibuat menarik sesuai dengan audiens yang ditatar. Manuk Dadali harus tetap Manuk Panggagahna, sebagaimana yang tercantum dalam lirik reff Manuk Dadali itu sendiri.

Semoga saja Garuda kembali perkasa serta mengayomi bangsa kita semua. Amien…

Bambang Priantono
30 Mei 2011
Indraprasta, Semarang

 

Share This Post

Posted by Thursday, 12 July 2012 on 08:07.

Categories: Nusantara. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

28 Responses to “Manuk Dadali, Manuk Panggagahna”

Pages: [3] 2 1 »

  1. 28
    Dewi Aichi Says:

    Yang bikin rame itu ingon ingine Lani van Kona…ratu Hawaii wkwkkw

  2. 27
    bambangpriantono Says:

    Wah, kok rame-rame iki ono opo tho?

    Krotone wis enthek ki

  3. 26
    Dewi Aichi Says:

    Anoew…..kok aku to….wong Lani kok…aku yang dituduh…!

  4. 25
    anoew Says:

    Lho? Lha memang ini artikel tentang manuk tho?

  5. 24
    Anastasia Yuliantari Says:

    Anoew kuwi sing pertama2 ngomong manuk. Aku kan maune serius (karo ngrungokne manuk ngoceh ki)

  6. 23
    Lani Says:

    DA, AY, KANG ANUUUUU : gubrakkkkkkk……krompyang…….esuk2 udah ngomongin manuk……..tiap pagi manuk do ngoceh nang Kona………brisik banget je

  7. 22
    anoew Says:

    Wah wisss, artikel serius gini jadi ambyar gara-gara Dewi Aichi

  8. 21
    Dewi Aichi Says:

    Ayla…..ha ha ha ha…..itu to rahasianya…kroto ha ha…..

Pages: [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)