Jika Pemuda, Bacalah!

Cipta Arief Wibawa

 

Memang sebaiknya sebagai pemuda yang masih sehat, bertenaga, (sensor = ganteng, baik hati, rajin menabung) dan waras kita sebaiknya pergi menghabiskan waktu yang lebih banyak lowongnya ini untuk berjalan-jalan–seperti dalam sebuah iklan televisi yang berkata dalam nada bijak “Life is an adventure”. Hmm, tapi  kalau dipikir, transisi zaman semakin jarang menggunakan kata “evolusi” dalam perkembangannya ya.

Dunia berkembang terlalu cepat. kemarin baru saja keluar hp yang bisa foto-foto, eh besok lusa sudah keluar hp yang bisa nonton teve segala. Dan sekarang, modenya dengan cepat lagi berubah jadi teknologi layar sentuh, (maksudnya tidak pakai tombol pad lagi buat pencet-pencet nomor dan hurufnya) bahasa kerennya pinjer tuch atau apalah itu. Itu masih hp, belum motor, mobil, sampai makanan juga berkembang. Nah, untuk yang terakhir ini, berkembangnya jadi aneh, makanan sekarang sudah pakai bahan-bahan tekstil sebagai bumbunya. Entah nanti jadi apalah budak-budak yang menyantapnya tu.

Sebelum pembicaraan ini semakin ngelantur, baiklah, akan saya luruskan lagi pembuka paragraf di atas. Memang benar, kita harus berjalan-jalan mengelilingi dunia ini untuk tahu bagaimana sebenarnya kehidupan mengajarkan banyak kebaikan. STOP! Jangan dulu bersikap apatis dengan mengomel bilang ada internet yang murah yang dalam hitungan detik bisa lihat dunia di belahan mana juga. Masalah ini tidak sesimpel itu kawan. Memang lewat internet dunia menjadi begitu mudah dijangkau. Tapi ingat, internet juga banyak menipunya. Ranah internet hanya sampai membawa kita pada batas “tahu”, (syukur-syukur bisa paham). Tapi “beliau” tidak pernah bisa memberikan kita bagaimana sensasi merasakan langsung panasnya berjalan di Gurun Sahara, menunggu sunrise di puncak Kilimanjaro, melepas sunset di Pantai Senggigi, atau bahkan sekedar membiarkan lidah mencicipi pedasnya cabe Bhut Jolokia saat santap malam tiba.

Oleh karenanya, keluarlah, jangan mau diperalat teknologi dengan hanya duduk berjam-jam menatap banyak layar–mulai dari layar hp, laptop, ipad, dan televisi. Berpetualanglah, jika tabungan untuk bepergian jauh masih terbatas, dekat pun tak masalah, itu sama nilainya dengan berpelesir keliling dunia karena lahir dari niat yang sama. Sapalah banyak orang, lihat bagaimana mereka beraktifitas dan berbaurlah dengan mereka. Rasakan serunya menikmati pengalaman secara langsung berinteraksi dengan hal-hal baru, tempat baru, kawan baru, dan tentu saja pemahaman baru.

Lalu nanti, jika malam telah tiba…

Duduklah di teras, beranda, atau rumput di halaman dan tataplah ke pekatnya malam.

Kau akan bersyukur pernah muda….

 

7 Comments to "Jika Pemuda, Bacalah!"

  1. anoew  16 July, 2012 at 23:49

    Lalu nanti, jika malam telah tiba…

    Duduklah di teras, beranda, atau rumput di halaman dan tataplah ke pekatnya malam.

    Kau akan bersyukur pernah muda…

    Indah sekali artikel ini.. Saya merasa setengah tua dan setengah muda, jadi terpacu lagi buat menatap rerumputan di saat malam tiba.

  2. J C  16 July, 2012 at 09:54

    Jadi ingat lagu:

    Bangun pemudi pemuda, Indonesia…
    Lengan bajumu singsingkan…

  3. [email protected]  16 July, 2012 at 09:01

    Linda…… cieee…. yang lagi senang bersepeda….

  4. EA.Inakawa  14 July, 2012 at 23:34

    Linda : Iya tuh,ketika kecil di era 75 an saya ingat sekali keluarga besar kami saling mengunjungi dan pd generasi kedua saat ini semuanya buyarrrrrrrr terkecuali ketika ada hajatan dsb nya, diluar itu semua sudah terganti dgn Ucapan saja melalui Hp – sms atau email saja, betapa rindu nya dengan sebuah masaaaaa yg hilang itu,salam sejuk

  5. Linda Cheang  14 July, 2012 at 22:26

    Instant Messenger apapun, tidak akan pernah bisa menggantikan indahnya rasa pelukan hangat dan erat dari sahabat-sahabat terkasih, apalagi dari orang-orang tercinta…

    Berselancar di intenet pake tablet, tak akan bisa menggantikan senangnya bersepeda

  6. EA.Inakawa  14 July, 2012 at 19:16

    Sumpah PEMUDA……….
    1. kami Putra & Putri Indonesia bertumpah darah satu Tanah air Indonesia
    2. kami Putra & Putri Indonesia berbangsa satu Bangsa Indonesia
    3. kami Putra & Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia

    Duhai PEMUDA…………..jangan sia sia kan masa mudamu dalam ketersia sia an, jangan terlena karena dibodohkan. Bangkitlah !!! salam sejuk

  7. James  14 July, 2012 at 12:26

    SATOE lagiiii

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.