Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Tuhan Itu Cuma Satu

Monday, 16 July 2012

Viewed 1991 times, 2 times today | 51 Comments |

Wesiati Setyaningsih

 

Ini cerita tentang keajaiban hari ini. Siang tadi saya rapat pembagian tugas mengajar. Setiap orang diberitahu mengajar di kelas mana dan berapa jam dalam seminggu. Teman saya, bu Rohyati, Selasa sebelumnya sudah curhat pada saya kalau jam mengajar beliau kurang dari persyaratan yaitu 24 jam. Bu Roh mengajar Fisika dan guru Fisika di tempat saya mengajar lebih daripada jam mengajarnya karena sekarang semua guru diharuskan mengajar minimal 24 jam seminggu.

Bu Roh yang usianya sudah 50an tahun ini membuat saya kagum karena semangatnya yang luar biasa. Karena jam mengajar di sekolah sendiri kurang, maka beliau mencari jam mengajar di sekolah lain. Tahun lalu beliau mengajar di SMA Mardi Siswa dengan penuh semangat tapi tahun ini SMA Mardi Siswa belum bisa memberi kepastian.

Alhasil, ketika hari ini tadi teman-teman sudah tahu dengan pasti jam mengajar mereka, bu Roh belum tahu mesti dapat darimana untuk menggenapi jam mengajar beliau di sekolah ini yang cuma 13 jam seminggu. Setelah rapat beliau mendatangi sekolah-sekolah swasta di sekitar lingkungan kami siapa tahu ada jam untuk beliau. Dengan prihatin saya ikut berdoa untuk beliau. Bukan apa-apa, saya salut dengan semangat beliau. Meski usianya jauh di atas saya, semangat beliau selalu menyala. Tiap hari selalu ceria. Saya benar-benar menjadikan beliau teladan buat saya yang moody. Sayang sekali kalau semangat beliau yang seperti itu terbuang sia-sia.

Seharian itu saya sms bu Roh menanyakan semua usaha dan hasilnya. Beliau ke SMA Sudirman, ternyata belum ada hasil sampai kemudian beliau ke SMA Mardi Siswa lagi. Setelah itu saya tidak menanyakan lagi, saya pikir saya akan menanyakan hari Senin saja nanti. Dalam sms-sms saya yang bertaburan untuk menguatkan beliau, saya bilang bahwa saya berdoa untuk bu Roh agar bu Roh diberi kemudahan oleh Tuhan. Bu Roh seorang Kristen taat dan saya Islam. Tapi apa yang menghalangi saya kalau saya ingin mendoakan kebaikan untuk beliau? Saya kira tak ada.

Siang berlalu berganti sore, tiba-tiba ada kabar lelayu dan siapa yang mau layat bareng diminta datang ke sekolah. Yang punya mobil bisa mengangkut temannya yang tidak punya mobil, karena tempat takziah cukup jauh. Saya segera berangkat ke sekolah lagi karena memang jarak rumah dan sekolah cukup dekat. Tanpa saya duga di sekolah saya bertemu bu Roh lagi. Begitu melihat saya, bu Roh segera mendekati dan mengabarkan bahwa beliau mendapatkan jam mengajar di SMA Mardi Siswa 13 jam. Sehingga cukuplah jam mengajar beliau sekarang 26 jam seminggu.

Mungkin anda tidak paham masalah jam mengajar guru di Indonesia. Itu tidak terlalu penting. Yang ingin saya sampaikan hanyalah bahwa ternyata doa saya dikabulkan Tuhan. Sepanjang hari itu saya berdoa untuk bu Roh dan ternyata Tuhan mengabulkan doa saya dan pastinya doa bu Roh juga. Doa seorang Kristen dan seorang Islam yang ditujukan pada satu Tuhan, telah dikabulkan. Hati saya begitu terharu karena hari itu Tuhan seperti menunjukkan bahwa Tuhan itu memang cuma satu. Tidak ada Tuhanmu dan Tuhanku karena yang mereka sebut Tuhanmu dan Tuhanku itu sebenarnya SATU.

Saya menangis terharu ketika bu Roh memeluk saya mengabarkan berita gembiranya. Tuhan seperti ingin menunjukkan pada saya sekali lagi bahwa apapun yang kita minta akan selalu menjadi kehendakNYA. Dan janji itu berlaku untuk siapa saja, agama apa saja, atau bahkan untuk yang tidak punya agama. Hanya dengan satu syarat : PERCAYA. Itu saja.

 

Share This Post

Posted by Monday, 16 July 2012 on 09:19.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

51 Responses to “Tuhan Itu Cuma Satu”

Pages: « 6 5 4 3 [2] 1 »

  1. 20
    Dewi Aichi Says:

    Komen 15 Wesiati……Itsmi sedang menjadi guru spiritualnya JC….jadi sementara ngga bisa komen…

  2. 19
    Dewi Aichi Says:

    Wah…..senengnya……ada pertemuan antara murid dan guru di artikel Wesiati…..ikut seneng aku.

    Wesiati kebangetan ngga tau naman aslinya Joseph Chen= Susilo Bambang Yudoyono

  3. 18
    Orlando Daytona Beach Says:

    Wes,memang kalau kita sudah termasuk senior(citizen) ngak di Amrik maupun di Indo,atau dimanapun adalah sudah termasuk kategori “Unwanted employee”walupun tidak terang2an tapi bisa dirasakan

  4. 17
    Faradina Izdhihary Says:

    Sejak dulu aku percaya bahwa sejatinya Tuhan itu memang cuma satu, dzat yang sama yang merujuk pada satu konsep “Penguasa dan Pencipta segalanya”. Manusia sajalah yang memberi-Nya nama beda-beda.

  5. 16
    selogiri Says:

    dongak tombo sambat…

  6. 15
    wesiati Says:

    wah kalo mbak istmi komentar ya gatau jawabnya aku. wong ini konsumsi orang theist. bukan karena menutup mata pada mereka yang atheis. tapi cuma karena aku orang theis. dan aku kan nulis tentang pengalaman pribadiku aja. jadi ya, maaf.

    tapi orang atheis kan malah jauh lebih hebat, karena mereka enggak punya siapa2 untuk disambati. enggak ‘manja’ kaya aku yang theis gini. apa2 minta tolong sama Tuhan.

  7. 14
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Kata itsmi, Tuhan itu nggak ada dan bohong. Kata saya, itsmi itu nggak ada. Buktinya mana dia kasih komentar?

  8. 13
    wesiati Says:

    mas anoeng. dia tersanjung. secara biasanya mbok nyek selalu. wekekeke….

  9. 12
    anoew Says:

    Wuiiih…, baca komen nomer 8, rasanya pengen ngalungin rangkaian bunga ke lehernya.. Adem beneeeeer…

  10. 11
    J C Says:

    Wesiati, aku barusan e-mail ya…bener-bener kaget, dunia memang kecil sekali, kok malah bisa ‘ketemu’ bu Rohyati di sini…

Pages: « 6 5 4 3 [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)