Friday, 20 July 2012
Mpek Dul
Diamond Princess adalah salah satu dari kapal pesiar besar berbintang lima termasuk kelas GEM class Ship (Grand Class ship and subclassed as a Gem Class ship) dari Princess Cruises
Kapal ini adalah salah satu dari kapal “kembar” Sapphire Princess, artinya kedua kapal ini dibangun pada waktu yang sama di Nagasaki oleh Mitsubishi Heavy Industries dan berharga US$ 500 juta tiap kapalnya. Untuk pertama kalinya berlayar di bulan Februari tahun 2004. Semua kapal pesiar (cruise-ships) dari perusahaan Princess berlayar di bawah bendera negara Bermuda sedangkan perusahaan induk dari seri Princess sendiri adalah Carnival Corporation & PLC, satu perusahaan kapal pesiar cruise line terbesar di dunia dari Amerika Serikat dan disusul dengan Royal Caribbean.
Selain Princess ship, Carnival juga pemilik dari Holland America Line (HAL yang 60% dari awak kapalnya adalah orang-orang Indonesia), Carnival Cruise, Seabourn, Costa Cruises (dari Italy yang memiliki Costa Concordia yang baru saja menabrak batu karang karena berlayar terlalu dekat dan akirnya tenggelam)
Markas besar Carnival sendiri berada di Miami, Florida, AS. Markas besar di Eropa ada di Southampton, di sebelah selatan dari Inggris.
Sebagian besar dari kapal pesiar Carnival berlayar di bawah bendera dari negara-negara yang murah berhubungan dengan latar belakang pajak, seperti Bermuda, Bahama atau Panama.
Jabatan yang penting dan tinggi biasanya berada di bawah pimpinan staf dari Inggris, AS.
Belanda karena mereka menguasai bahasa Inggris, sedangkan awak kapal dari Itali, Spanyol Perancis, Jerman kurang menguasai bahasa ini.
HAL (Holland America Line) berlayar di bawah bendera Belanda, dan dipimpin oleh staf dari Nederland. Seabourn berlayar di bawah bendera Bahama dan di bawah pimpinan staf dari Norwegia. Costa berlayar di bawah bendera Itali dan hampir seluruh staf juga dari Itali. Perusahaan ini sebetulnya adalah perusahaan Itali sepenuhnya yang dibeli oleh Carnival.
Sebelumnya ingin saya berikan sedikit uraian tentang kapal Diamond Princess ini, sehingga kalian mendapatkan sedikit gambaran apakah dan bagaimana kapal ini.
Meskipun kapal ini termasuk besar di dunia, tetapi bukan merupakan kapal cruise terbesar di dunia, karena kapal2 serie “The Seas ” yang terdiri dari Oasis of the Seas, Allure of the Seas, Adventure of the Seas, Freedom of the seas, Vision of the Seas, Grandeur of the Seas, Rhapsody of the Seas, Splendour of the Seas dll, milik Royal Caribbean, juga satu perusahaan adalah kapal cruise yang terbesar di dunia dengan kapasitas penumpang rata-rata sekitar 4.500 penumpang dan 2000 awak kapal, dua kali lebih besar dari kapal-kapal Princess.
Untuk sedikit memberikan gambaran, berapakah besar Diamond Princess ?
Kapal ini panjang nya 290 meter, lebarnya 37,5 meter, dalam nya 8,1 mtr, artinya yang berada di bawah air. Bruto Tonnage (G.T. = Gross Tonnage): 115.875 BRT. terdiri dari 18 decks atau tingkat. Kecepatan sekitar 20 knotts , lebih kurang 25 mil laut atau 41 km per jamnya. Voltase di dalam kapal ini adalah 110 volt sesuai dengan standar voltasi di Amerika Serikat.
Mesin yang dipakai adalah dari seri Wärtsilä, (satu perusahaan terbesar di dunia dalam dalam bidang mesin berat perkapalan dari Finlandia) terdiri dari 46 biji common rail diesel yang diperkuat dengan dua baling-baling raksasa tipe Twin screw Vessel, keseluruhannya terdiri dari 17 silinder dan memakai Heavy Fuel oil (HFO) and Marine Gas Oil (MGO), tergantung dari keadaan dan peraturan setempat dari negara-negara yang disinggahi.
Hal ini untuk mencegah jangan sampai mengotori laut, terutama sekitar negara bagian Alaska yang emisi peraturannya sangat ketat sekali berhubung untuk melindungi industri perikanan dan alam, berbeda jauh dengan peraturan dari negara-negara Asia.
Kapasitas pengangkutan kapal ini adalah 2870 orang penumpang dan mempunyai awak kapal sekitar 1400 orang, sebagian besar dari Inggris, Belanda, Amerika, Itali dan Filipina, Thailand, Ukrain serta sebagian kecil dari Indonesia (untuk jabatan yang menengah dan rendah seperti pelayanan, tukang pembersih kamar dan bagian pencucian pakaian).
Diamond Princess mempunyai 8 restoran (termasuk beberapa restoran yang ekslusif seperti Diamond Princess Grand Plaza, International Dining Room, Pacific Moon, Santa Fe, Trattoria Sabatini, Sterling Dining Room), dan beberapa bars/pubs/café (Churchill’s Lounge, Explorer’s Lounge, Princess Club Fusion, Wake View Bar, Wheelhouse Bar), perpustakaan, casino, diskotik, internet café, 2 bioskop, sauna, salon kecantikan, teater yang dapat memuat 500 orang, 9 whirlppols, 4 kolam renang, pertokoan, tempat penyucian pakaian, galeri lukisan, fitness room, laatst but not least: Internet café lewat satelit, tetapi bukan main mahalnya karena satu menitnya sekitar US$ 0,75, selain itu hubungan tidak selancar melewati daratan.
Untuk anak-anak dan remaja tersedia tempat-tempat khusus Diamond Princess Off Limits Teen Center Diamond Princess Fun Zone.
Perhitungan Gross Tonnage disingkat GT atau Tonase Bruto ini telah didefinisikan didalam Peraturan nr 3 lampiran I -1 dalam bidang Pengukuran Tonase kapal yang disepakatkan dan ditetapkan didalam Konvensi Perjanjian International 1969, dan mulai berlaku sejak 18 Juli 1982.
Perhitungan ini berdasarkan dua variable:
V = total volume kapal dalam meter kubik (m³), dan
K = peng ganda yang berdasarkan volume dari kapal
Nilai K adalah multiplikator bervariasi sesuai dengan jumlah volume kapal (dalam meter kubik) dan diterapkan sebagai faktor pengurangan dalam menentukan nilai tonase kotor yang tidak memiliki unit seperti meter kubik atau ton. Untuk kapal yang lebih kecil, K adalah kecil, untuk kapal yang lebih besar, K adalah besar berkisar K 0,22-0,32 dan dihitung dengan rumus yang menggunakan logaritma basis dalam hal ini adalah 10. K = 0.2 + 0.02 x log10 (v)
Setelah V dan K diketahui, maka tonase kotor dapat dihitung dengan menggunakan rumus, dimana GT berfungsi sebagai V: GT = K x V
Sebagai contoh, kita dapat menghitung tonase kotor kapal dengan 10.000 volume (dalam m³ keseluruhan) adalah sebagai berikut:
K = 0.2 + 0.02 x log10 (v) = 0.2 + 0.02 x log10 (10.000) = 0.2 + 0.02 x 4 = 0.2 + 0.08 = 0.28
Berarti tonase kotor kapal adalah : GT = K x V = 0.28 x 10.000 = brutotonnage 2.800.
Di musim panas Diamond Princess biasanya berlayar di sekitar perairan Canada, Alaska, sedangkan sekitar bulan Agustus sampai akhir Oktober berlayar di Asia, dimulai dari Singapore ke China melalui beberapa negara-negara dan atau dari Singpore ke Australia (lewat Benoa, Bali), New Zealand, sampai Tahiti, karena di bulan-bulan ini, disana musim panas.
Untuk pertama kalinya, kami berdua (istri dan saya) atas ajakan teman sekolah saya dari SD yang tinggal di Canada, mencoba untuk ikut dengan kapal ini.
Perlayaran dimulai dari Singapura menuju ke Laem Chabang di Thailand – Hoo Chi Minch City – Nha Trang keduanya di Vietnam – Hong Kong – Shanghai – Nagasaki (Jepang) – Busan (Korea selatan) dan berakhir di Tianjin sekitar 120 km dari Beijing, karena kota ini sendiri tidak mempunyai pelabuhan. Dari Nederland kami naik pesawat KLM yang menuju ke Denpasar dan singgah di Singapura.
Berbeda dengan petualangan dengan backpack, kali ini saya ingin coba membawa para pembaca untuk ikut bersama kami menikmati pengalaman perjalanan dengan kapal ini yang kami ikuti selama 17 hari lewat negara-negara dari Asia Teggara sampai ke Asia Timur dan kehidupan di kapal pesiar. Seluruh perjalanan yang kami lakukan adalah selama 28 hari, karena kami tinggal beberapa hari di Singapura dan Beijing sebelum terbang kembali ke Nederland.
Sayang sekali baru saat ini saya mempunyai kesempatan untuk menulisnya di sini dan akan saya kirimkan beberapa “jilid”.
Selamat mengikuti …….
DILANJUTKAN JILID II
July 21st, 2012 at 05:24
anoew Says: July 20th, 2012 at 08:42
Salah satu impian buat bisa berpesiar dengan kapal semacam ini. Sementara ini cukup puas berpesiar dengan kapal yang di rumah yang berlayar di lautan kasur. Empuk sih, gk ada karang apalagi angin ribut.
Stefan, lha kamu kan juga tinggal di Anjungan lepas pantai platform minyak kan hampir sama dengan dikapal, cuma tidak bergerak dan banyak angin topan juga ?
July 21st, 2012 at 05:20
P@sP4mPr3s Says: July 20th, 2012 at 10:53
Aduh…. menarik sekali sepertinya… apalagi ruangan dengan balkon ke laut….
senangnya….
Ruangan dengan balkon kelaut? Lha gimana dilaut bisa ada balkon? Maksudnya bisa lihat laut dari balkon? Iya bener juga, biasanya dari restoran juga bisa duduk2 lihat laut saat kapal berlayar, tapi cuman lihat samudra. Di deck kapal itu biasanya penuh orang2 yang berdiri penen lihat, ambil foto atau film jika kapal sudah mau memasuki pelabuhan, seperti waktu ke Venice, Dubrovnik dengan kapal Carnival waktu bulan mei (ceritra kapal ini menyusul).
Biasanya yg nonton begini ini penumpang2 seperti mpek Doel yg tidoor di inside hut, kamar nggak ada jendelanya dan ada ditengah kapal jadi nggak lihat apa2, kecuali TV dikamar dinyalakan karena seperti bisa mengikuti perlayaran dan nggak merasa terkurung penjara. Habis kamar inside hut itu kelas mbek ini, yg paling moraah, kalo yg balcony bisa duduk2 dibalcon, tapi juga dua kali lipet bayarnya, yang penthouse disediakan butler…
July 21st, 2012 at 05:08
Lani Says: July 20th, 2012 at 23:14
wadoooh, liat avatar potret-e malah bikin deg2 pyaaaaaaaaar………….hahaha
Lani, kamu harus periksa dokter apa riketik mu mengkali ada ganggoan? Bisa juga tekanan darah tinggi, jadi jangan disepelekan. Kalo laen kali mo ikoot bekpek ya harus sehat walafiat. mpek nggak sanggopp kalo ada ganggoan dijalanan. kan janjinya lu nyang mo ikoot pikool, bekpek, sekalian ama dewi, linda, novi?
July 21st, 2012 at 05:04
elnino Says: July 20th, 2012 at 18:11
Mpek Bruce yang hensem, asyik sekali cruising dg kapal pesiar yang keren ini. Rasanya kepengen ikoot, tapi pasti tiketnya mihil, lagipula awak agak takoot karena gak bisa berenang
Hebat juga ya servisnya, jumlah kru dan penumpang, 1: 2.
Oh, jadi itu ya alasannya kenapa kebanyakan kapal yg berlayar secara internasional biasa pakai bendera Panama atau Bermuda. Ibarat mendaftarkan mobil mewah di daerah, padahal pemiliknya orang Jakarta. Seperti itu bukan mpek? Trus GT sama DWT itu, sama nggak? Soalnya saya ada debitur industri kapal, satuan berat kapalnya biasa dlm DWT.
Nggak bisa berenang? Lha kan di Indon banyak kali, dan kalo tiap tahun banjir bisa ada kesempatan belajar?
Deadweight tonnage, disingkat D.W.T, DWT, dwt, atau Tonase bobot mati adalah satu ukuran untuk menunjukkan berapa ton barang yang dapat diangkut satu kapal dengan aman untuk membuat satu kapal terbenam pada batas yang diperkenankan dalam satuan ton. Dalam tonasi ini termasuk berat dari air minum, air ballast, bahan bakar, bahan2 makanan, penumpang, awak kapal dan barang2 muatan itu sendiri. Batas maksimum ini biasanya ditandai dengan apa yang dinamakan Plimsoll line, dan biasanya tanda ini ditunjukkan dan dapat terlihat dibagian bawah lambung kapal dengan warna merah.
Hal ini penting sekali dan merupakan salah satu pertimbangan dari otoritas pelabuhan sebelum mengeluarkan surat izin berlayar yang menyatakan bahwa kapal yang bersangkutan itu “aman”.
GROSS TONNAGE disingkat GT adalah satu ukuran kapal yang menunjuk kan berapa ton barang yang dapat diangkut oleh satu kapal, tanpa mengkaitkan panjang, lebar dan dalamnya satu kapal.
Sebetulnya DWT adalah satuan yang akir2 ini lebih sering dipakai, untuk menggantikan GT. Semua satuan ini telah disepakatkan dan ditentukan oleh Konvensi Pengiraan tonasi perkapalan di tahun 1969 (The International Convention on Tonnage Measurement of Ships, 1969), dan digunakan oleh Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization atau IMO (dulunya dikenal sebagai Inter-Governmental Maritime Consultative Organization atau IMCO), didirikan pada tahun 1948 melalui PBB untuk mengkoordinasikan keselamatan maritim internasional dan pelaksanaannya.
Mengapa banyak sekali kapal2 berlayar dibawah bendera negara2 “murah”, seperti Panama, Bermuda, Bahama’s, dulu juga Liberia?
Biasanya karena pertimbangan hukum internasional dalam bidang fiskal. Untuk dapat berlayar dibawah bendera negara itu, perusahaan perkapalan harus membayar pajak ke negara yg bersangkutan dan berlaku hukum dari negara tsb. Dalam hal ini berarti bahwa hukum yang berlaku dikapal adalah hukum dari negara dimana kapal itu berlayar, sesuai dengan hukum internasional maritim. Jika kapal ini dibajak, atau diteror, berarti negara itu juga harus mengatasinya.
Biasanya tidak ketat karena tidak usah membayar gaji sesuai dengan gaji minimum yang biasanya sangat tinggi, selain harus membayar premi jaminan sosial di negara2 seperti AS, Canada, Inggris, Belanda, selain itu perusahaan tidak usah membayar premie jaminan sosial untuk awak kapal yang tergolong menengah dan rendahan, karena di negara seperti Bermuda, Bahama, Panama hampir tidak ada jaminan sosial, sehingga dengan demikian menghemat ongkos2 dan memungkinkan keuntungan lebih banyak. Untuk staf dan awak kapal yang menduduki jabatan biasanya digaji sesuai dengan gaji yang berlaku di negara dimana kantor perusahaan itu berada, biasanya di AS. Aida berlayar dibawah bendera Jerman. Costa dibawah bendera Italy.
HAL – Holland America Line berlayar dibawah bendera Belanda dan berlaku semua pajak dan jaminan sosial negeri Belanda. Jaminan sosial Negeri Belanda adalah yang dikenal didunia sangat tinggi dan kalau tidak salah adalah menduduki ranking ke 2 didunia. Itulah sebabnya gaji dari awak kapal HAL cukup tinggi, mengenal jaminan pensiun cacad, pensiun hari tua, pensiun janda/duda, tunjangan anak2, dan banyak sekali awak kapal yang berasal dari Indonesia, sekitar 60%
July 21st, 2012 at 03:03
LINDA : kamu disarankan numpak pit keliling dunia oleh mpek Dul…….dgn para sponsor, jd bs gratis!
July 21st, 2012 at 00:20
Mpek Doel : lha, aku nggak mau naek kapal pesiar karena harga tiketnya maharrrrr, bukan berarti aku tidak bisa traveling. tapi pakenya budget travelling, hehehe
July 20th, 2012 at 23:14
wadoooh, liat avatar potret-e malah bikin deg2 pyaaaaaaaaar………….hahaha
July 20th, 2012 at 22:52
Linda Cheang Says: July 20th, 2012 at 17:24
Pernah kepingin buat naik kapal pesiar, tapi begitu lihat harga tiketnya yang mahal, mending pesiar ke Pulau Kapuk saja.
Sebetulnya tergantung dari kita sendiri seperti yang telah saya pernah uraikan. Bepergian keliling dunia tidak selalu perlu membutuhkan beaya ygn tinggi. Tergantung dari kecerdasan kita sendiri.
Kemarin kebetulan ada berita tentang seorang insinyur muda londo usia 29 th yang mau keliling benua Amerika l.k. 30.000 km itu lebih dari 2,5 x bolak balik Amsterdam – Jakarta. Dia cari pelbagai sponsor a.l. pabrik sepeda mana yang mau sponsor dia dan beri sepeda khusus untuk dipakainya. Dia dipinjami sepeda khusus pake cap dari pabrik itu, diberi tas sepeda oleh pabrik tas terkenal tentu saja ada cap dari pabrik itu. Lalu diberi jacket, T Shirt, jas hujan oleh perusahan gede2 , Addidas, Nike dsb. Helm khusus buat kepalanya, tentu saja juga ada cap dari pabrik pemberinya, Kacamata khusus Rayban, Polaroid, sepatu khusus Addidas, Oasic, macem2, juga ada cap nya. Aha, dia berangkat dari Canada Utara. Disetiap tempat yg didatangi begitu menarik perhatian dan diwawancara di tv, di beri uang saku buat sponsornya, ditampung di Hilton cuma2, karena mereka kagumnya. Di Amerika latin, di negara2 yg miskin, dia ditampung penduduk, tidur tempat mereka, sepeda di service, ban diganti, semua gratis. Saat ini dia sudah menempuh 16.000 km.
Uang saku yg dibawanya sekitar € 2.000,- satu senpun masih belum berkurang karena sampai saat itu dibeayai spornsor, didukung penduduk. Ini satu contoh yg ajaib.
Siapa di Indon berani coba? Beritahu perusahan2 gede2 kalau anda cari sponsor mo keliling dunia naik sepeda roda dua yg digenjot pake dua kaki tanpa motor. Siapa tahu nti Astra motor sumbang super sepeda dgn cap mereka. Indo mie sumbang 10 doos mi rasa kaldu ayam, soto, seafood? ABS bekalin bumbu2 kering buat diperjalanan untuk dimasak? Kacng Kelinci dan Garuda sumbang kacang buat camilan dijalanan. Last but not least the super giant Bakrie Tower bawain amplop gede ada cap mereka yg beratnya dua kilo isinya dollar amrik buat jajan diperjalanan? Lalu berangkat keliling dunia naek sepeda, pake pakaian a.la Arjuna. Lihat aja nti diperjalanan tidak saja dibuat tontonan, tetapi juga pasti disambut meriah, di cepret kanan cepret kiri, ada yang ingin ikoot cepret bersama. Lha kantongan yg di isi dollar hrus dikosongi dulu biar bisa di isi dana lagi. Buat perusahan2 nggak ada artinya, sebab kalau mereka pasang iklan, kan ongkosnya lebih gede dan Cuma disiarkan di Indon, sedangkan lewat sepeda ini nyebar ke dunia.
Silahkan renungkan gagasan ini…… (jangn lupa kabarin mpek, ntar mpek sambut)
July 20th, 2012 at 22:07
Silvia Says: July 20th, 2012 at 08:55
Kapal pesiarnya keren. Suami dan sy tidak pernah kepengen naik kapal pesiar.
Eh ini kapal tergolong menengah doang. yang dua kali lebih gede juga ada, jumlah penumpang dan awak kapal? 7.000 kepala ! tetapi berlayarnya dari Miami ke Caribbean. ceritranya lain kali. Oasis of the Seas, Allure of the Seas
Lha memang sukanya naek kapal mabor ?
didalam hidup ini sedapat mungkin sebanyak mungkin dinikmati dengan pelbagai cara.
July 20th, 2012 at 21:57
Dewi Aichi Says: July 20th, 2012 at 09:43
Aduhhh….jadi pengen
Pengen apa? Ikoot bekpek laen kali ? Kamu yg pikool bagasi gimana?