Antara Istana dan Gubuk

Liana Safitri

 

Gedung pencakar langit menjulang tinggi
Singgasana megah perkasa penuh pesona
Bagai tirai beku
di balik kaca anti peluru
Di dalamnya
Orang-orang pendidikan tinggi dan jas berdasi
yang pandai argumentasi dan orasi
Pulang pergi dikawal polisi
Spagetti, bistik sapi, teriyaki
                 santapan tiap hari
Siapa menyangka
uang yang dikantongi, hasil korupsi?

Di bawahnya,

Jalan-jalan becek cap alami
jadikan kaki pengais rezeki penuh daki
Hanya demi
                     sesuap nasi dengan sambal terasi
Mereka tak ingin dikasihani
dan mungkin,
mereka lebih suka mendatangi
obral baju atau panci
Daripada sekedar mendengar obral janji

tanpa arti…

 

9 Comments to "Antara Istana dan Gubuk"

  1. J C  22 July, 2012 at 21:38

    Yaaaaahhh begitulaaaahhh…

  2. EA.Inakawa  21 July, 2012 at 15:49

    Menurut pendapat saya : Hampir samalah dengan komentar 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 dan 7……..peace ( sudah saya baca lho artikelnya ).

  3. Angela Januarti  21 July, 2012 at 11:22

    Hidup sederhana lebih membahagiakan.

  4. Dewi Aichi  21 July, 2012 at 10:57

    Betul kata Pak Handoko,

  5. Wahnam  21 July, 2012 at 10:42

    Jangan2 tanahnya nanti dibeli kali sama developer

  6. Handoko Widagdo  21 July, 2012 at 10:34

    Belum tentu yang tinggal di istana lebih bahagia dari yang tinggal di gubug.

  7. Linda Cheang  21 July, 2012 at 09:55

    gubukku, ya, istanaku

  8. Kornelya  21 July, 2012 at 08:34

    Dua !! Liana, itulah Indonesiaku. Salam.

  9. James  21 July, 2012 at 07:48

    SATU Istana Gubuk …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.