Monday, 23 July 2012
Josh Chen – Global Citizen
Beberapa bulan lalu, saya mendapat beberapa teman baru dari Peranakan Association Singapore. Dari komunikasi melalui e-mail dan omong punya omong, saya memberanikan diri mencoba menanyakan apakah memungkinkan jika saya mengirimkan artikel tentang makanan karena di situs mereka peranakan.org.sg diumumkan ketika itu kalau Issue 2 tahun 2012 majalah Peranakan akan membahas tentang makanan. Ide bersambut baik dan mulailah kami berdiskusi kira-kira seperti apa dan bagaimana untuk mengisi majalah Peranakan tsb.
Akhirnya disepakati artikel mana dan resep apa untuk kontribusi di majalah Peranakan Issue 2. Sungguh bangga saya mendapat kehormatan berkontribusi mengisi majalah Peranakan dengan tiga tulisan saya. Satu artikel berjudul “Unique Ingredients in Peranakan Cuisine” dan yang dua adalah resep masakan yang akan saya tampilkan juga di Baltyra di lain kesempatan.
Thanks to The Peranakan Association Singapore yang sudah memberikan kesempatan luar biasa ini dan juga thanks to ASPERTINA – Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia yang memberikan kebebasan member’nya seperti saya untuk berekspresi dan berkontribusi.
Courtesy of The Peranakan Magazine, the official publication of The Peranakan Association Singapore
August 4th, 2012 at 09:24
Hennie: itu dijawab Lani, dan satu lagi Pindang Kudus, juga pakai kluwek…resepnya nyusul ya…
mas BagJul: matur nuwuuuunnn…
Kita Sandiri: terima kasiiiiihhh…
August 4th, 2012 at 04:05
HENNIE : kluwak dibikin campuran masakan BRONGKOS top banget! duh jd ngileeeeeeeeeer
August 4th, 2012 at 01:47
JC, keren artikelnya.
Kalau boleh tanya, buah keluwak itu dipakai untuk masak apa saja selain contoh di atas?
Aku cuma kenal satu masakan dengan buh keluwak, cuma Rawon.
July 29th, 2012 at 06:14
Localy unique ingredients strikes worldwide!
Baba Aji, sounds unique too….
July 24th, 2012 at 15:24
SU : 21 nanti dipraktekkan ya………dikunyah spt org nginang, kmd disesep airnya…….melegakan tenggorokan…….
AKI BUTO : dasar wong gemblunk!!!!!! mlay karo nggendong dunak, isi botol jamu……..mmgnya wong bule mau minum jamu gendong??????? iso mutah2 malah aku di sue dikira meracun orang…….welah dalah………coba dipegang apakah bathuk-mu anget to???????? wakakakkaak……….nulis karo kemekelen………
July 24th, 2012 at 15:00
resep? silakan di klik http://kitasandiri.multiply.com/photos/album/9/what-a-surprise-Pangi
waktu itu dalam keadaan darurat. Tidak daruratnya, campuran dimasukin ke dalam bambu yang spesifik; terus dipanggang di atas api yang besar. Prosesi ini cukup mengurangi lemak dalam daging yang dicampurkan
July 24th, 2012 at 14:41
Silvia: hehehe…
Dewi Aichi: harusnya ada lah bahasa Portugisnya dan di beberapa bagian di Brazil khan iklimnya sama persis dengan Indonesia, iklim tropis, seharusnya rempah-rempah gitu ada juga…
Kita Sandiri: waaaahhh boleh duonk resepnya…
kedengarannya uenak…
Jon: lha ngerti ngono…
