Bunga Sepatu (Hibiskus)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER, DIMANA SAJA ANDA BERADA……

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj., yang mana kali ini hanya sekedar pamer bunga bonsai Hibiskus…

Hibiskus….??? Ya, benar bunga Hibiskus, atau di Indonesia terkenal dengan nama bunga sepatu. Benar memang bukan pohon, tapi kalau di Jogya, mungkin hanya dipakai sekedar untuk pager rumahnya bu GuCan…. Anda mungkin juga benar, tapi ini adalah percobaan Dj. sendiri, karena tanaman ini juga berkayu.

Maka sekitar –+ 25 tahun yang lalu, Dj. mencoba beli tanaman yang masih muda (mungkin –+ 4 tahun umurnya) dan Dj. pelihara. Dj. rawat dan sekitar 3 tahun kemudian Dj. membentuknya dengan menggunakan kawat, dengan bentuk “KASKADE”.

Dan saat itu, daunnyapun masih terlalu besar, belum memperlihatkan bentuk bonsai, tapi setiap saat berbunga, membikin hati senang.

Saat dipotong ranting-ranting yang Dj. anggap berlebihan. Kadang teman di sawah, suka marah, karena menurut mereka pohon subur malah dipotongi… Hahahahahahaha….!!! Maklum mereka tidak mengerti tujuan Dj.

Dari bawah, bisa dilihat masih ada kawat yang mengikat, agar tetap berbentuk seperti yang Dj. inginkan.

Seperti saudaranya yang di bawah ini, adalah bonsai asem yang Dj. tanam beberapa puluh tahun yang lalu dari kecik (biji asam)

Beberapa tahun kemudian, daunnya semakin kecil dan struktur batangnya dengan bentuk Kaskade, semakin jelas.

Puji TUHAN…!!! Tanaman kecil ini cukup kuat, walau sering kelihatan layu, kalau lupa disiram, tapi kembali segar setelah disiram air. Nah di tahun 1995, entah mungkin saat itu tidak ada kerjaan, maka Dj. pandangi bunga bonsai hibiskus yang indah ini. Dan jelas, langsung ambil selembar kertas dan dengan ballpoint molai mengoret-oret…. (saat itu belum punya kamera hahaha….!!!)

Nah karena satu dan lain hal, maka pohon ini dan beberapa bonsai yang ada di sawah, terpaksa harus Dj. ambil dan Dj. rawat di rumah. Walau mungkin hanya soal kecil saja, tapi hal ini membikin perasaan Dj. sangat gembira, saat melihat bonsai hibiskus mengeluarkan beberapa kuncup bunga. Sampai saat inipun bonsai ini setiap saat (selalu) berbunga, satu gugur dan kuncup lain bermunculan. Sayang Dj. sedikit terlambat, karena kuncupnya sudah sedikit besar.

Photo di atas, adalah dari satu bunga, Dj. ambil dalam beberapa hari, dari sejak kuncup sampai mekar. Dan di bawah ini dalam satu photo, tiga bunga. Dimana , paling atas kanan masih kuncup, ditengah sedang mekar dan yang paling kiri bawah sudah layu dan hampir gugur.

Dengan photo-photo yang lain, ingin Dj. sampaikan pesan, betapa kita lahir, masih segar….

Bertumbuh… (Dj. ambil dengan lensa Micro 105mm)

Menjadi besar dan sangat cantik, kuat, sukses dan dikagumi banyak orang ….. Saat kemegahan atau kejayaan….!!!

Namun kemudian, hanya sekejap saja, maka kita sudah menjadi tua dan layu. Tak ada yang bisa kita banggakan lagi, kacantikan sekalipun tidak, bahkan tidak ada lagi yang mau melihatnya.

Okay…..

Semoga photo-photo yang Dj. pamerkan di atas , bisa menjadi satu renungan dalam kehidupan kita setiap hari. Nikmatilah hidup hari ini, semasih bisa disebut hari ini. Jangan cepat marah, karena kemarahan dan hati yang jengkel, hanya merusak diri sendiri, terutama, akan menjadi jelek. Ini Dj. lho ya, kalau Dj. marah, jelek sekali…. hahahahahahaha….!!! Cemberut merusak wajah, tapi hati yang gembira, menyembuhkan segala penyakit…. hahahahaha…!! (Dj. yang sok tau ya)

Mohon maaf, bila banyak kata-kata yang tidak berkenan.  Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa, yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. juga kepada anda semuanya, yang selalu bersabar menantikan harí Selasa.

Maaf, kemungkinan besar, dalam 3 minggu ini Dj. tidak muncul, karena mudik. Kalau ada waktu, Dj. akan berusaha tengok BaTyRa.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813 dan cucu tercinta (David Nathanael Paisan)

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

18 Comments to "Bunga Sepatu (Hibiskus)"

  1. Bagong Julianto  27 July, 2012 at 16:00

    Bungatirah lebih enak, lebih gurih, lebih ngangeni gudhegnya…….

  2. Handoko Widagdo  27 July, 2012 at 15:50

    Aku lebih suka Bungatimin

  3. Bagong Julianto  27 July, 2012 at 15:29

    KangMas Dj.

    Kembang sepatu, Hibiscus rosa-sinensis, di Sumatera (Utara) biasa disebut Bunga Raya. Banyak dan sering jadi salah satu ornamen hiasan pada peringatan Hari Raya, semisal Natal dan Tahun Baru. Warnanya yang abang mbranang memang merak ati. Menjadikan tanaman kembang sepatu (juga asam jawa, Tamarindus indica), menjadi bonsai dan berbunga-berbuah, sungguh, itu hanya bisa dilakukan oleh Wong Sabar…..

  4. Lani  26 July, 2012 at 02:03

    EA : aku yakin mmg berbeda bunga raya/sepatu dgn artian di M’sia dan di Hawaii………klu di Hawaii kamu betul krn mmg saking banyak keluarga dr bunga raya ini, selain warnanya yg mmg bervariasi……..semuanya indah, tp aku suka yg bertumpuk helai/kelopak bunganya………

  5. EA.Inakawa  25 July, 2012 at 18:20

    @ Ci Lani : Bunga Raya juga dipilih sebagai lambang kebanggaan berdasarkan kepada beberapa sifat bunga raya yang unik. Bentuk lima kelopak yang terdapat pada Bunga Raya telah dikaitkan dengan lima prinsip Rukun Negara dimana ia merupakan salah satu strategi untuk mencapai perpaduan negara serta masyarakat yang adil dan saksama. Kepelbagaian Bunga Raya dari segi warna, bentuk dan ukuran juga menandakan kekuatan kepelbagaian bangsa, agama dan kebudayaan rakyat Malaysia yang dapat hidup aman damai dan berharmoni ( Refrensi – http://anizyn.blogspot.com/2011 ).

    Kalau Bunga Raya yang jadi Bunga National di Hawai apakah sama pengertian ideologi kebangsaannya dengan yang di Malaysia…..bisa jadi dijadikan sebagai bunga national karena Hawai kan termasuk penggemar bunga paling berat di dunia untuk menarik turis,bukan sebagai symbol ideologi kebangsaan. salah nggak yaa ehehehe salam sejuk

  6. Handoko Widagdo  25 July, 2012 at 07:03

    Pasti sangat sulit untuk membuat daunnya menjadi kecil. Selamat kangmas Djoko untuk bonsai hibiscusnya. Kapan-kapan membuat bonsai semangka ya.

  7. Lani  25 July, 2012 at 00:14

    EA : wakakakak……Kembang Kona? mana ada yg mau ngakuin selain dirimu……….kkkkkk

  8. EA.Inakawa  24 July, 2012 at 23:56

    @ Ci Lani : ya udahlah……mau diapain yaaa, apalah daya awak nich.
    Yang penting ” Kembang Kona” belum ada yang mengakuin secara National,kalau ada kecewa kali awak eheheh salam sejuk

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *