Nomaden

EA. Inakawa – Africa

 

Siapapun dia pasti pernah membayangkan sebuah cita-cita……tapi teramat sedikit sekali yang membayangkan bagaimana waktu yang dilalui harus berjalan di luar keinginan kita……terkecuali kalau kita bertugas di medan laga peperangan.

HIDUP selalu demikian banyak rencana tetapi demikian banyak pula ketidak pastiannya.

Menjalani hidup memang tidak semudah yang kita bayangkan apalagi menatanya sehingga hidup selalu bermakna bagi kita, keluarga dan orang orang sekitarnya, tapi kalaupun waktu mampu terlampaui selalu saja ada berbagai dinamika yang kalau diawalnya mudah selalu di akhirnya penuh dengan berbagai kesulitan yang membawa hikmah pula, kepuasan yang tertempa dan teruji.

Saya hanya ingin berbagi kisah tentang saya di rumah saya Baltyra…..punten! Baltyra adalah rumah saya dan kita semua (ini kata Ko JC).

Saya mulai bekerja sejak tahun 1980 an……sampai dengan saat ini, artinya 32 tahun telah terlewati, dan 22 tahun di dalamnya saya berkelana menyusuri Bumi Nusantara, kemudian 10 tahun berikutnya sampai detik ini saya berkelana di Bumi Afrika.

Bisa terbayangkan hidup seperti apa yang saya jalani……… Nomaden !

Saya berpindah dan berpindah terus dengan mengantongi 5 ID Card dan 2 di antaranya sudah expired, ada yang meledek saya kalau saya ini WNI tanpa Tanah Air ehehehehe .

Awalnya saya menikmatinya dan asyik-asyik saja bisa menjelajahi dunia impian mana yang ingin saya kunjungi di episode berikutnya, di satu sisi saya sangat bersyukur atas peluang yang saya dapatkan dari Company, tapi apakah hidup begini selalu enak selamanya…..ini yang mengganggu saya di akhir-akhir ini.

Rasanya ingin saya berlabuh di sebuah tempat yang nyaman sembari mempersiapkan segala sesuatunya kala kaki ini tak mampu lagi berjalan…..tapi lagi-lagi saya khawatir dengan impian saya karena segala sesuatunya selalu tanpa kepastian.

Pak DJ selalu mengingatkan kalau hidup harus penuh keseimbangan dengan melakukan hal hal yang baik dan terpuji dan selalu ingat TUHAN.

Ci Lani selalu berpesan agar hidup tidak harus terlalu ngoyo…….Lasta Masta !

Kemarin Mbak DA bertanya ke kita semua “pernahkah terlintas tentang kematian yang datang pada diri kita” (tentang ini teramat sangat takut saya membayangkannya).

Jadi apa sesungguhnya yang lebih mudah buat kita menjalani kehidupan yang hakiki ini, antara perburuan Uang dan Spiritual…..ke arah mana kita ingin berpihak.

Akhirnya saya lebih memilih “Carpe diem, quam minimum credula postero“ petiklah hari dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok.

Maksudnya kita jalani saja apa yang kita jalani pada hari ini, tak usah bermimpi tentang esok yang selalu tidak pasti atau terbelenggu dengan berbagai kenangan masa lalu.

Saya menghormati pesan Pak DJ …… saya menghargai pesan Ci lani dan saya setuju dan sepaham atas pertanyaan mysteri kehidupan tentang mati dari Mbak DA.

Saya berterima kasih dengan doa kesehatan dari Pak Iwan …… Terima kasih kembali.

Tapi saya lebih merasa nyaman meng Optimalkan yang pasti pada hari ini sejak saya terbangun disubuh tadi, ini lebih konkret.

Sejauh ini semuanya berjalan baik…..saya mendapatkan sesuatu karena saya memberi kehidupan kepada orang orang dan keluarganya yang bekerja buat saya, saya percaya dalam pengembaraan saya sebagai Nomaden TUHAN senantiasa melindungi saya dan kita semua.

 

Lumbubashi Frontier Zambia ….. Dua Puluh Tiga – 7 –  2000 Duabelas.

Salam Setepak Sirih Sejuta Pesan : EA.Inakawa

 

40 Comments to "Nomaden"

  1. HennieTriana Oberst  5 August, 2012 at 19:29

    EA Inakawa, semoga tetap bahagia di mana saja.

  2. ugie  4 August, 2012 at 21:19

    Dalam kehidupan tiap-tiap manusia diberi anugrah oleh gusti Allah yang Maha Kasih . Tetapi antara satu manusia dengan manusia lain tidaklah sama, memiliki bagian yang berbeda-beda, kata bapak saya..

    Sangat senang bisa nomaden ya Pak .. melanglang buana .., saya tak punya keberanian untuk itu , makanya kagum banget dg orang2 spt pak E. A. Inakawa..

    salam hangat dari Jakarta

  3. EA.Inakawa  27 July, 2012 at 16:12

    @ Pak Bagong : saya setuju Pak,pepatah & petitih orang Jawa ( dulu saya suka sekali Pak Soeharto ) suka berpetuah dengan pepatah Jawa nya.
    Yaaa buat kami orang swasta ini yang menjadi parameternya adalah HASIL, selalu berhitung dengan profit & loss …… untuk selalu ber HASIL ” Jangan pernah berhenti,berhenti sama dengan mati, jadi setuju deh Harus selalu ber Upaya dengan segala Daya. salam H ……..

  4. EA.Inakawa  27 July, 2012 at 16:03

    @ KITA : Air ….. ini yang bermasalah, air minum kemasan banyak ( kalau yg lokal kurang bersih juga ) dimana mana ada air isi ulang seperti di Jkt. Kalau buat mandi saya tak pernah lepas dari Dettol,airnya suka buat kulit gatal gatal.
    Mengenai pisang Goreng…..itu termasuk jenis lauk utama ( plantain mereka sebut ) temannya selalu pili pili ( cabai merah jenisnya bulat sangat pedas ) dimakan bersama nasi sebagai sayur.
    Buat orang kaya Afrika pisang 1/2 matang direbus kemudian ditumbuk jadi seperti getuk dijadikan sebagai pengganti nasi, temannya ikan dan sayur lainnya, jenis pisangnya pisang tanduk yang panjangnya 30 cm sangat manis,lemak….. berbeda dengan pisang tanduk di Indonesia. salam sejuk

  5. Bagong Julianto  27 July, 2012 at 15:06

    Pak EA Inakawa, wong Jowo bilang Hidup di dunia ini ibarat mampir minum saja. Sudah minum, nggak haus lagi berarti kerja lagi, jadi berkat-jadi saluran berkat bagi sesama….. Memang Pak, it’s easier said than done,…. minimal selalu berupaya…… Salam sejuk!

  6. kita  27 July, 2012 at 12:18

    air tawar di sana gimana? secara diriku belum pernah injak kaki di sana; dan masalah terbesarku adalah: AIR; can’t live without
    Kalo masakan Africa; dulu pernah diajak ke cafe Afrika di Paris; masakannya enak banget (mungkin karena pedesnya yang pas dgn lidah kita). Waktu itu sebagai pencuci mulut kita dikasi pisang goreng plus sambal dr cabe Afrika yg heboh banget
    hihihi, tetap aja yg diomongin makan; btw, selamat berpuasa

  7. EA.Inakawa  27 July, 2012 at 12:04

    @ KITA : asyik nich……makan & makan ehehehe Restoran dikawasan Francophone Afrika umumnya dikuasai masakan Perancis – India & lebanis and China ( resto Thailand & korea ada tp terbatas ).
    Africa ini ibarat gadis cantik yang tak pandai bersolek………tapi didalamnya ada power & inner beauty yang luar biasaaaaaaaaaaa ehehehe
    Terima kasih KITA sudah singgah dengan apresiasinya.
    salam sejuk

  8. kita  27 July, 2012 at 11:51

    @EA: restaurant? that’s my dream!!! …. Africa? no way! kalo cuman numpang lewat ok

  9. EA.Inakawa  27 July, 2012 at 11:00

    @ Pan Handoko : Betul Pak Han……saya kalau lg kesepian ya begini, semua artikel saya singgahi ehehehehe selama Ramadhan ini aktivitas keluar saya batasin, jadilah pelariannya ke Baltya ehehehe nasib nya Nomad Afrika pak Han. salam H .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.