Vianney Leyn
Monniken …
Kau cumbu aku di jalanmu sempit
dengan pancaran auramu genit
di tiap malam yang hendak terbit
Monniken …
Kau bangkitkan rinduku berbelit
antara tirai serambi jantung asmaramu merah berderit
hendak bebas meliuk pergi tiada menjerit
Monniken …
Aku di sayap cintamu terhimpit
Tapi tak ingin jadi tawanan cintamu pahit sengit
Dengan sisa rindu kita yang hendak pamit
Mari terbang ke langit
Aku melamarmu malam ini
Monnikenstraat – Amsterdam, 22 Juli 2012
Note Redaksi:
Vianney Leyn, selamat datang dan selamat bergabung di Baltyra. Make yourself at home dan ditunggu artikel atau puisi yang lain ya…semoga kerasan di rumah Baltyra ini…
July 30th, 2012 at 12:19
Lho? Bukannya kowe yang di depanku tho, Kang Josh?

July 30th, 2012 at 11:04
Ini cerita tentang Kang Anoew yang mripit dan mengendap-endap di Monniken Straat ya?
July 30th, 2012 at 03:32
Beste dimas Inakawa, sakmeniko kawulo dipun paringi kuwarasan lan kabecikan kaliyan ingkang kagungan dhonyo… Lha menawi wartosipun panjenengan piyambak kadhos menopo? Ha, ha, haaaa.. Waaahhh malu dan memalukan.. Kok jadi berantakan ya bahasa Jawa saya… Jeng Probooo dan dimas Handokooo yang bahasa Jawanya mlipis, mbok saya dhirewangi sinau bahasa Jawa toch yoooo.. Atau panjenengan, dimas Inakawa.. Ayooo, saya dhiajari bahasa Jawa dari jauh sana… ha, ha, haaa.
Groeten en welterusten (juga sudah malam khan di tempat anda?), Nu2k
July 30th, 2012 at 01:41
Mbak Nunuk piye kabareeeeeee …………..