Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Monniken

Sunday, 29 July 2012

Viewed 674 times, 1 times today | 14 Comments |

Vianney Leyn

 

Monniken …
Kau cumbu aku di jalanmu sempit
dengan pancaran auramu genit
di tiap malam yang hendak terbit

Monniken …
Kau bangkitkan rinduku berbelit
antara tirai serambi jantung asmaramu merah berderit
hendak bebas meliuk pergi tiada menjerit

Monniken …
Aku di sayap cintamu terhimpit
Tapi tak ingin jadi tawanan cintamu pahit sengit

Dengan sisa rindu kita yang hendak pamit
Mari terbang ke langit
Aku melamarmu malam ini

 

Monnikenstraat – Amsterdam, 22 Juli 2012

 

Note Redaksi:

Vianney Leyn, selamat datang dan selamat bergabung di Baltyra. Make yourself at home dan ditunggu artikel atau puisi yang lain ya…semoga kerasan di rumah Baltyra ini…

 

Share This Post

Posted by Sunday, 29 July 2012 on 08:17.

Categories: Pojok Sastra. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

14 Responses to “Monniken”

Pages: [2] 1 »

  1. 14
    anoew Says:

    Lho? Bukannya kowe yang di depanku tho, Kang Josh?

  2. 13
    J C Says:

    Ini cerita tentang Kang Anoew yang mripit dan mengendap-endap di Monniken Straat ya?

  3. 12
    nu2k Says:

    Beste dimas Inakawa, sakmeniko kawulo dipun paringi kuwarasan lan kabecikan kaliyan ingkang kagungan dhonyo… Lha menawi wartosipun panjenengan piyambak kadhos menopo? Ha, ha, haaaa.. Waaahhh malu dan memalukan.. Kok jadi berantakan ya bahasa Jawa saya… Jeng Probooo dan dimas Handokooo yang bahasa Jawanya mlipis, mbok saya dhirewangi sinau bahasa Jawa toch yoooo.. Atau panjenengan, dimas Inakawa.. Ayooo, saya dhiajari bahasa Jawa dari jauh sana… ha, ha, haaa.
    Groeten en welterusten (juga sudah malam khan di tempat anda?), Nu2k

  4. 11
    EA.Inakawa Says:

    Mbak Nunuk piye kabareeeeeee …………..

Pages: [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)