Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Nginep yuk, Dik?

Monday, 30 July 2012

Viewed 1433 times, 1 times today | 35 Comments |

Bagong Julianto – Sekayu, Sumatera Selatan

 

Menjelang tengah malam.  Sepasang muda-mudi, berboncengan sepeda motor merapat ke Pos Jaga Hotel R, hotel paling bergengsi di kota Sekayu.  Dari luar kota tampaknya, kami bilang dari dusun. Si pemuda berjaket kulit hitam  bercelana jean biru lusuh. Si pemudi berjaket ponco yang nggak dikancingkan, dalamnya kaos yukensi bergaris ungu horisontal, bercelana tiga perempat super ketat, seperti artis penyanyi organ tunggal. Si pemuda bersandal kulit, si pemudi bersandal hak tinggi tebal. Bukan gaya-lagak ragam pasangan suami-isteri.

“Ada kamar, ‘Yung?”, tanya si pemuda.  Yung kependekan Kuyung: bahasa Sekayu dan sekitarnya, artinya kakak, abang atau mas. Keduanya beranjak sekitar dua puluh  jelang dua puluh lima tahun. “Langsung ke lobby saja ‘Dik!”, kata Bambang, kawan saya.

“Aman Honda saya di sini ‘Yung?”, tanya si pemuda sambil secepat itu mengeluarkan rantai dan menggembok roda depan sepeda motornya. Gerakan si pemuda ini gesit nian.  Pertanyaannya belum sempat dijawab. Memang nggak perlu dijawab. Kalau ada pencurian di sekitar Pos Jaga, sungguh, itu seperti mencabuti kumis macan.

“Tolong antar kami ‘Yung!”, pinta si pemuda.  Aroma parfum yang menyengat segera menyergap penciuman kami saat ngantar  dua sejoli itu ke lobby hotel.  Parfum si pemudi.

“Di sini kakak meeting sama Boss waktu menjelang pilkada kemaren ‘Dik!”, kata si pemuda penuh bangga meyakinkan. Anggota timses tampaknya, tim sukses. Si pemudi diam saja, tenang dengan sorot mata tajam setajam mata elang yang segera siap nerkam anak ayam kampung. Bibirnya terkatup rapat, datar sedikit melekuk  merah menyala tanpa senyum.

“Pesan kamar ‘Yung!”, tanya si pemuda ke petugas di lobby.  Nada bicaranya sudah terdesak nian. Kamar. Kamar. Kamar. Nggak ada ekspresi capai atau lelah ngantuk layaknya orang yang butuh kamar untuk pembaringan. Yang dibutuhkan tampaknya kamar untuk perguling-gulingan. Sembari setengah ngantuk, petugas lobby menyorongkan daftar rate/tarif kamar. Si pemuda secepat itu meneliti sambil membaca bergumam:

“Suite…… VIP….”, kepala si pemuda geleng-geleng.  Tegang dan seperti kecewa-ragu-sedih-nyesal bercampur jadi satu.

”Standard….dobel….single….ekstra bed!”.

“Yaaa ini ‘Yung, aku pesan yang ekstra bed saja!”, kata si pemuda kegirangan-bangga dan senyum lebar layaknya pemenang  balapan lari karung.

“Ini kontan ‘Yung. Setengah due untuk kamar ekstra bed saja!”, secepat itu lagi si pemuda mbayar. Mengeluarkan duit dari dompet bututnya. Langsung menghitung.  Lima puluh ribuan dua lembar, sepuluh ribuan lempat lembar, lima ribuan dua lembar. Uangnya kusut terlipat-lipat kumal. Setengah due artinya bisa lima belas, seratus lima puluh atau seribu lima ratus. Di sini berarti seratus lima puluh ribu rupiah.

“Nyaman di sini Dik! Ada kulkas, tipi, AC dan pancuran air panas-dingin! Kemaren ‘kan menjelang pilkada Kakak diinapkan tiga hari di sini?!”, sekali lagi lagak gaya si pemuda meyakinkan si pemudi. “Begini …”, si lobby berusaha menjelaskan.

“Yaa, tak apa-apa ‘Yung! Kontan! Ekstra bed bae!”, lagi-lagi si pemuda menyela: ekstra bed saja! “Dengar dulu ‘Dik!”, sekali ini nada keras-tegas Bambang didengar oleh si pemuda. Bla-bla-bla-bla…., si lobby menjelaskan. Si pemuda angguk-angguk. Tetap dengan ekspresi yakin.

“Ya, tak apa!”, akhirnya si pemuda paham.  Si pemudi senyum kecut-menyeringai-mencibir dan seperti tiga perempat mengejek.

“Gini  ‘Dik, kalau mau seratus dua puluh ribu, nginap di wisma R saja!”, jelas si Bambang.

“Bisa saya antar, itu…”, belum selesai Bambang jelaskan, si pemuda langsung motong lagi:

“Bisa ‘Yung! Ada nanti uang rokok. Pasti ‘Yung! Tak apa ‘Dik, santai saja kita!”, si pemuda menatap si pemudi. Segera si pemudi  ngomong:

“Di wisma K bae, bisa seratus ribu ‘Yung”.

 

Share This Post

Posted by Monday, 30 July 2012 on 07:44.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

35 Responses to “Nginep yuk, Dik?”

Pages: « 4 3 [2] 1 »

  1. 20
    Lani Says:

    MBAK NUK : ayoooooooo ngguyu……….ngguyu meneh……..wahahahahah

  2. 19
    Lani Says:

    13 AKI BUTO : wah………..baru ada 3 buto saiki……..salam buto buat para buto……….hahaha

  3. 18
    Silvia Says:

    Lani mana mau pergi sm cowo beginian……

  4. 17
    EA.Inakawa Says:

    @ Paak Bagong : ini cewek apes banget yaaa dapat jagoan kere ahahahaha bisa aja artikelnya, salam H

  5. 16
    Silvia Says:

    Demi …….

  6. 15
    nu2k Says:

    Mas BA , ha, ha, haaa…Mau ngancani jeng Lani tertawa sampai terpingkal-pingkal…Groeten en werkt ze, Nu2k

  7. 14
    Edy Says:

    neng gubuk malah gratis

  8. 13
    J C Says:

    Lani, TIGA BUTO, yang namanya Dedy Risanto itu juga BUTO lho…

  9. 12
    Lani Says:

    AH : dasar wartawati jd sampai apal………..hahaha

  10. 11
    Lani Says:

    wakakakakak………..sampai gulung koming aku……….mana ya kang Anuuuuuuu? udah didahului dua buto kkkkkk……..mrk nampaknya jg ahli kkkkkk ngekel ampe keselek selek, jabang bayi jok kaget!

Pages: « 4 3 [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)