Bagong Julianto – Sekayu, Sumatera Selatan
Menjelang tengah malam. Sepasang muda-mudi, berboncengan sepeda motor merapat ke Pos Jaga Hotel R, hotel paling bergengsi di kota Sekayu. Dari luar kota tampaknya, kami bilang dari dusun. Si pemuda berjaket kulit hitam bercelana jean biru lusuh. Si pemudi berjaket ponco yang nggak dikancingkan, dalamnya kaos yukensi bergaris ungu horisontal, bercelana tiga perempat super ketat, seperti artis penyanyi organ tunggal. Si pemuda bersandal kulit, si pemudi bersandal hak tinggi tebal. Bukan gaya-lagak ragam pasangan suami-isteri.
“Ada kamar, ‘Yung?”, tanya si pemuda. Yung kependekan Kuyung: bahasa Sekayu dan sekitarnya, artinya kakak, abang atau mas. Keduanya beranjak sekitar dua puluh jelang dua puluh lima tahun. “Langsung ke lobby saja ‘Dik!”, kata Bambang, kawan saya.
“Aman Honda saya di sini ‘Yung?”, tanya si pemuda sambil secepat itu mengeluarkan rantai dan menggembok roda depan sepeda motornya. Gerakan si pemuda ini gesit nian. Pertanyaannya belum sempat dijawab. Memang nggak perlu dijawab. Kalau ada pencurian di sekitar Pos Jaga, sungguh, itu seperti mencabuti kumis macan.
“Tolong antar kami ‘Yung!”, pinta si pemuda. Aroma parfum yang menyengat segera menyergap penciuman kami saat ngantar dua sejoli itu ke lobby hotel. Parfum si pemudi.
“Di sini kakak meeting sama Boss waktu menjelang pilkada kemaren ‘Dik!”, kata si pemuda penuh bangga meyakinkan. Anggota timses tampaknya, tim sukses. Si pemudi diam saja, tenang dengan sorot mata tajam setajam mata elang yang segera siap nerkam anak ayam kampung. Bibirnya terkatup rapat, datar sedikit melekuk merah menyala tanpa senyum.
“Pesan kamar ‘Yung!”, tanya si pemuda ke petugas di lobby. Nada bicaranya sudah terdesak nian. Kamar. Kamar. Kamar. Nggak ada ekspresi capai atau lelah ngantuk layaknya orang yang butuh kamar untuk pembaringan. Yang dibutuhkan tampaknya kamar untuk perguling-gulingan. Sembari setengah ngantuk, petugas lobby menyorongkan daftar rate/tarif kamar. Si pemuda secepat itu meneliti sambil membaca bergumam:
“Suite…… VIP….”, kepala si pemuda geleng-geleng. Tegang dan seperti kecewa-ragu-sedih-nyesal bercampur jadi satu.
”Standard….dobel….single….ekstra bed!”.
“Yaaa ini ‘Yung, aku pesan yang ekstra bed saja!”, kata si pemuda kegirangan-bangga dan senyum lebar layaknya pemenang balapan lari karung.
“Ini kontan ‘Yung. Setengah due untuk kamar ekstra bed saja!”, secepat itu lagi si pemuda mbayar. Mengeluarkan duit dari dompet bututnya. Langsung menghitung. Lima puluh ribuan dua lembar, sepuluh ribuan lempat lembar, lima ribuan dua lembar. Uangnya kusut terlipat-lipat kumal. Setengah due artinya bisa lima belas, seratus lima puluh atau seribu lima ratus. Di sini berarti seratus lima puluh ribu rupiah.
“Nyaman di sini Dik! Ada kulkas, tipi, AC dan pancuran air panas-dingin! Kemaren ‘kan menjelang pilkada Kakak diinapkan tiga hari di sini?!”, sekali lagi lagak gaya si pemuda meyakinkan si pemudi. “Begini …”, si lobby berusaha menjelaskan.
“Yaa, tak apa-apa ‘Yung! Kontan! Ekstra bed bae!”, lagi-lagi si pemuda menyela: ekstra bed saja! “Dengar dulu ‘Dik!”, sekali ini nada keras-tegas Bambang didengar oleh si pemuda. Bla-bla-bla-bla…., si lobby menjelaskan. Si pemuda angguk-angguk. Tetap dengan ekspresi yakin.
“Ya, tak apa!”, akhirnya si pemuda paham. Si pemudi senyum kecut-menyeringai-mencibir dan seperti tiga perempat mengejek.
“Gini ‘Dik, kalau mau seratus dua puluh ribu, nginap di wisma R saja!”, jelas si Bambang.
“Bisa saya antar, itu…”, belum selesai Bambang jelaskan, si pemuda langsung motong lagi:
“Bisa ‘Yung! Ada nanti uang rokok. Pasti ‘Yung! Tak apa ‘Dik, santai saja kita!”, si pemuda menatap si pemudi. Segera si pemudi ngomong:
“Di wisma K bae, bisa seratus ribu ‘Yung”.
July 30th, 2012 at 23:26
MBAK NUK : ayoooooooo ngguyu……….ngguyu meneh……..wahahahahah
July 30th, 2012 at 23:25
13 AKI BUTO : wah………..baru ada 3 buto saiki……..salam buto buat para buto……….hahaha
July 30th, 2012 at 22:08
Lani mana mau pergi sm cowo beginian……
July 30th, 2012 at 19:02
@ Paak Bagong : ini cewek apes banget yaaa dapat jagoan kere ahahahaha bisa aja artikelnya, salam H
July 30th, 2012 at 16:27
Demi …….
July 30th, 2012 at 16:16
Mas BA , ha, ha, haaa…Mau ngancani jeng Lani tertawa sampai terpingkal-pingkal…Groeten en werkt ze, Nu2k
July 30th, 2012 at 15:47
neng gubuk malah gratis
July 30th, 2012 at 15:19
Lani, TIGA BUTO, yang namanya Dedy Risanto itu juga BUTO lho…

July 30th, 2012 at 15:18
AH : dasar wartawati jd sampai apal………..hahaha
July 30th, 2012 at 15:17
wakakakakak………..sampai gulung koming aku……….mana ya kang Anuuuuuuu? udah didahului dua buto kkkkkk……..mrk nampaknya jg ahli kkkkkk ngekel ampe keselek selek, jabang bayi jok kaget!