Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Sandal-sandal Skandal

Monday, 30 July 2012

Viewed 612 times, 2 times today | 9 Comments |

Bambang Priantono

 

Semalam saya sempat menonton berita pilihan dari sebuah program televisi swasta, di situ ada pilihan yang satu di antaranya kembali membahas soal sandal. Seorang anak dituntut 7 bulan penjara hanya karena persoalan penjambretan dan lagi-lagi sandal butut. Sementara orang yang menuntutnyapun menghilang dan menjadi buron polisi. Kasus sandal butut ini kian marak setelah POLRI dikirimi 100 sandal butut sebagai lambang protes atas ketidakadilan yang diperoleh rakyat kecil, dan syukurnya ditanggapi dengan kepala dingin oleh pihak yang bersangkutan.

Sandal-sandal saja kini mengundang skandal. Kalau dulu orang hanya ngomel-ngomel tak karuan karena sandalnya hilang, kini hanya karena sepasang sandal butut urusannya bisa jadi panjang mengular tak karuan dan urusannya bisa berakhir di hotel prodeo. Sama persis dengan kasus-kasus di berbagai daerah, dimana hanya karena sebiji nangka bisa dihukum penjara. Nenek-nenek yang hanya ambil sedikit kayu bakar saja bisa kena jerat pasal. Wah! kalau dipikir-pikir kasusnya banyak sekali. Itu yang jadi puncak gunung es, nah bagaimana dengan yang tak terlihat, pastinya lebih besar lagi.

Sandal butut saja bisa mengundang bui, bagaimana dengan sandal-sandal cantik yang berbuat salah sangat besar tapi nyaris tak tersentuh oleh hukum? Tentunya sandal-sandal yang bisa kelayapan kemana-mana karena banyak bekingannya. Kesannya malah jadi berat sebelah, sandal-sandal cantik yang berskandal katanya perlu investigasi dan klarifikasi dulu (yang seringnya malah tidak selesai bahkan dihentikan kasusnya), sedangkan sang sandal butut bila berskandal-skandal ria, tak usah pakai investigasi, pemeriksaan atau klarifikasi mendalam, langsung saja bisa dihukum dengan cepat dan ujung-ujungnya ya itu deh….*tak usah dibahas karena se-Indonesia sudah tahu sendiri*.

Prinsip maju tak gentar membela yang benar sudah tidak lagi ada bagi sandal butut sedangkan bagi sandal-sandal cantik berskandal mereka banyak bisa lenggang-lenggang kangkung sambil main jailangkung dan makan sayur cah kangkung. Lantas kapan keseimbangan itu terjadi? sandal-sandal butut juga mendapat keadilan yang sepadan dengan sandal-sandal cantik. Seharusnya bila sandal butut berskandal, gunakan klarifikasi yang mendalam, kalau perlu pasang kamera pantau secara tersembunyi disetiap sudut kota kayak di London itu, biar kalau ada apa-apa cepat ditangani dan tidak ada yang bisa berbohong. Yah, itu kalau mau ya…karena dengan alasan dana pasti sulit terrealisasi.

Sandal-sandal skandal. Sudah nangka, semangka, kayu bakar, semuanya jadi penyebab para ‘sandal butut’ hidup menderita sementara ‘sandal cantik’ yang skandalnya lebih nggilani alias menjijaykan justru bisa santai-santai.

Duh, kapan keadilan itu datang?

 

*Renungan pagi*

 

Bambang Priantono

11 Januari 2012

Semarang

 

Share This Post

Posted by Monday, 30 July 2012 on 07:43.

Categories: Nusantara. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

9 Responses to “Sandal-sandal Skandal”

  1. 9
    Bagong Julianto Says:

    Sandal butut, skandal badut
    Sandal cantik, skandal jijik.

    Badut nggak menjijikan…
    Jijik sering mbadut…..

    Salam sandal jepit!

  2. 8
    Bambang Priantono Says:

    Hehehehe..
    Skandal sandal lebih heboh dari skandal pejabat..
    Nanti hukumannya, diseblak sandal satu-satu..

    hehehehee

  3. 7
    Lani Says:

    aku se77777 dgn komentar Pam-Pam dan aki buto……….klu mo nyolong hrs segede ikan paus, bengkak krn hamil dan dientup tawon……..krn malah sgt menguntungkan……..bebas ndak ada hukumannya

  4. 6
    Dewi Aichi Says:

    Siapa yang mau nyolong aku…tolong dipiara baik, baik ya…he he….

  5. 5
    Dewi Aichi Says:

    Halahhh..mas Bamb…sandal jepit aja kok ya digembok wkwkwkwk….

  6. 4
    EA.Inakawa Says:

    Keprihatinan kita semakin menjadi………Hukum kita semakin carut marut, dan sampai kapan ?…….jd ingat lagu Ebiet G Ade : Tanyakan pada rumput yang bergoyang eheheheh peace

  7. 3
    P@sP4mPr3s Says:

    nyolong sandal = 7 tahun
    nyolong ayam = 5 tahun
    nyolong duit negara = 4 tahun

    kesimpulannya…. semakin besar nyolongnya, semakin ringan hukumannya…..
    berapa harga barang yang di colong dibagi berapa lama hukumannya….. semakin besar nilainya, semakin untung anda….

  8. 2
    J C Says:

    Kesimpulan: kalau mau NYOLONG di Indonesia jangan tanggung cuma sandal. Contoh tuh kasus HAMBALANG dan LAPINDO…manteeeepppp…

  9. 1
    Mu Ammar Says:

    satoe, sandal kangkung

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)