Bambang Priantono
Semalam saya sempat menonton berita pilihan dari sebuah program televisi swasta, di situ ada pilihan yang satu di antaranya kembali membahas soal sandal. Seorang anak dituntut 7 bulan penjara hanya karena persoalan penjambretan dan lagi-lagi sandal butut. Sementara orang yang menuntutnyapun menghilang dan menjadi buron polisi. Kasus sandal butut ini kian marak setelah POLRI dikirimi 100 sandal butut sebagai lambang protes atas ketidakadilan yang diperoleh rakyat kecil, dan syukurnya ditanggapi dengan kepala dingin oleh pihak yang bersangkutan.
Sandal-sandal saja kini mengundang skandal. Kalau dulu orang hanya ngomel-ngomel tak karuan karena sandalnya hilang, kini hanya karena sepasang sandal butut urusannya bisa jadi panjang mengular tak karuan dan urusannya bisa berakhir di hotel prodeo. Sama persis dengan kasus-kasus di berbagai daerah, dimana hanya karena sebiji nangka bisa dihukum penjara. Nenek-nenek yang hanya ambil sedikit kayu bakar saja bisa kena jerat pasal. Wah! kalau dipikir-pikir kasusnya banyak sekali. Itu yang jadi puncak gunung es, nah bagaimana dengan yang tak terlihat, pastinya lebih besar lagi.

Sandal butut saja bisa mengundang bui, bagaimana dengan sandal-sandal cantik yang berbuat salah sangat besar tapi nyaris tak tersentuh oleh hukum? Tentunya sandal-sandal yang bisa kelayapan kemana-mana karena banyak bekingannya. Kesannya malah jadi berat sebelah, sandal-sandal cantik yang berskandal katanya perlu investigasi dan klarifikasi dulu (yang seringnya malah tidak selesai bahkan dihentikan kasusnya), sedangkan sang sandal butut bila berskandal-skandal ria, tak usah pakai investigasi, pemeriksaan atau klarifikasi mendalam, langsung saja bisa dihukum dengan cepat dan ujung-ujungnya ya itu deh….*tak usah dibahas karena se-Indonesia sudah tahu sendiri*.
Prinsip maju tak gentar membela yang benar sudah tidak lagi ada bagi sandal butut sedangkan bagi sandal-sandal cantik berskandal mereka banyak bisa lenggang-lenggang kangkung sambil main jailangkung dan makan sayur cah kangkung. Lantas kapan keseimbangan itu terjadi? sandal-sandal butut juga mendapat keadilan yang sepadan dengan sandal-sandal cantik. Seharusnya bila sandal butut berskandal, gunakan klarifikasi yang mendalam, kalau perlu pasang kamera pantau secara tersembunyi disetiap sudut kota kayak di London itu, biar kalau ada apa-apa cepat ditangani dan tidak ada yang bisa berbohong. Yah, itu kalau mau ya…karena dengan alasan dana pasti sulit terrealisasi.
Sandal-sandal skandal. Sudah nangka, semangka, kayu bakar, semuanya jadi penyebab para ‘sandal butut’ hidup menderita sementara ‘sandal cantik’ yang skandalnya lebih nggilani alias menjijaykan justru bisa santai-santai.
Duh, kapan keadilan itu datang?
*Renungan pagi*
Bambang Priantono
11 Januari 2012
Semarang
August 1st, 2012 at 09:15
Sandal butut, skandal badut
Sandal cantik, skandal jijik.
Badut nggak menjijikan…
Jijik sering mbadut…..
Salam sandal jepit!
July 31st, 2012 at 12:26
Hehehehe..
Skandal sandal lebih heboh dari skandal pejabat..
Nanti hukumannya, diseblak sandal satu-satu..
hehehehee
July 31st, 2012 at 10:10
aku se77777 dgn komentar Pam-Pam dan aki buto……….klu mo nyolong hrs segede ikan paus, bengkak krn hamil dan dientup tawon……..krn malah sgt menguntungkan……..bebas ndak ada hukumannya
July 31st, 2012 at 06:50
Siapa yang mau nyolong aku…tolong dipiara baik, baik ya…he he….
July 31st, 2012 at 06:49
Halahhh..mas Bamb…sandal jepit aja kok ya digembok wkwkwkwk….
July 30th, 2012 at 19:41
Keprihatinan kita semakin menjadi………Hukum kita semakin carut marut, dan sampai kapan ?…….jd ingat lagu Ebiet G Ade : Tanyakan pada rumput yang bergoyang eheheheh peace
July 30th, 2012 at 14:15
nyolong sandal = 7 tahun
nyolong ayam = 5 tahun
nyolong duit negara = 4 tahun
kesimpulannya…. semakin besar nyolongnya, semakin ringan hukumannya…..
berapa harga barang yang di colong dibagi berapa lama hukumannya….. semakin besar nilainya, semakin untung anda….
July 30th, 2012 at 10:43
Kesimpulan: kalau mau NYOLONG di Indonesia jangan tanggung cuma sandal. Contoh tuh kasus HAMBALANG dan LAPINDO…manteeeepppp…
July 30th, 2012 at 08:55
satoe, sandal kangkung