Museum Abashiri Prison

Bernadette- Tokyo

 

Hi semua. Guten Tag! Konichiwa! Bonjour!Annyonghaseo! Selamat Siang ! Hello !

Apa kabar? Semoga semuanya sehat-sehat selalu.

Bernadette is back ~ ^^v

Selama ini kemana aja ya?? Maklum lagi sok sibuk.hahahaha…

Kali ini Bernadette mau mengajak semuanya jalan-jalan mengunjungi tempat wisata di Hokkaido tepatnya di daerah Abashiri. (Di mana hayo ini??)

Bernadette berkesempatan untuk mengunjungi Hokkaido 2 kali tahun lalu untuk urusan kerja, pertama kali cuma 2 hari 1malam (saya datang, saya tidur, saya kerja, saya pulang), dan kedua kalinya selama 4 hari.

Di hari terakhir ada waktu buat jalan-jalan sebentar dan Bernadette diajak atasan untuk mengunjungi Museum Abashiri Prison.Oh ya, Abashiri terletak di utara agak ke timur laut dari Pulau Hokkaido. Sebelum mulai jalan-jalannya, mari kita lihat sejarah super singkat (ringkasan) tentang museum ini.

 

Sejarah Museum Abashiri Prison

Penjara Abashiri (Abashiri Prison) dibangun pada tahun 1890 dengan nama Abashiri City Hall yang pada awalnya dibuat untuk mencegah Hokkaido diambil oleh Rusia dengan mengirim para tahanan penjara ke sana untuk membuat jalan sepanjang lebih dari 200 km sebagai bukti pengembangan Jepang di pulau Hokkaido. Pembuatan jalan ini memakan jiwa lebih dari 100 tahanan dan sipir penjara karena suhu dingin dan kurangnya gizi makanan yang ada. City Hall ini kemudian berganti nama menjadi Abashiri Prison tahun 1903. dan merupakan penjara tertua dan ter-utara di Jepang yang terkenal sebagai tempat dengan keamanan ketat dan membuat penghuninya susah kabur. Dikelilingi oleh hutan dan suhu Hokkaido yang dingin, setiap orang yang berusaha kabur biasanya akan menyerah karena suhu dingin atau karena binatang buas (diserang beruang , etc) .

Penjara Abashiri ini dipakai sampai tahun 1983 dan kemudian bangunan yang terbuat dari kayu ini dipindahkan ke tempat yang sekarang dan menjadi Museum Abashiri Prison. Di tempat asli yang berjarak beberapa kilometer dari museum, sudah dibangun bangunan baru dari tahun 1984. Museum ini dibuka 6 July 1983 dan menarik biaya 1050 yen untuk orang dewasa (mahal juga) dan menyediakan tour gratis dalam bahasa jepang.

 

Wisata dimulai

Untuk mencapai Museum Abashiri Prison ini, Bernadette naik mobil. Haha..maaf bergantung sama Pak Navigasi di mobil aja. :p Setelah tiba, maka yang pertama kali ditemui adalah jembatan di bawah ini yang disebut sebagai jembatan batas karena merupakan batasan antara dunia luar dan penjara. Jembatan ini juga merupakan jembatan yang dibawa dari tempat aslinya.

 

Setelah membayar tiket, mari kita masuk ke Penjara ! Eh..salah ke museum.

 

Patung yang di sebelah kiri merupakan tahanan yang terkenal di Abashiri karena dulu dia berhasil melarikan diri bukan Cuma 1 kali ! Katanya : “Saya tidak suka dingin, karena penjara ini dingin banget, ya saya milih buat kabur. :p ”

 

Setelah masuk gerbang, kita akan disambut oleh gedung utama yang ada di tengah, dan gedung untuk berdoa di sebelah kanan. Prayer Hall ini cukup besar dan digunakan untuk para tahanan untuk berdoa.

 

Nah, Foto apakah yang ada di bawah ini? Ada yang bisa tebak ? Ini adalah penjara tertutup untuk tahanan yang bandel. Bangunan dari batu bata ini dibangun oleh tahanan itu sendiri, dan setelah jadi, dia akan menghuni tempat ini sendirian tanpa kena sinar matahari dan tanpa makanan yang memadai. (seremm ach)

Tahanan lain yang agak baik sikapnya, dikurung di gedung tahanan besar yang berbentuk panjang segilima ini. Gedung ini dibuat dari kayu dan di tengah-tengah gedung ada ruangan kecil untuk sang sipir penjara mengamati seluruh penjuru ruangan. Si pelarian yang ada di atas, merupakan penghuni gedung ini. Melihat kayunya saja dah membayangkan betapa dinginnya ruangan ini di musim dingin. (brrr) Bangunan ini dalamnya agak berbau mungkin karena sudah tua dan dulunya para tahanan, makan, tidur, dan ke wc di sini. Oh ya, makanannya terkenal dengan nama stinky food.

Untuk mandi, Semuanya yang mengenal budaya Jepang pasti mengenal sentou (kamar mandi umum jepang). Nah, untuk tahanan-tahanan ini, ada kamar mandi umumnya juga. Mereka akan masuk berbaris seusai giliran grupnya, dan akan ada signal-signal untuk menentukan gerakan mereka. Contoh; tepukan pertama, taruh baju dkk di rak baju, tepukan kedua mulai mandi, tepukan ketiga masuk ke ofuro, tepukan keempat pakai baju dan keluar. Semua itu ada batas waktunya. Kalau musim dingin, mereka jarang mandi katanya. (dingin sih)

Tahanan yang sudah mau keluar dari penjara atau yang benar-benar baik tingkah lakunya, mendapat perlakuan lebih baik dan bisa tinggal di ruangan seperti foto di bawah ini. Lebih manusiawi banget ya! Mereka juga diijinkan untuk bercocok tanam di luar dengan bebas tanpa harus seharian di ruang tahanan.

Nah setelah berputar-putar, pasti capek dan lapar kan? Di sini ada kantin yang menjual makanan khas makanan penjara tahun itu.. Silahkan dicoba. Sayang pas Bernadette datang, kantinnya sudah tutup. Haha. Mungkin karena bukan musim liburan?

Di sini juga ada bioskop 2D yang menayangkan animasi sejarah Abasiri Prison ini. Selain semua itu, kita bisa Cuma berputar-putar area museum ini karena cukup asri taman-tamannya. Bahkan kalau beruntung bisa ketemu dengan tupai! (ga kefoto karena cepat sekali dia kaburnya). Oh ya, Bernadette berkunjung pas saat musim gugur saat waktunya daun-daun berubah warna. Jadi suhu dan pemandangannya sangat OK.

 

Nah, Sekian jalan-jalan kali ini. Jangan lupa ya kalo berkunjung ke Hokkaido, bolehlah mampir ke Penjara Abashiri ini, eh salah ke Museum ini maksudnya. (^^v

Nanti Bernadette ajak jalan-jalan lagi di Hokkaido ya.. ^^ Bukan Sapporo sayangnya karena perginya ngga pernah ke daerah sana.

Cheers !

 

23 Comments to "Museum Abashiri Prison"

  1. Anoew  4 August, 2012 at 22:51

    Halah kichigai maneh…

  2. Dewi Aichi  4 August, 2012 at 21:36

    Ha ha ha ha ha ha…kan bener..kichigai…Anoew….aku ngakak baca komenmu

  3. anoew  4 August, 2012 at 21:23

    Wik, apa itu kichigai kicigai? Aku taunya sih kirisini pinggirbang. Memangnya kowe thok yang bisa basa Jepang? Wooo jebulnya artinya kichigai kwadat itu umbah-umbah tho?

    Nadette, kasih tau dong bocorannya itu si Dewi ngomong apa.. Nanti gantian kukasih tau artinya sakunya kurabarata manggabatanga datasawala padajayanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.