Kemudian Tertidurlah Aku

F. Rahardi

 

ketika, kantuk menyeret-nyeret sandal
mendekati ranjang, aduh
nikmatnya penat seharian
seperti terlolosi sumsum-sumsum tulangku

sementara dingin menyusup-nyusup
ke selimut
cerita-cerita itu lagi di halaman rumput
pot-pot bunga, bisik-bisik cemara
tentang manusia-manusia
saling berbunuhan

di tangan sebilah pedang
di mana-mana tanah dan darah
yang bergelimang
perkosaan lagi, pembunuhan lagi
maka pelan-pelan Tuhan pun
meninggalkan kami

ketika lampu kupadamkan : bumi yang sepi
biarlah cerita-cerita itu tak berhenti
semua akan kabur terbawa mimpi
atau mati sebentar lagi.

 

4 Juli 1969

 

4 Comments to "Kemudian Tertidurlah Aku"

  1. anoew  5 August, 2012 at 00:43

    … Dan ketika kuterbangun, kujumpai keadaan lebih parah. Tidur lagi aaah…

  2. Dewi Aichi  5 August, 2012 at 00:00

    Betul Pak BJ….Pak F Rahardi, low profil, tetap eksis dan tetap menulis hingga kini…

    Dan kali ini sajak F Rahardi agak lain…tidak nyleneh he he he…

  3. bagong julianto  4 August, 2012 at 12:40

    f. rahardi…..

    4 juli 1969!
    tetap faktual hingga detik ini….
    indonesia….

  4. James  4 August, 2012 at 11:28

    SATOE Kemudian

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.