Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Satu Kisah

Saturday, 4 August 2012

Viewed 589 times, 3 times today | 17 Comments |

Anastasia Yuliantari

 

Kuawali dengan sebuah helaan napas,
saat kau berkata,
tentang sebuah rindu,
menganak sungai,
meluapi hari-harimu.

Kuurai rasa kupunya,
pada bening hari-hari,
kala jalinan kisah menguat,
melalui desah suara kita,
ke mana semua cerita bermuara?

Di antara sejuta gamang,
kumelangkah menuju satu jalan,
biarlah jemari kita terjalin,
dalam senyap dan diam,
menembus kabut menguak kelam.

Kasihku,
di antara bisu dan hening waktu,
biarlah kita terus melangkah,
aku berjanji akan setia,
pada satu kisah.

 

Share This Post

Posted by Saturday, 4 August 2012 on 09:16.

Categories: Pojok Sastra. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

17 Responses to “Satu Kisah”

Pages: [2] 1 »

  1. 17
    Anastasia Yuliantari Says:

    Mas Bagong, thank you puisinya…..top tenan.
    Btw, bagian rebahnya koq bayanganku pohon tebu ya? Waaahhh emang ga nyambung tenan iki.

  2. 16
    Anastasia Yuliantari Says:

    @JC, lha koq mung hmmmm???

  3. 15
    Anastasia Yuliantari Says:

    Anoew & Dewi, mulai mbakul buah nang Jalan Kolombo po?

    Jelas kabeh buah ki muncul mergo pembuahan, nek ora jenenge dudu buah, ning kembang.

  4. 14
    Anastasia Yuliantari Says:

    Anoew, koq senenganmu Nanas to? Ayo…jawab!!!!

  5. 13
    Anastasia Yuliantari Says:

    Dewi, bisaaaaaaaa….aku, sih udah biasa jalan di atas rel. Kan rumahku di Jember dulu dekat stasiun, hehehe.

  6. 12
    Anastasia Yuliantari Says:

    Angela Januarty, thank you, adik. Saya senang juga adik telah membacanya.

  7. 11
    Anastasia Yuliantari Says:

    James, thanks, ya udah mampir.

Pages: [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)