Selamat Jalan, Raisa Sayang

Tri Yudani – Sidoarjo

 

Raisa, nama gadis kecil nan cantik itu, rambutnya keriting, kulitnya putih bersih. Gadis kecil pemalu, selalu tersipu- sipu setiap kugoda.Setiap melintas di depan rumahnya aku selalu menyempatkan diri untuk menyapanya.

Aku jatuh hati sama Raisa sejak melihatnya lahir di dunia, dia anak tunggal tetangga dekat rumah. Ibunya pendiam, bapaknya tidak pernah kelihatan. Mereka adalah keluarga yang agak tertutup. Meskipun mereka tertutup tapi mereka orang baik, karena bagiku tetangga yang baik adalah tetangga yang tidak usil, cukup mau bertegur sapa itu sudah baik menurutku.

Satu bulan yang lalu ada khabar buruk tentang Raisa, dia masuk rumah sakit, katanya kena flu. Oh memang lagi musim, seluruh keluargaku juga kena flu, pikirku dalam hati.Seminggu kemudian khabar itu datang lagi, Raisa kena virus Singapore, ha..?? Apa pula ini, saya orang awam blas tidak tahu apa itu virus Singapore. berita yang kudengar selanjutnya adalah Raisa dibawa ke rumah sakit Mitra keluarga setelah rumah sakit Delta Surya tidak bisa mengobati penyakitnya.

Duh…aku ikut sedih, meskipun dia bukan saudaraku, keluarganya juga tidak akrab denganku. Tapi setiap melihat penderitaan aku selalu tidak tega, apalagi ini penderitaan anak kecil.Penderitaan Raisa, gadis kecil yang cantik. Aku menangis membayangkan alangkah sakitnya dia.

Tiga minggu telah berlalu, Raisa belum juga ada khabar. Aku ikut cemas, para tetangga mulai membicarakannya. Duh..Gusti sakitnya sangat parah, seluruh tubuhnya melepuh seperti kena air panas, katanya itu akibat reaksi tubuh menolak obat. Ya Allah segera sembuhkan gadis kecil itu, doaku dalam hati.Aku rindu anak kecil itu, rindu senyumnya, rindu lentik bulu matanya, rindu manjanya…, rindu semua yang ada pada Raisa.

Sampai akhirnya khabar bagai petir di siang bolong itu datang, Raisa meninggal !!. Ya Allah…..pekikku keras -keras.”Raisa meninggal Pak, Raisa meninggal…., kenapa  harus Raisa, kenapa….?? Begitu kataku pada Mas Danan suamiku. Air mataku tak bisa kubendung, hampir seharian aku meratapinya.Rasanya aku tidak bisa menerimanya.Meskipun aku tidak pernah menggendongnya aku merasa kehilangan dia.

Habis Asyar kami sekampung takziah ke rumah Raisa. Dia dimakamkan di dekat rumah neneknya, sebuah desa yang indah, sepi, jauh dari bising kota Sidoarjo, tempat tinggalku juga tempat tinggal orang tuanya.

Seluruh tetangga yang ikut takziah itu menangis, laki-laki ataupun perempuan semua tidak bisa membendung air matanya. Raisa memang pantas ditangisi, dia masih polos, lucu, sangat menggemaskan. Ah…..menyedihkan sekali, kehilangan sungguh sangat menyakitkan, apalagi kehilangan orang yang baik dan kita cintai.

Sekarang setiap aku berangkat ngajar aku tidak pernah melihat Raisa lagi, rumahnya selalu kosong. Mungkin Ibu bapaknya masih trauma untuk tinggal di situ. Aku berdoa semoga mereka tabah, kuat dan sabar menghadapi cobaan yang begitu besar.

Selamat tinggal Raisa sayang, semoga Allah menerimamu di sisiNya, semoga kau menjadi salah satu penghuni syurga, amin ya robbal alamin.

 

Sidoarjo

Senin, 28 Mei 2012

 

16 Comments to "Selamat Jalan, Raisa Sayang"

  1. Itsmi  7 August, 2012 at 18:14

    saya ketawa kalau membaca komentar, selamat berpulang atau selamat jalan….

    seperti yang menulis komentar ini, tau kemana hahahaha

  2. Lani  7 August, 2012 at 15:00

    KANG ANUUUU : makanya ndak salah klu aki buto itu dpt sebutan KAMUS BERJALAN……salah satu contohnya : tercerabut………..apakah dr asal kata cabut ya?

  3. Mawar09  7 August, 2012 at 07:53

    Tri Yudani : Salam kenal, terima kasih ya tulisannya. Jadi mewek nih baca ceritanya. Selamat Jalan buat Raisa dan untuk yang ditinggalkan semoga tabah menerimanya.

  4. EA.Inakawa  7 August, 2012 at 07:22

    Raisa berpulang dalam takdirnya, sebuah rahasia atas janji yang kita selalu tidak tau kapan dan dimana…… saya yakin Raisa ada didalam Syurga dan sesaat tadi iya sedang mengintip kita dari balik jendela langit diatas sana. Selamat jalan Raisa Sayang…… salam sejuk

  5. Dewi Aichi  7 August, 2012 at 07:19

    Selamat jalan ya Raisa….damai di surga..

  6. Bagong Julianto  6 August, 2012 at 19:48

    Selamat jalan….
    Yang ditinggalkan, semoga dapat penghiburan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.