Tidur Lebih Baik daripada Sholat?

Cechgentong

 

Dibanding dengan bacaan adzan waktu shalat yang lain, adzan waktu subuh memiliki kekhususan yakni bacaan ash-shalatu khairum minannaum (Shalat itu lebih baik dari pada tidur). Apa maknanya?

Ada dua kali adzan yang dikumandangkan menjelang waktu Subuh tiba. Yang pertama, karena tujuannya untuk mengingatkan umat akan datangnya waktu shubuh tiba, maka lafal adzan shubuh seperti lafadz lainnya jadi tidak menggunakan lafadz ash-shalatu khairum minannaum. Tujuannya, supaya umat Islam tidak terburu-buru dalam melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Tapi begitu adzan kedua yang menunjukkan waktu shubuh tiba, maka lafadz ini dibaca. Tujuannya, untuk mengingatkan umat yang masih tidur, bahwa shalat itu lebih baik dari tidur.

Mengapa hanya ada pada waktu shalat Subuh? Karena memang pada saat itu umat Islam masih banyak yang tidur. Tentu saja, tidak tepat lafal ini dibaca pada waktu shalat Dhuhur, karena umat tidak tidur. Lafal adzan tersebut mengingatkan umat Islam untuk segera melaksanakan shalat Subuh dan meninggalkan tidur, karena setan selalu mendengungkan tidur lebih enak dari segalanya. Hawa nafsu untuk terus tidur sepanjang malam memang selalu dihembuskan oleh setan.Ingat puasa bulan Ramadhan kemarin membuat saya menerawang kepada peristiwa 8 tahun yang lalu tentang azan subuh yang dilakukan seorang teman yang telah meninggal dunia.

Tetapi dia telah membuka pikiran saya tentang arti dan maksud azan subuh yang sebenarnya Memang umurnya tidak jauh dengan saya tetapi saya sangat menghormati apa yang diperbuatnya selama hidup di dunia walaupun cenderung nyeleneh, membuat orang salah paham, dan sering menyalah artikan segala tindak tanduknya. Kami sering menyebutnya “Bocah Edan”. Keedanannya itu yang membuat saya sangat merindukannya setiap kali memasuki bulan Ramadhan. Sayang Allah berkehendak lain, 4 tahun yang lalu teman yang sering membuat kami tertawa, penuh humoris, mempunyai makna dalam hidup, menggeleng-gelengkan kepala dengan apa yang diperbuatnya dan sebagainya telah meninggalkan kami untuk selama-lamanya karena kanker otak yang menggerogoti tubuhnya.

Delapan tahun yang lalu, kami bertiga selalu melakukan keliling/safari ramadhan di sekitar Jabotabek. Walaupun tidak ada niat dan maksud tertentu dalam melakukan safari itu. Kami hanya ingin belajar dan mencari pengalaman tentang hidup terutama kehidupan manusia. Kami juga ingin mengasah iqra (baca) yang dimiliki agar mendapatkan suatu kebenaran yang hakiki. Saat itu adalah safari Ramadhan kedua bagi kami dan selalu dengan berjalan kaki kami menyusuri setiap daerah di Jabotabek. Memang tidak semua daerah yang dapat ditelusuri karena keterbatasan kami untuk menggapai daerah yang akan dituju.Tetapi cukup menyenangkan dan bermanfaat bagi diri pribadi kami.

Ada satu cerita menarik dalam safari itu. Peristiwanya terjadi di daerah pinggiran timur Jakarta dimana masyarakat di sana masih memegang kuat ajaran Islamnya. Daerah tersebut termasuk daerah urban walaupun pinggiran tetapi sudah mulai tersentuh nuansa industri karena mulai timbul pabrik-pabrik baru.

Selama satu minggu kami berada disana (hari ke-11 sampai ke-18) dengan segala keterbatasan yang ada seperti tidur di mesjid, untuk bisa makan maka kami membantu mencuci piring warung makan di depan mesjid dan membantu membersihkan mesjid sehingga dalam waktu tiga hari, kami mulai akrab dengan masyarakat di sana.

Tetapi ada satu hal yang mengganjal pikiran kami.yaitu setiap subuh kondisi mesjid selalu tidak penuh alias hanya diisi 2 shaf. Itupun juga tidak penuh semuanya. Padahal saat teraweh mesjid cukup banyak yang menghadirinya. Ada apa ini?

Tepat hari ke-4 keberadaan kami di sana bada Imsyak, Bocah Edan pergi menemui Imam Mesjid (selalu menjadi Imam dalam Shalat). Dia meminta kepada Imam Mesjid untuk menjadi Muadzin (Pembaca Azan). Imam mesjid sempat tersentak dan heran dengan keinginan bocah edan ini tetapi dengan rasa hormat maka diperbolehkan bocah edan ini untuk menjadi Muadzin Shalat Subuh.

Setelah bocah edan ini melakukan wudhu dan memasuki mesjid dengan diikuti oleh Imam Mesjid maka bersiap-siaplah bocah edan ini untuk azan. Seperti banyak diketahui azan subuh ada sedikit perbedaan dengan azan pada waktu shalat yang lain. Perbedaannya adalah dalam azan subuh ada penambahan kalimat ” ash-shalatu khairum minannaum (Shalat itu lebih baik dari pada tidur)”. Kalimat/bacaan inilah yang nantinya akan mengubah pikiran masyarakat tentang pelaksanaan shalat subuh berjamaah. Apakah itu?

Pada saat bocah edan mengucapkan bacaan yang seharusnya “ash-shalatu khairum minannaum” tetapi yang diucapkan adalah “annaumu khairum minash-shalat”, maka terjadilah kegemparan dalam mesjid. Setelah selesai azan dan baru mau duduk, oleh Imam Mesjid dianggap batal dan harus diulang. Yang parahnya lagi pada saat bocah edan ini mau mengulang azan, tiba-tiba masyarakat telah berbondong-bondong datang ke mesjid dengan maksud untuk mencari tahu siapa yang telah mempermainkan bacaan azan dan banyak dari mereka yang merasa tersinggung telah membawa senjata tajam. Mereka berteriak-teriak siapa itu yang telah melakukan pelecehan terhadap bacaan azan subuh tersebut. Untungnya oleh Imam Mesjid dapat menenangkan emosi warga dan masalah ini akan dibahas/dimusyawarahkan setelah shalat subuh.

Kemudian Imam Mesjid menyuruh bocah edan melakukan azan kedua kalinya. Alhamdulillah bacaannya azannya sudah benar. Kemudian kami bersama-sama melakukan shalat subuh berjamaah. Setelah shalat subuh, bocah edan didudukkan di sebelah Imam dan diterangkan bahwa yang melakukan kesalahan adalah bocah edan. Warga langsung berkomentar dan menanyakan kepada bocah edan apa maksud/alasan/motivasi melakukan azan yang salah itu. Dengan tenangnya, bocah edan meminta warga untuk tenang dan meminta maaf atas kesalahannya tadi. Bocah edan meminta Imam untuk menenangkan warga dulu agar dapat menjelaskan alasan dia melakukan itu semua. Tetapi belum sempat menjelaskan tiba-tiba ada seorang warga yang nyeletuk :

Warga : “Kamu itu Islam atau bukan? Masak azan aja bisa salah? Dasar kafir kamu”

Bocah Edan : “Sekali lagi saya minta maaf, Saya bukan kafir. Saya orang Islam dan masih menjalankan ajaran Islam persis yang Bapak lakukan seperti rukun Iman dan Islam.”

Warga : “Tetapi kenapa masih bisa salah”

Bocah Edan : “Begini Pak. Saya yakin bapak-bapak semua orang islam yang taat dan selalu menjalankan ibadah yang diperintahkan Allah SWT, tetapi ada satu pertanyaan yang ingin saya sampaikan kepada bapak-bapak mengenai bacaan azan tadi. Pertanyaannya adalah mana yang lebih baik shalat atau tidur?”

Warga : ”Hahahahahaha. Mas ini bagaimana sich. Apa tidak ada pertanyan yang lain. Wah bener dong kalau begitu anda ini kafir. Ya Jelas Shalat lah!!! Bagaimana sich?”

Bocah Edan : ” Salah bapak-bapak. Tidur lebih baik daripada Shalat”

Warga : ”Wah makin parah ini cara berpikirnya. Kenapa mas memilih tidur lebih baik daripada Shalat”

Bocah Edan : ”Coba bapak-bapak renungkan dan bayangkan. Coba kalau bapak shalat, baru takbiratul ihram (Allahu Akbar) dengan sedekap tangan kita mulai dech pikiran kita melayang-layang kemana-mana dengan membayangkan banyak hal bukan kepada Allah seperti: tadi rumah sudah dikunci atau belum ya? Besok uang jajan anak-anak bagaimana ya? Gaji saya kecil bagaimana bisa mencukupi hidup keluarga saya, si doi ingat gw ga ya? Entar buka puasa pake apa ya? Dan masih banyak lagi. Apakah ini yang namanya menduakan Allah SWT dan dimana nilai khusyu-nya. Jujur dech Pak.”

Warga : ”Ah itu bisa-bisanya mas aja. Kalau tidur dimana baiknya?”

Bocah Edan : “Ketika tidur kita meninggalkan jasad dan ruh bisa pergi kemana-mana serta tidak pernah menduakan Allah SWT. Saya bicara ini ada buktinya bapak-bapak dan nyata sekali serta mudah dilihat dan dinyatakan”

Warga : ”Ah itu hanya alasan mas aja supaya tidak dianggap salah. Apa mas tidak takut dipukulin warga. Tolong buktikan bahwa yang dilakukan mas-nya sudah benar”

Bocah Edan : “Mau bukti Pak? Apakah bapak-bapak mau ikhlas datang dan turut meramaikan mesjid terutama shalat subuh kalau tadi bacaan azan saya benar? Apakah bapak sadar bahwa dengan bacaan azan yang benar saja, mesjid ini belum pernah penuh dihadiri warga untuk melakukan shalat subuh berjamaah. Coba bapak-bapak merenung kembali terhadap peristiwa azan tadi sehingga bapak-bapak dapat berkumpul dan melakukan shalat subuh berjamaah serta meramaikan mesjid yang dibangun atas swadaya bapak-bapak semua. Saya ingin mengajak bapak-bapak berpikir seandainya tadi tidak ada kesalahan azan, saya yakin mesjid ini akan selalu tidak penuh dan sepi sewaktu shalat subuh. Karena apa? Yaitu tadi tidur lebih baik daripada shalat”

Warga : “Wah benar juga ya. Kok bisa begitu mas?”

Bocah Edan : ”Itulah salah satu kelemahan orang Islam di Indonesia yang tidak mau menggali ajarannya sendiri. Kalau diajarkan yang benar, masih mau melakukan yang salah misalnya pengajian jalan terus tetapi korupsinya masih berlanjut, kendarai motor sembarangan dan membahayakan. Karena belum merasakan ketidaknyamanan, ketidakenakan, kebodohan, dipukulin orang, disakiti orang dan lain-lain. Satu hal masyarakat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam senang sekali membicarakan/menghakimi/menghujat hal-hal yang jelek/kurang baik misalnya isu/gosip sudah dianggap fakta padahal belum jelas kebenarannya sesuai dengan fakta yang ada”

Warga : “Oh begitu ya mas. Jadi mana yang lebih baik dong antara shalat dengan tidur?”

Bocah edan : “Pelajarilah kesalahan-kesalahan diri untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki” Kemudian kami bertiga meninggalkan mesjid dan pergi ke warung makan depan mesjid untuk membantu membersihkan kotoran sisa makanan semalam seperti hari-hari yang lalu agar kami dapat makan dan minum saat berbuka puasa nanti.Sejak saat itu mesjid selalu penuh terutama saat shalat subuh dan mesjid menjadi tempat pemersatu warga masyarakat sehingga makin memperkuat ikatan tali silaturahim warga masyarakat. Yang membuat saya kaget alias kagum yaitu jumlah kas mesjid selalu bertambah tiap tahunnya serta kegiatan pengajian dan keagamaan makin semarak. Tahun lalu saya sempat mampir ke sana ternyata uang kas yang berhasil dihimpun mencapai Rp 100 juta. Wow ternyata orang Islam itu kaya dan tidak miskin lho.

Seandainya teman saya, Bocah Edan dapat menyaksikan itu semua…..

“Semoga Allah menempatkannya pada posisi yang paling mulia di sisi-NYA dan surga adalah tempat yang layak untukmu Teman (Bocah Edan). Amin”

Bagaimana sesungguhnya anjuran Rasulullah SAW untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah?

Kalau kita melihat surat Al Israa ayat 78 yang artinya: ”Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) shubuh. Sesungguhnya shalat shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).” Begitu pentingnya shalat shubuh ini karena disaksikan malaikat, Rasulullah SAW sering membaca surat-surat yang panjang antara 70 hingga 100 ayat setiap kali shalat Subuh. Nah, di kita ini sering ironi. Shalat shubuh justru yang dibaca surat yang pendek ayatnya. Bahkan, ada sahabat yang menceritakan, waktu shalat tidak kelihatan kawan kiri dan kanan, dan begitu Rasulullah SAW menyelesaikan shalat Subuh, tampak jelas wajah kawan-kawan. Begitu panjang ayat yang dibaca Rasulullah SAW pada shalat Subuh.

Dari sisi lain, misalnya dari sisi udara, waktu shubuh adalah waktu udara yang paling bersih. Maka, berbahagialah seseorang yang setiap hari menghirup udara yang paling segar dan bersih yakni ketika shalat Subuh tepat waktu, setelah iqamat berkumandang. Begitu dia kesiangan, dia akan terlambat untuk menghirup udara yang segar dan bersih.

 

20 Comments to "Tidur Lebih Baik daripada Sholat?"

  1. cechgentong  6 August, 2012 at 15:43

    Lani, kangennnn euy hehehe saya tidak mingslep hanya ngurangi aktifitas menulis karena sibuk banget dengan kerjaan di Fiji… biasalah persiapan mau bangun pabrik di Fiji hahahhaa

  2. cechgentong  6 August, 2012 at 15:41

    Itsmi, akurrrrrr

  3. cechgentong  6 August, 2012 at 15:40

    Mas Handoko, anggota harus diajari tidak baik biar jadi baik mas hehehe ini pikiran ngawur saya lho hehehe

  4. cechgentong  6 August, 2012 at 15:39

    [email protected], ya ada kemiripan dech hahaha

  5. cechgentong  6 August, 2012 at 15:38

    Kang JC, terima kasih… maaf menghilang dulu karena kesibukan kerja… oh ya selamat ya buat Baltyra yang barusan ulang tahun.

    Masalah Rhoma, saya malah takut kalau beliau akan menangis tersedu2 bila diskusi dengan saya hahaha

  6. Lani  6 August, 2012 at 15:11

    CECH : kemana aja sampeyan mingslep……..penjaga Kona kangen lo ngenteni artikelnya

  7. Itsmi  6 August, 2012 at 13:23

    Kalau waktunya di pakai untuk bercinta, dunia pasti lebih damai…..

  8. Handoko Widagdo  6 August, 2012 at 12:11

    Wah seharusnya Masjid di gedung DPR/MPR harus mengumandangkan adzan subuh setiap kali waktu shalat ya?

  9. [email protected]  6 August, 2012 at 11:41

    Cech…. anda si bocah edan itu kan…

  10. J C  6 August, 2012 at 10:15

    Hahahaha…renungan ciamik Kang Cech…btw, awas jangan sampai terdengar oleh Haji Rhoma Irama lho…haram hukumnya (menurut dia)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.