Kindergarten Waldwoche, Melatih Anak Mengenal dan Mencintai Alam Sejak Dini‏

Hennie Triana Oberst

 

Liburan Paskah yang baru lalu kami sempatkan pulang ke Jerman. Kebetulan Kindergarten di Beijing di mana putriku setiap harinya beraktifitas memberlakukan libur dua minggu. Diawali dengan hari libur Qing Ming di Cina dan dilanjutkan libur Paskah. Senang rasanya bisa menikmati suasana rumah di Jerman yang ditinggalkan kosong hampir enam bulan. Lebih menyenangkan lagi karena Kindergarten di tempat putriku bermain tidak memberlakukan libur panjang, hanya pada hari Jumat (Jumat agung) dan hari Senin (Paskah Senin) saja. Jadi ia bisa bermain bersama dengan teman-temannya dan gurunya di Kindergarten seperti biasa. Minggu berikutnya ada kegiatan mengunjungi hutan selama seminggu dari hari Senin hingga Jumat, biasa disebut sebagai “Waldwoche” (Wald = hutan, Woche = minggu).

Kegiatan Waldwoche diadakan di Kindergarten ini dua kali dalam setahun yaitu pada musim semi (seperti sekarang ini) dan musim gugur (biasanya sekitar Oktober). Anak-anak dibiasakan untuk lebih dekat dengan alam yang lebih luas dari rutinitas mereka sehari-hari. Selain itu untuk melatih mereka mengenal, berinteraksi dan mencintai lingkungan sekitar, meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian.

Anak yang telah berumur 4 tahun dibolehkan untuk mengikuti kegiatan Waldwoche ini. Mereka akan di dampingi beberapa orang guru dan orang tua anak yang menyediakan waktunya secara sukarela dan bergantian untuk mengantar dan menjemput mereka menuju dan kembali dari lokasi hutan. Tidak diperlukan biaya tambahan karena sarana transportasi disediakan oleh para guru dan orang tua. Jarak hutan yang akan dituju juga tidak jauh dari Kindergarten.

Seperti biasa anak-anak diharuskan membawa bekal makanan dan minuman dari rumah dan disiapkan di dalam ransel mereka masing-masing. Orang tua diwajibkan untuk menyediakan tempat duduk anak yang diperlukan ketika berkendara dengan mobil, juga melengkapi pakaian mereka dengan jaket, celana luar sejenis celana hujan (di Jerman biasa disebut Matschhose) dan sepatu boot yang tahan air.

Di hutan mereka akan didampingi untuk mengamati tanaman dan binatang yang ada di alam bebas, Biasanya anak-anak akan menyibukkan diri dengan mengumpulkan rumah siput, ranting-ranting pohon, dedaunan dan hal-hal lain yang menarik perhatian mereka.

Menikmati bekal makanan masing-masing dan bermain bersama di alam terbuka merupakan keasyikan tersendiri bagi anak-anak.

Kegiatan ini juga membantu mengembangkan daya imajinasi, dan kreativitas mereka. Salah satu yang berhasil mereka buat adalah sarang burung yang terbuat dari ranting pohon dan lumut, dengan hiasan dedaunan kering. Dunia anak identik dengan keceriaan, di manapun mereka berada selalu mereka temukan hal yang bisa menghadirkan tawa kebahagiaan.

 

Catatan:

Tiap Kindergarten di Jerman memiliki peraturan dan kegiatan yang berbeda. Tulisan ini hanya terbatas pada Kindergarten di desa kami.

Fotografie Thomas R. – Kigaminseln

 

Terima kasih untuk Redaksi dan sahabat Baltyra. (Bj, 30042012)

Salam sejahtera dari Jerman.

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

64 Comments to "Kindergarten Waldwoche, Melatih Anak Mengenal dan Mencintai Alam Sejak Dini‏"

  1. anoew  9 August, 2012 at 20:55

    naik turun yang nggak tinggi itu sesuatu yang indah kah

    Weeh enggak, Hen.. Enggak salah.. Bukan cuma indah tapi indah banget, apalagi kalau sejuk cuacanya.

    Salam Tinggi, kak Hennie..

  2. HennieTriana Oberst  9 August, 2012 at 17:28

    Inakawa, benar aku lihat juga perbedaan cara memperlakukan anak di Jerman dan di Cina. Di sana ku kenal beberapa orang Cina yang membiarkan anak mereka bermain dan belajar di German Kindergarten dengan alasan untuk kebaikan anak mereka dalam bersosialisasi. Salam hangat.

  3. HennieTriana Oberst  9 August, 2012 at 17:22

    Angela, anak-anak pasti bahagia ada yang suka menemani mereka bermain
    salam kenal dan terima kasih, Angela.

  4. Angela JanuartiS  9 August, 2012 at 11:19

    “Dunia anak identik dengan keceriaan, di manapun mereka berada selalu mereka temukan hal yang bisa menghadirkan tawa kebahagiaan.”

    Rasanya aku ingin ikutan mereka bermain ^_^

    Salam kenal kak HennieTriana Oberst

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *